5 Penyebab Seseorang Alami Hematoma Subdural

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Hematoma Subdural

Halodoc, Jakarta - Hematoma subdural merupakan kondisi yang rentan dialami oleh seseorang yang hobi melakukan olahraga atau aktivitas fisik lain. Dengan melakukan berbagai aktivitas yang menantang adrenalin tersebut, seseorang akan rentan mengalami cedera kepala yang dapat berujung pada trauma kepala yang menjadi awal penyebab gangguan kesehatan serius. Kondisi inilah yang disebut dengan hematoma subdural.

Baca juga: Benturan Keras Bisa Sebabkan Hematoma Subdural?

Saat cedera kepala akibat aktivitas fisik yang dilakukan, kepala akan mengalami pendarahan di antara dua lapisan otak, yaitu lapisan arachnoid dan lapisan dura. Jika kondisi ini terjadi, pengidap mengalami pendarahan otak dengan volume darah yang sangat banyak akibat adanya peningkatan tekanan pada otak. Jika dibiarkan, pengidap akan mengalami kerusakan jaringan otak yang akan membahayakan nyawa. Berikut penjelasan selengkapnya tentang hematoma subdural.

Apa Penyebab Seseorang Mengalami Kondisi Ini?

Hematoma subdural merupakan akibat yang terjadi karena adanya cedera kepala parah. Prosesnya terjadi dengan cepat, yaitu darah yang mengisi area otak, memenuhi jaringan otak, kemudian menyebabkan hematoma subdural akut. Pada orang tua, hematoma subdural dapat terjadi karena cedera kepala ringan.

Kondisi tersebut terjadi karena pembuluh darah mereka rata-rata telah longgar akibat atrofi otak (penyusutan). Cedera kepala parah juga dapat terjadi karena sejumlah faktor pemicu yang mendasari, yaitu:

  1. Mengonsumsi obat jenis antikoagulan. Obat ini bekerja dengan mengencerkan darah peminumnya, sehingga ketika pendarahan terjadi, pendarahan akan lebih susah untuk berhenti.

  2. Mengonsumsi alkohol dalam jangka panjang.

  3. Mengidap kondisi medis tertentu yang membuat darah menjadi menggumpal.

  4. Sering mengalami jatuh dengan kepala yang terbentur.

  5. Seseorang yang berusia di bawah umur atau di atas umur.

Jika kamu tidak memiliki faktor risiko tersebut, bukan berarti kamu tidak bisa terserang hematoma subdural. Untuk lebih jelasnya mengenai kondisi ini, kamu bisa diskusikan dengan dokter di aplikasi Halodoc. Apalagi, jika faktor risiko muncul dengan sejumlah segala, seperti adanya perubahan fisik, mental dan emosional.

Baca juga: 10 Jenis Hematoma, Kumpulan Darah Abnormal di Luar Pembuluh Darah

Apa yang Menjadi Tanda Pendarahan pada Otak?

Ketika hantaman atau benturan yang cukup keras pada kepala, hal tersebut akan memicu terjadinya pendarahan pada otak. Jika hal tersebut terjadi, pengidap akan mengalami rasa sakit yang susah hilang. Gejala yang dialami pun akan tergantung dari kondisi cedera yang dialami. Gejala yang muncul meliputi:

  • Mengalami muntah-muntah.

  • Mengalami penurunan tingkat kesadaran.

  • Mengalami amnesia.

  • Mengalami sakit kepala.

  • Mengalami kesulitan dalam berjalan.

  • Mengalami kejang-kejang.

  • Mengalami perubahan kepribadian.

  • Mengalami gangguan pada otak yang menyebabkan seseorang bicara melantur.

Berbeda dengan orang dewasa, hematoma subdural yang terjadi pada bayi akan ditandai dengan sejumlah gejala berikut ini:

  • Mengalami pembesaran ukuran lingkar kepala.

  • Mengalami penurunan nafsu makan.

  • Terus-menerus mengantuk dan lesu.

  • Mengalami kejang pada seluruh bagian tubuh.

  • Mengalami muntah terus menerus.

  • Mudah rewel dan terus-menerus menangis.

Baca juga: Beda Epidural Hematoma dan Subdural Hematoma

Hematoma subdural parah yang dialami oleh orang dewasa dan bayi bisa saja berujung pada kehilangan nyawa. Pada orang dewasa, hematoma parah akan ditandai dengan gejala, seperti stroke, tumor, demensia, atau adanya masalah pada otak. Untuk menghindari sejumlah kondisi tersebut, langkah pencegahan dapat dilakukan melindungi kepala dari benturan dan selalu berhati-hati di mana pun kamu berada.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. Subdural Hematoma.
Healthline. Diakses pada 2019. Subdural Hematoma.