• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Pilihan Penanganan untuk Mengatasi Diabetes Tipe 1
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Pilihan Penanganan untuk Mengatasi Diabetes Tipe 1

5 Pilihan Penanganan untuk Mengatasi Diabetes Tipe 1

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 14 November 2022

“Diabetes tipe 1 ditandai dengan kadar gula darah yang berada di atas ambang normal. Kondisi ini bisa diatasi dengan terapi insulin, mengonsumsi obat-obatan dan sistem pankreas buatan.”

5 Pilihan Penanganan untuk Mengatasi Diabetes Tipe 15 Pilihan Penanganan untuk Mengatasi Diabetes Tipe 1

Halodoc, Jakarta – Diabetes tipe 1 adalah kondisi ketika kadar gula darah (glukosa) meningkat melebihi batasan normal. Dampaknya, tubuh tidak mampu menghasilkan cukup insulin guna mengolah kelebihan gula darah.

Insulin sendiri merupakan hormon yang diproduksi oleh pankreas dan bertugas untuk mengatur kadar glukosa. Ketika makanan dicerna dan masuk ke aliran darah, insulin mengubah glukosa dalam darah menjadi energi.

Pada pengidap diabetes tipe 1, jumlah insulin berkurang, sehingga tubuh tidak mampu mengubah glukosa menjadi energi. Di tahap ini, pengidap membutuhkan pengobatan yang bertujuan untuk mengembalikan kadar gula darah normal.

Angkanya berada pada kisaran 80 hingga 130 miligram per desiliter (mg/dL) sebelum makan dan di bawah 180 mg/dL 2 jam setelah makan. Adapun penanganannya, yakni terapi insulin, obat-obatan dan perubahan pola makan.

Penanganan untuk Mengatasi Diabetes Tipe 1

1. Terapi Insulin

Terapi ini dilakukan dengan menyuntikkan cairan insulin ke dalam tubuh. Cairan ini akan dicerna langsung oleh lambung dan tidak bisa masuk ke dalam aliran darah. Penanganan ini tidak memberikan efek peningkatan glukosa dalam tubuh.

Selain melalui suntikan, pemberian insulin juga dapat menggunakan alat bernama pompa insulin. Alatnya berukuran sebesar ponsel dan dilengkapi dengan tabung yang tersambung ke kateter yang dapat dimasukkan ke lengan, perut, pinggul, paha atau pantat pasien. Sementara pompanya bisa disematkan di ikat pinggang atau dimasukkan ke dalam saku celana.

Pompa insulin merupakan alat yang diprogram untuk memasukkan cairan insulin ke dalam tubuh, sedikit demi sedikit. Tujuannya untuk menjaga kadar gula darah tetap pada batasan normal. Ketika memasuki waktu makan, pasien bisa menambah insulin, tergantung pada kadar karbohidrat dari makanan yang dikonsumsi.

Terapi insulin harus disertai dengan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin. Tujuannya guna memastikan gula darah selalu berada dalam batasan normal. Tinggi rendahnya kadar glukosa dapat dipengaruhi oleh olahraga, penggunaan obat-obatan dan perubahan hormon tubuh.

2. Sistem Pankreas Buatan

Sistem pankreas buatan adalah alat yang dirancang sedemikian rupa untuk meniru kerja pankreas dalam mengatur kadar gula darah. Perangkat ini terdiri dari pompa insulin, continuous glucose monitoring (CGM) dan alat penghubung pompa serta CGM yang berfungsi sebagai kontrol serta pengatur dosis.

Alat ini bekerja layaknya fungsi organ pankreas. Sistem pankreas buatan secara otomatis dapat mengukur kadar glukosa secara rutin dan menyesuaikan kadar insulin yang disuntikkan.

3. Obat-obatan

Selain pemberian insulin, dokter dapat meresepkan beberapa jenis obat, di antaranya:

  • Aspirin guna menjaga kesehatan jantung.
  • Obat penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitor) dan angiotensin II receptor blockers (ARB) guna menjaga kesehatan ginjal.
  • Obat penurun kolesterol guna menurunkan risiko penyakit jantung.

4. Perubahan Pola Makan

Untuk membantu proses penyembuhan, pasien disarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi serat dan rendah lemak. Di antaranya brokoli, tomat, beras merah, gandum, sayur dan buah-buahan. 

Pengidap juga disarankan untuk mengurangi asupan karbohidrat dan produk hewan, seperti daging, susu serta telur. Sebelum mengonsumsi, pengidap wajib mengetahui jumlah karbohidrat yang terkandung dalam makanan. Tujuannya agar dosis insulin yang diberikan berada dalam jumlah yang tepat.

5. Olahraga

Saat berolahraga, otot membantu membakar gula darah atau glukosa dan meningkatkan kerja insulin. Pasien disarankan untuk melakukan olahraga dalam intensitas ringan hingga sedang. Misalnya, berjalan kaki atau berenang. Lakukan aktivitas ini selama 30 menit setiap hari.

Jika mengalami keluhan seputar gejala yang disebutkan di atas, silakan buat janji medis guna melakukan pemeriksaan. Jangan lupa juga untuk memeriksa kadar gula darah secara rutin guna mencegah komplikasi akibat diabetes tipe 1, seperti kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi.

Jika membutuhkan informasi lain seputar kesehatan, gaya hidup dan pola hidup sehat lainnya, silakan download Halodoc sekarang juga!

Baca Juga:

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi:
American Diabetes Association. Diakses pada 2022. Diabetes Overview. Complications.
Health Service Executive. Diakses pada 2022. Diabetes. About Type 1 Diabetes.
MedlinePlus. Diakses pada 2022. Type 1 Diabetes.