• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 6 Cara Mencegah Gangguan Memori saat Lanjut Usia

6 Cara Mencegah Gangguan Memori saat Lanjut Usia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Kamu pernah lupa menaruh kunci, lupa dengan nama seseorang atau lupa dengan alamat rumah kerabat. Ketika masih muda, kamu mungkin tidak terlalu memedulikan hal tersebut, tetapi seiring dengan bertambahnya usia, kamu akan menjadi lebih khawatir. Namun, kamu tidak perlu risau, karena perubahan memori yang berkaitan dengan usia tidak sama dengan demensia. 

Seiring dengan bertambahnya usia, kamu akan mengalami perubahan fisiologis yang dapat menyebabkan gangguan pada fungsi otak, sehingga diperlukan waktu lebih lama untuk mempelajari dan mengingat suatu informasi. Namun, kamu bisa mencegah terjadinya gangguan memori karena usia dengan melakukan hal-hal berikut ini. 

  • Melatih Otak

Sama seperti latihan fisik, latihan mental yang melibatkan otak pun sangat baik dilakukan untuk mencegah gangguan memori karena usia, seperti dilansir dari laman WebMD. Beberapa aktivitas yang bisa melatih otak, termasuk bermain kartu, bermain puzzle, atau permainan di ponsel yang melibatkan kerja otak. Setiap aktivitas yang menantang mental kamu akan membuat pikiran tetap tajam. 

Baca juga: Daya Ingat Menurun karena Kurang Tidur, Benarkah?

  • Perhatikan Pola Tidur

Perhatian dan konsentrasi akan mengalami penurunan ketika tidur tidak nyenyak. Ini artinya, fungsi otak tidak akan setajam ketika kamu memiliki tidur yang berkualitas. Kamu bisa mencoba untuk tidak makan besar sebelum tidur, disiplin dalam beristirahat malam pada waktu yang sama setiap harinya, tidak minum kopi atau alkohol sebelum tidur, dan tidak merokok sebelum tidur untuk mendapatkan tidur nyenyak dan berkualitas. 

  • Aktif Secara Fisik

Seperti dikutip dari laman Mayo Clinic, aktivitas fisik membantu meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk otak. Kegiatan ini akan membantu menjaga daya ingat tetap tajam. Bagi orang dewasa yang sehat, Department of Health and Human Services merekomendasikan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik sedang seperti jalan cepat, atau 75 menit seminggu untuk aktivitas aerobik yang kuat, contohnya lari jogging

Baca juga: Tak Cuma Hilang Ingatan, Ini 7 Gejala Demensia

  • Perhatikan Pola Makan

Menjalani pola makan yang sehat sama baiknya untuk otak seperti halnya jantung. Rutinlah konsumsi buah-buahan, sayuran, dan jaga asupan cairan agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Pilihlah sumber protein yang rendah lemak, seperti ikan, kacang, dan daging unggas tanpa kulit. Hindari konsumsi alkohol karena bisa membuat kamu mengalami gangguan memori lebih cepat. 

  • Kelola Stres

Kondisi stres tidak hanya memberikan dampak negatif untuk fisik, tetapi juga untuk otak. Kadar hormon stres atau kortisol yang tinggi akan membuat tubuh lebih sulit untuk menarik informasi dari ingatan otak. Jadi, kelola stres dengan baik, seperti meditasi, yoga, berolahraga, atau melakukan berbagai aktivitas yang kamu sukai. 

Stres yang tidak tertangani akan berujung pada depresi. Jadi, kapan saja kamu membutuhkan bantuan ahli dalam menangani kondisi stres yang kamu alami, pakai aplikasi Halodoc. Psikolog akan membantu kamu kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Tidak hanya itu, aplikasi Halodoc juga bisa kamu gunakan untuk membuat janji di rumah sakit terdekat, sehingga berobat tidak perlu lagi mengantre. 

Baca juga: Waspada, Ini Gejala Pikun Dini yang Sering Tidak Disadari

  • Tetap Terlibat Secara Sosial

Sebuah tulisan yang berjudul Tools for Advancing Research into Social Networks and Cognitive Function in Older Adults, yang dipublikasikan dalam International Psychogeriatrics, membuktikan bahwa orang-orang yang terlibat atau memiliki jejaring sosial lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami demensia. Jadi, tetaplah aktif secara sosial untuk menghindari terjadinya gangguan memori. 

Terkadang, kondisi medis tertentu juga bisa mengakibatkan terjadinya gangguan memori, termasuk depresi, diabetes, penyakit tiroid, dan kekurangan vitamin. Obat tertentu, seperti obat tidur dan obat untuk mengatasi gangguan kecemasan pun memengaruhi kinerja memori. Jadi, tetap lakukan pengecekan kesehatan secara berkala dan hindari konsumsi obat tanpa petunjuk dokter, ya!

Sumber: 
H. Dodge, et al. 2014. Diakses pada 2020. Tools for Advancing Research into Social Networks and Cognitive Function in Older Adults. International Psychogeriatrics 26(4): 533-539. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Healthy Aging.
WebMD. Diakses pada 2020. 9 Brain Boosters to Prevent Memory Loss.