29 January 2019

5 Posisi Persalinan Kedua yang Bisa Kurangi Rasa Sakit

posisi persalinan

Halodoc, Jakarta - Rasa sakit menjelang persalinan sebenarnya bisa diatasi dengan mengikuti kelas prenatal yoga. Umumnya, ibu hamil dapat mengikuti kelas ini saat hampir memasuki kehamilan trimester ketiga. Selain itu, terdapat beberapa posisi persalinan yang mampu meredakan rasa nyeri dan sakit menjelang persalinan yang perlu kamu ketahui. Setidaknya, ini dapat membantu ibu menyimpan tenaga sebelum waktu persalinan benar-benar datang. Berikut beberapa posisi persalinan yang bisa kamu ingat dan pelajari.

Baca juga: Inilah 6 Faktor Penyebab Bayi Sungsang

1. The Semi-Reclining

Posisi ini mengharuskan ibu bersandar. Posisikan tubuh miring pada dinding, kursi, suami, atau tempat tidur yang telah ditinggikan posisinya. Dengan posisi tubuh yang miring, bayi akan terdorong dan semakin turun. Perlu diingat bahwa lutut tetap harus ditekuk dan kedua kaki dibuka. Telapak kaki pun harus menempel rata dengan tanah.

2. The Birthing Bar

Lakukan posisi jongkok dan merangkul gagang panjang supaya posisi bayi semakin terdorong gravitasi bumi. Posisi ini juga membutuhkan alat khusus berupa kasur bersalin yang dilengkapi birthing bar (pegangan tangan panjang yang dapat dirangkul ibu hamil). Ibu dapat membentuk posisi jongkok sambil merangkul birthing bar. Selama kontraksi, bagian kasur dapat diberdirikan untuk bersandar dan bersantai sementara waktu.

Posisi persalinan ini juga bermanfaat untuk membantu memperlebar panggul dan bisa bekerja sama dengan gaya gravitasi untuk mendorong bayi semakin keluar. Kelemahan dari posisi ini hanyalah soal ketersediaan alat yang belum tentu semua rumah sakit memilikinya.

Baca juga: Inilah Berbagai Posisi Janin dalam Kandungan

3. The Kneeling Birth

Posisi persalinan ini dapat dilakukan dengan berlutut dan kepala di atas tempat tidur atau birthing ball. Kontraksi pun tidak terlalu sakit. Setelah menyandarkan kepala di atas kepala tempat tidur atau birthing ball dan berlutut, turunkan bokong dan lenturkan pinggul, supaya bayi semakin terdorong selama kontraksi.

Dengan begitu, kontraksi tidak akan terlalu menyakitkan dan sakit pada punggung mereda. Ibu hamil juga dapat beristirahat sejenak di antara kontraksinya. Hanya saja, detak jantung janin agak sulit dipantau dan lengan ibu bisa lelah.

4. The Birthing Stool

Posisi persalinan ini mirip dengan posisi saat kamu di toilet, posisi ini membuka kaki lebar-lebar agar panggul ikut melebar dan bayi mudah turun. Ibu akan didudukkan pada bangku agar dapat membentuk posisi dengan kaki terbuka lebar. Dengan begitu, panggul juga ikut melebar dan bayi terbantu untuk turun. Posisi ini sangat bermanfaat karena dapat bekerja sama dengan gaya gravitasi dan mendukung gerakan bayi ke bawah.

5. Use of Rebozo

Posisi persalinan ini sangat membantu mengubah posisi bayi sungsang selama persalinan, lho! Pertama-tama, kamu harus memosisikan tubuh yang bertumpu pada lutut dan tangan. Kemudian, ajak suami atau doula memegang kain rebozo yang melingkar di sekitar perut. Lalu, rebozo digerak-gerakkan dari sisi ke sisi agar bayi dapat memutarbalikkan kepalanya ke bawah.

Posisi persalinan ini bermanfaat untuk mengurangi nyeri pada punggung dan ligamen uterus. Di sisi lain, suami dapat memberikan pijatan pada punggung supaya ibu lebih relaks. Posisi ini perlu pasangan yang membantu membungkus perut dan mengoperasikan gerak rebozo.

Baca juga: Pelajari Persalinan Sejak Trimester Kedua

Itulah posisi persalinan kedua yang mampu meredakan rasa sakit. Semua posisi persalinan ini dapat ibu coba, asalkan ibu melatihnya terlebih dahulu dan diiringi konsultasi oleh dokter. Waktu tepat untuk mulai berlatih adalah begitu memasuki trimester ketiga. Carilah bantuan profesional dan ajak suami untuk ikut kelas. Pada waktunya, ia pun akan menjalankan perannya saat kelahiran.

Jangan lupa untuk selalu diskusikan perkembangan kehamilan dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga!