5 Penyebab Terjadinya Perforasi Membran Timpani

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
5 Penyebab Terjadinya Perforasi membran Timpani

Halodoc, Jakarta - Bagaimana jadinya jika terjadi masalah pada telinga kamu? Pasti tidak nyaman karena indra pendengaran satu-satunya ini menjadi tidak bisa berfungsi dengan optimal. Kondisi ini dapat membuat kamu juga mengalami kesulitan mendengar. Nah, salah satu masalah telinga yang sering terjadi adalah perforasi membran timpani. Kondisi ini muncul karena ada robekan pada membran yang memisahkan telinga bagian dalam dengan telinga luar. Membran ini dikenal dengan gendang telinga. 

Terbuat dari jaringan yang sangat mirip dengan kulit, gendang telinga berfungsi untuk merasakan gelombang suara dan mengubahnya menjadi saraf untuk disampaikan ke bagian otak sebagai pusat pengendalinya. Selain itu, membran tipis ini berperan untuk melindungi telinga bagian tengah dari masuknya benda asing, bakteri, dan air. Bisa dikatakan, bagian tengah telinga adalah bagian yang steril. 

Baca juga: Gendang Telinga Pecah, Bisakah Sembuh Sendiri?

Apa yang Menyebabkan Terjadinya Perforasi Membran Timpani?

Infeksi bakteri menyebabkan terjadinya perforasi membran timpani atau robeknya gendang telinga ini sehingga menginfeksi bagian tengah telinga. Kondisi ini disebut otitis media. Ada banyak hal yang menyebabkan terjadinya kelainan telinga ini, berikut ini di antaranya: 

  • Infeksi pada telinga bagian tengah atau otitis media yang terjadi karena berkumpulnya cairan pada telinga tengah. Tekanan yang berasal dari akumulasi cairan ini membuat gendang telinga robek. 

  • Barotrauma, tekanan yang terjadi pada gendang telinga karena perbedaan atau ketidakseimbangan tekanan pada lingkungan luar dengan telinga bagian tengah. Apabila tekanan yang terjadi terlalu berat, gendang telinga tidak mampu menahan dan robek. Kondisi ini sering terjadi ketika kamu melakukan perjalanan dengan pesawat. Namun, kondisi lain yang memicu perforasi membran timpani karena perbedaan tekanan udara secara mendadak adalah benturan dan aktivitas scuba diving.

  • Trauma akibat ledakan atau suara keras, yang disebut dengan trauma akustik. Bunyi keras karena ledakan atau tembakan senjata dari jarak dekat menghasilkan gelombang suara yang begitu kuat, sehingga bisa menyebabkan pecah atau robeknya gendang telinga. 

  • Masuknya benda asing ke dalam telinga dan membuat gendang telinga robek seperti pin, alat pembersih telinga atau kapas berisiko membuat kamu mengalami perforasi membran timpani. 

  • Cedera berat pada kepala seperti tempurung kepala retak bisa menyebabkan terjadinya dislokasi atau kerusakan pada struktur telinga bagian dalam dan tengah, termasuk gendang telinga. 

Baca juga: Ketahui 3 Komplikasi Akibat Gendang Telinga Pecah

Gejala yang mungkin muncul ketika kamu mengalami perforasi membran timpani adalah berkurang atau hilangnya kemampuan telinga yang terinfeksi untuk menangkap suara yang membuat kamu menjadi sulit mendengar, sakit pada telinga tetapi sangat cepat hilang, tinitus atau terdengar bunyi di bagian dalam telinga, vertigo, dan keluarnya cairan bernanah atau bening dari dalam telinga. Segera buat janji dengan dokter ahli telinga di rumah sakit apabila kamu mengalami gejala tersebut supaya bisa segera mendapatkan penanganan. 

Baca juga: Otitis Media Sebabkan Gendang Telinga Pengidapnya Pecah, Benarkah?

Meski bisa terjadi pada segala usia, anak-anak adalah golongan yang paling berisiko mengalami perforasi membran timpani. Bahkan, terkadang, anak-anak bisa memasukkan benda-benda kecil dan tajam ke dalam telinganya tanpa disadari. Jadi, pastikan orangtua memberikan pengawasan sepenuhnya atau menjauhkan benda-benda tajam dari jangkauan anak-anak untuk menghindari bahaya perforasi membran timpani. 

Referensi:
NHS UK. (Diakses pada 2019). Perforated Eardrum.
WebMD. (Diakses pada 2019). Perforated Eardrum.
Mayo Clinic. (Diakses pada 2019). Perforated Eardrum.