5 Tanda Mengidap Kanker Kandung Kemih

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
kanker kandung kemih, stadium awal kanker

Halodoc, Jakarta - Kanker kandung kemih merupakan kondisi yang terjadi ketika sel dalam kandung kemih tumbuh secara tidak terkendali. Sel-sel abnormal tersebut, kemudian akan membentuk kanker dan menyebar ke jaringan sekitar kandung kemih. Bahkan, sel abnormal ini dapat menyebar ke organ yang letaknya berjauhan dengan kandung kemih, seperti paru-paru, hati, dan tulang.

Kandung kemih sendiri merupakan organ yang berfungsi untuk menampung urine sebelum dikeluarkan tubuh. Urine yang dihasilkan oleh ginjal akan dibawa menuju kandung kemih melalui saluran yang disebut dengan ureter. Saat proses buang air kecil, otot kandung kemih mengalami kontraksi, sehingga urine keluar dari tubuh melalui saluran yang disebut dengan uretra.

Baca juga: Kenali Gejala-Gejala Kanker Kandung Kemih

Mengidap Kanker Kandung Kemih, Apa yang Menjadi Tandanya?

Sel-sel kanker yang tumbuh menjadi tumor kecil, tidak akan menimbulkan gejala apapun pada pengidapnya. Namun, jika tumor ini membesar, akan tampak gejala yang meliputi:

  1. Kencing berdarah atau hematuria.

  2. Sensasi rasa terbakar saat buang air kecil.

  3. Frekuensi buang air kecil akan mengalami perubahan.

  4. Penurunan jumlah urine yang sangat drastis.

  5. Sakit punggung yang menjalar hingga ke bagian bawah tubuh.

Jika penyakit yang kamu alami berubah semakin parah, gejala akan meliputi sakit perut dan penurunan berat badan tanpa sebab yang pasti. Untuk itu, segera periksakan diri ke dokter ahli di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Penanganan yang tepat akan menghindari dari komplikasi yang dapat membahayakan kesehatanmu.

Baca juga: Ikuti Tips Ini untuk Mencegah Kanker Kandung Kemih 

Faktor Risiko yang Dapat Memicu Terjadinya Kanker Kandung Kemih

Penyakit yang satu ini terjadi disertai dengan sejumlah faktor risiko yang mendasari. Di antaranya, yaitu:

  • Wanita yang telah mengalami menopause dini.

  • Berjenis kelamin pria dan pernah menjalani operasi prostat.

  • Mengalami infeksi kandung kemih yang sudah kronis.

  • Pernah atau sedang menjalani radioterapi karena adanya masalah kesehatan pada area kandung kemih.

  • Mengidap penyakit diabetes tipe 2.

  • Mengidap infeksi cacing parasit skistosoma yang disebut dengan skistosomiasis.

Selain sejumlah faktor risiko tersebut, kanker kandung kemih juga dapat terjadi karena paparan zat kimia berbahaya, seperti zat karsinogenik yang ditemukan pada rokok. Jika zat ini terus-menerus masuk ke dalam tubuh, akan memicu mutasi genetik pada sel kandung kemih dan meningkatkan risiko terjadinya kanker kandung kemih pada seseorang.

Baca juga: 5 Pemeriksaan untuk Diagnosis Kanker Kandung Kemih

Jangan Sampai Terjadi, Begini Langkah Mencegah Kanker Kandung Kemih

Meskipun kanker kandung kemih tidak dapat sepenuhnya dicegah. Namun dengan melakukan gaya hidup sehat, kamu dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit yang satu ini. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Jika kamu merupakan perokok aktif, berhenti merokok sekarang juga.

  • Gunakan masker ketika bepergian ke luar rumah untuk menghindari paparan zat kimia berbahaya.

  • Konsumsi makanan sehat bergizi seimbang, seperti sayuran dan buah-buahan.

  • Banyak minum air putih untuk menghindari terjadinya infeksi saluran kemih yang merupakan faktor pemicu terjadinya kanker kandung kemih.

Telah melakukan pencegahan tersebut, tetapi tidak juga menghindari dari gejala kanker kandung kemih? Segera temui dokter, ya. Ketika kamu melakukan pemeriksaan, biasanya dokter akan menentukan berbagai pilihan terapi yang akan dilakukan. Penanganan yang dilakukan akan tergantung pada tingkat keparahan stadium yang dialami serta kondisi kesehatan pengidap.

Referensi:
NHS. Diakses pada 2019. Bladder Cancer. 
WebMD. Diakses pada 2019. Bladder Cancer Health Center.