• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 6 Cara Membangun Komunikasi yang Baik dengan Anak Autisme
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 6 Cara Membangun Komunikasi yang Baik dengan Anak Autisme

6 Cara Membangun Komunikasi yang Baik dengan Anak Autisme

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 04 April 2022

“Orang tua dapat mencoba beberapa strategi sebagai cara membangun komunikasi dengan anak autisme. Salah satunya adalah meniru suara dan perilaku bermain anak untuk mendorong lebih banyak vokalisasi dan interaksi.”

6 Cara Membangun Komunikasi yang Baik dengan Anak Autisme

Halodoc, Jakarta – Orang tua yang memiliki anak penyandang autisme, berpeluang mengalami hambatan untuk tetap “terhubung” dengan sang buah hati. Sebab, anak-anak penyandang autisme pada umumnya cenderung mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain. Padahal, anak-anak yang menyandang autisme membutuhkan dukungan untuk mengembangkan keterampilan komunikasi mereka. 

Jika ibu adalah orang tua dari seorang anak penyandang autisme, penting untuk selalu mendukung sang buah hati dalam aspek komunikasi. Lantas, bagaimana cara membangun komunikasi yang baik dengan mereka? Yuk, pelajari caranya di sini! 

Ini Cara Membangun Komunikasi dengan Anak Autisme

Biasanya orang tua akan membangun komunikasi dengan anak autisme melalui berbagai cara. Semua cara ini dilakukan untuk mendukung keterampilan anak dan mencari letak kekurangannya. Pada praktiknya, ketika orang tua melihat kekurangan anak sebagai kekuatan, anak diberdayakan untuk menggunakan apa yang mereka ketahui untuk berkomunikasi dengan orang tua dan teman sebaya. 

Cobalah untuk memainkan peran atau membahas apa yang anak sukai, biasanya ia akan lebih fokus, berinteraksi lebih banyak, dan menikmati komunikasi. Anak dengan autisme cenderung memiliki pola komunikasi yang unik, dan sayangnya masih banyak anak yang kesulitan untuk berkomunikasi dengan teman sebaya dan anggota keluarganya. Cara terbaik untuk membangun komunikasi yaitu menyesuaikan pola berkomunikasi anak dengan autisme. 

Orang tua perlu belajar berkomunikasi dengan cara yang masuk akal bagi anak penyandang autisme. Dibandingkan mencoba mengkondisikan anak agar mampu menyesuaikan diri dengan anak-anak lain dengan memahami bahasa yang tidak dikuasainya, anak autis dapat diberdayakan untuk menggunakan gaya komunikasi mereka sendiri bersama keluarga, pengasuh, atau teman sekelas. 

Nah, berikut adalah beberapa strategi sebagai cara membangun komunikasi yang dapat dicoba, antara lain:

1. Tiru Anak

Meniru suara dan perilaku bermain anak akan mendorong lebih banyak vokalisasi dan interaksi. Hal ini juga mendorong anak untuk meniru ayah dan ibu secara bergiliran. Pastikan orang tua meniru cara anak bermain, selama itu perilaku yang positif. Misalnya, saat anak menggulingkan mainannya, orang tua pun ikut menggulingkan mainannya. Jika anak menabrakan mobil mainannya, maka orang tua bisa ikut melakukan hal yang sama.

2. Bahasa Visual

Bahasa visual dapat meningkat bahasa sosial dan keterampilan komunikasi timbal balik. Bagi anak dengan autisme, bahasa visual dapat digunakan untuk setiap kata, membuat rutinitas langkah demi langkah, dan berkomunikasi dengan teman. 

3. Gestur Tubuh

Saat kata-kata tidak keluar dengan mudah, maka gestur tubuh dapat membantu berkomunikasi dengan anak autisme. Ini bisa menjadi cara terbaik dengan mempelajari bahasa mereka dan mengikuti arahan anak. Orang tua dapat menggunakan gerakan atau gestur untuk membalas komunikasi. 

Meskipun komunikasi nonverbal dapat membuat orangtua frustrasi, tetapi penting untuk memfokuskan kembali pada cara membangun komunikasi pada anak. Kemungkinan besar, gerak tubuh datang secara alami pada anak. 

4. Menuliskan Kata di Label

Mengetahui kata dan mengucapkan kata adalah dua hal yang terpisah. Mengingat anak dengan autisme cenderung memiliki keterampilan pemrosesan visual yang baik, penggunaan label tertulis di rumah membantu mereka menginternalisasi bahasa.

5. Beri Ruang Komunikasi

Jika orang tua selalu berbicara, anak tidak akan memiliki ruang untuk dia berkomunikasi. Jadi memberi anak ruang untuk berkomunikasi, baik secara verbal atau nonverbal, bisa menjadi hal yang penting.

6. Sederhanakan Bahasa yang Digunakan

Ketika berbicara dengan anak yang menyandang autisme, penting bagi orang tua untuk menyederhanakan bahasa yang digunakan. Hal ini akan membuat anak lebih mudah untuk mengikuti apa yang orang tua katakan. 

Jika anak lebih unggul dalam komunikasi nonverbal, cobalah berbicara dengan kata-kata tunggal. Sebagai contoh, jika anak bermain bola, ibu bisa mengatakan “bola” kepadanya. Jika anak mengucapkan satu kata sebagai balasan, ibu bisa mencoba untuk meningkatkan kosakata yang terucap dalam frasa pendek. 

Itulah penjelasan mengenai cara membangun komunikasi yang baik dengan anak autisme. Orang tua perlu belajar berkomunikasi dengan cara yang masuk akal bagi anak penyandang autisme, melalui beberapa strategi sebagai caranya. Mulai dari meniru suara dan perilaku anak, hingga menyederhanakan bahasa yang digunakan. 

Perlu diketahui bahwa tidak ada pendekatan komunikasi yang sama untuk meningkatkan komunikasi dengan anak penyandang autisme. Namun, dengan orang tua mendengarkan isyarat anak, maka ayah dan ibu dapat belajar untuk terhubung dengan anak, serta membangun dan meningkatkan kemampuan komunikasi. 

Jika ibu masih memiliki pertanyaan seputar cara berkomunikasi dengan anak penyandang autisme, sebaiknya hubungilah psikolog anak. Melalui aplikasi Halodoc, ibu bisa tanya psikologi anak untuk meminta saran medis yang tepat. Lewat fitur chat/video call secara langsung pada aplikasinya. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 

Referensi:

Autism Speaks. Diakses pada 2022. Helping your child with nonspeaking autism talk.
Psycom. Diakses pad 2022. How to Improve Communication with Your ASD Child. 
Raisingchildren.net.au. Diakses pada 2022. Communication: autistic children. 
University of Rochester Medical Center. Diakses pada 2022. Interacting with a Child Who Has Autism Spectrum Disorder.