• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 6 Cara Mempersiapkan Anak untuk Menstruasi Pertamanya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 6 Cara Mempersiapkan Anak untuk Menstruasi Pertamanya

6 Cara Mempersiapkan Anak untuk Menstruasi Pertamanya

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 11 Oktober 2022

“Penting bagi orang tua untuk membantu anak mempersiapkan dirinya untuk menghadapi menstruasi pertamanya. Mulai dari menjelaskan proses siklus bulanan tersebut secara terbuka, hingga mengajarkan cara mengganti pembalut.”

6 Cara Mempersiapkan Anak untuk Menstruasi Pertamanya6 Cara Mempersiapkan Anak untuk Menstruasi Pertamanya

Halodoc, Jakarta – Menstruasi pertama pada anak perempuan biasanya terjadi pada usia sekitar 12 tahun. Sebagai ibu, penting untuk membantu anak memahami apa itu menstruasi agar ia siap menyambut siklus bulanan tersebut untuk pertama kalinya.

Semakin dini ibu mulai berbicara dengan anak tentang perubahan yang akan terjadi selama pubertas, maka semakin baik. Mungkin agak sedikit canggung, tapi ada beberapa tips yang bisa ibu coba untuk mempersiapkan anak untuk menstruasi pertamanya.

Tips Mempersiapkan Anak Perempuan untuk Menstruasi Pertama

Topik mengenai menstruasi jangan dibahas sekaligus dalam satu waktu, tapi jelaskanlah pada anak perempuan secara bertahap. Ibu mungkin bisa memanfaatkan waktu-waktu santai untuk mengajak anak membicarakan mengenai topik tersebut. 

Berikut tips mempersiapkan anak perempuan untuk menstruasi pertama:

1. Persiapkan diri dengan pemahaman yang benar tentang menstruasi

Pertama-tama, sebelum membahas tentang menstruasi pada anak, ibu tentu saja perlu mempelajari lagi fakta-fakta mengenai menstruasi. Ibu bisa membaca lagi buku-buku atau artikel yang membahas siklus bulanan tersebut, agar ibu bisa menjelaskannya pada anak dengan benar.

2. Jujur, terbuka, dan positif

Saat menjelaskan menstruasi pada anak perempuan, diperlukan sikap terbuka, jujur, dan positif untuk membuat anak siap menghadapi perubahan tubuh di masa pubertas. Jangan ada yang ditutupi karena menganggapnya tabu. Bila anak bertanya lebih jauh, seperti tentang proses kehamilan, dan lain-lain, ibu juga perlu menjelaskannya dengan terbuka.

Penting juga untuk menjelaskan bahwa dengan terjadinya menstruasi dan perubahan tubuh, itu artinya ia memiliki tubuh yang sehat, normal, yang bekerja dengan baik. Jika pengalaman menstruasi pertama ibu tidak menyenangkan, bukan berarti anak akan mengalami hal yang sama.

3. Hal yang perlu anak ketahui mengenai menstruasi

Tunjukkan pada anak gambar di mana ovarium, rahim, dan vaginanya berada. Jelaskan bagaimana anak perempuan dilahirkan dengan dua indung telur yang berisi ribuan sel telur, dan setiap bulan ovarium melepaskan sel telur yang berjalan ke bawah dan “menggantung” di dalam rahim. 

Jika sel telur tidak dibuahi, maka sel telur dan lapisan rahim dikeluarkan melalui vagina dalam bentuk darah. Jelaskan padanya bahwa darah yang keluar bisa berwarna merah cerah, merah muda, atau cokelat, dan meskipun mungkin terlihat banyak, jumlahnya hanya sekitar 3-5 sendok makan.

Ibu juga bisa menjelaskan bahwa menstruasi biasanya datang setiap 28 hari, tetapi juga bisa terjadi antara 21-35 hari, dan biasanya berlangsung sekitar 3-7 hari. Jelaskan juga bahwa aliran darah terberat adalah selama 1-3 hari pertama, dan menjadi berkurang menjelang akhir. 

Ingat, ketika putri ibu mendapatkan menstruasi pertama, ia mungkin tidak mengalaminya setiap bulan. Katakanlah bahwa ini bisa menjadi normal, dan siklus menstruasinya mungkin membutuhkan waktu beberapa bulan agar teratur.

4. Semangati anak

Beritahu putri ibu bahwa saat menstruasi, ia tetap bisa menjalani aktivitasnya seperti biasa. Meskipun mungkin akan muncul rasa kram dan nyeri sebelum atau saat hari pertama menstruasi, tapi hal itu normal dan tidak akan terjadi berlangsung lama. Beritahu juga pada anak agar tidak perlu takut dengan darah yang keluar dari tubuhnya.

5. Cari keperluan menstruasi bersama

Beritahu anak bahwa ada beberapa perlengkapan yang diperlukan saat menstruasi, mulai dari pembalut, tampon, hingga celana dalam. Ajarkan cara menggunakannya, menggantinya, dan biarkan anak yang memilih jenis penampung menstruasi yang nyaman menurutnya.

6. Ajarkan anak bagaimana penanganan saat menstruasi terjadi

Menjelaskan menstruasi dari segi teori mungkin tidak membutuhkan waktu banyak. Namun, mengajarkan anak bagaimana penanganan saat menstruasi pertama terjadi, mungkin akan lebih membutuhkan waktu. Setidaknya sampai ia terbiasa pada saat periode berikutnya.

Salah satu hal yang mungkin dikhawatirkan anak, yaitu ketika menstruasi pertama terjadi saat ia tidak bersama dengan ibunya, misalnya di sekolah. Untuk itu, ajarkan tentang cara menggunakan dan mengganti pembalut. Ajarkan pula cara mengatasi bila darah menstruasi tembus ke rok seragam sekolah. 

Untuk itu, persiapkan anak agar ia selalu membawa pembalut ekstra, celana dalam ganti dan seragam cadangan saat periode menstruasi sedang berlangsung. Pastikan anak selalu membawa kantong plastik untuk menyimpan pakaian kotornya. Hal ini akan dipenuhi dengan kejutan, tapi seiring dengan waktu, anak akan mulai terbiasa.

Itulah tips yang bisa ibu lakukan untuk mempersiapkan anak untuk menstruasi pertamanya. Agar anak tidak kekurangan darah saat menstruasi, ibu juga bisa memberinya suplemen penambah darah. Ibu bisa cek kebutuhan obat dan vitamin untuk anak melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play.

Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2022. Talking to Your Child About Periods
Parents. Diakses pada 2022. 9 Ways to Prepare Your Daughter for Her First Period (and Make Sure It Doesn’t Suck)
WebMD. Diakses pada 2022. Preparing your child for menstruation.
Kids Plus Pediatric. Diakses pada 2022. Talking to Your Daughter About Periods