• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Mitos Tentang Penyakit Kutil Kelamin yang Perlu Diluruskan

5 Mitos Tentang Penyakit Kutil Kelamin yang Perlu Diluruskan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Infeksi menular seksual merupakan salah satu infeksi atau penyakit yang dapat menyebar akibat kegiatan seksual. Ada banyak jenis infeksi menular seksual yang perlu kamu ketahui, salah satunya adalah penyakit kutil kelamin. Kutil kelamin sendiri merupakan benjolan dengan ukuran kecil yang muncul pada area kelamin serat anus. Munculnya kutil kelamin nyatanya dapat membuat pengidap mengalami rasa tidak nyaman pada area kelamin.

Baca juga: Penyebab Utama Terjadinya Kutil Kelamin

Kutil kelamin sendiri disebabkan oleh paparan human papillomavirus (HPV) dan penyebarannya dapat terjadi melalui kegiatan seksual yang dilakukan oleh pengidap. Berbagai mitos mengenai kutil kelamin kerap muncul, tetapi sebaiknya ketahui beberapa fakta mengenai penyakit kutil kelamin agar kamu dapat terhindar dari penyakit kutil kelamin.

Berikut adalah beberapa mitos mengenai penyakit kutil kelamin:

1.Kutil Kelamin dapat Diatasi dengan Bahan Alami

Berbagai bahan alami, seperti teh hijau, bawang putih, hingga cuka apel dianggap mampu mengatasi kutil kelamin yang dialami. Namun, nyatanya pengobatan dengan bahan alami belum teruji secara klinis sehingga memerlukan penelitian lebih lanjut. 

Sebaiknya kunjungi rumah sakit terdekat untuk mengatasi masalah kutil kelamin. Kutil kelamin dapat diatasi dengan penggunaan obat-obatan yang mengandung asam trikloroasetat sesuai dengan saran dokter. Tidak hanya penggunaan obat, nyatanya penyakit kutil kelamin juga dapat diatasi dengan beberapa tindakan bedah, seperti eksisi, krioterapi, bedah laser, hingga electrocautery.

2.Kutil Kelamin Hanya Menular Melalui Kegiatan Seksual

Kutil kelamin memang menular melalui kegiatan seksual. Namun, tidak hanya itu, nyatanya ketika pengidap kutil kelamin menyentuh alat kelaminnya yang sudah terpapar virus penyebab kutil kelamin dengan tangan, kemudian pengidap menyentuh area kelamin pasangan yang sehat dengan tangan yang sama, maka kondisi ini meningkatkan risiko pasangan juga mengalami penyakit kutil kelamin. Kutil kelamin juga dapat menular melalui penggunaan alat bantu seks yang bersamaan dengan pengidap.

Baca juga: Awas, 6 Faktor Ini Bisa Memicu Kutil Kelamin

3.Penggunaan Kondom dapat Cegah Penyakit Kutil Kelamin

Kutil kelamin disebabkan oleh human papillomavirus yang dapat menyebar melalui kontak kulit. Penggunaan kondom nyatanya dinilai dapat menurunkan risiko bukan mencegah penularan penyakit yang disebabkan oleh human papillomavirus (HPV).

4.Kutil Kelamin dapat Menyebabkan Kanker Serviks

Nyatanya virus HPV memiliki beragam jenis. Lalu, benarkah munculnya kutil kelamin menjadi salah satu tanda terjadinya kanker serviks? Hal ini nyatanya tidak benar. Meskipun kutil kelamin dan kanker serviks disebabkan oleh virus HPV, tetapi kedua penyakit ini disebabkan jenis HPV yang berbeda.

Kutil kelamin nyatanya tidak dapat berubah menjadi kanker serviks. Namun, jika kamu mengalami penyakit kutil kelamin, tidak ada salahnya untuk selalu waspada dan menjaga kesehatan lebih optimal agar gangguan kesehatan yang kamu alami tidak semakin parah.

5.Hanya Wanita yang dapat Mengalami Penyakit Kutil Kelamin

Tidak hanya wanita, nyatanya baik wanita maupun pria dapat mengalami penyakit kutil kelamin. Mitos ini muncul akibat banyak masyarakat yang percaya bahwa kutil kelamin merupakan tanda atau gejala dari kanker serviks. Padahal, jenis HPV dari kedua jenis penyakit ini berbeda.

Siapapun yang aktif dalam kegiatan seksual nyatanya berisiko mengalami penyakit kutil kelamin. Untuk itu, sangat penting menjaga kesehatan alat kelamin dan rutin lakukan pemeriksaan agar gejala-gejala yang kamu alami terkait penyakit kutil kelamin atau infeksi menular lainnya dapat segera diatasi dengan baik.

Baca juga: Kutil Kelamin Mudah Menular, Lakukan Pencegahan dengan Cara Ini

Itulah beberapa mitos yang dipercaya seputar penyakit kutil kelamin. Tidak ada salahnya untuk selalu melakukan pencegahan terhadap penyakit infeksi menular seksual dengan menghindari berganti-ganti pasangan saat melakukan kegiatan seksual, tidak berbagi alat bantu seks, dan juga melakukan vaksin HPV pada rumah sakit terdekat.

Referensi:
The Independent Pharmacy. Diakses pada 2020. 5 Genital Warts Myths Debunked.
Everyday Health. Diakses pada 2020. 7 Common Myths About HPV.