• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 6 Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri pada Remaja

6 Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri pada Remaja

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Sebagai tahap peralihan, masa remaja sering kali membuat anak bingung akan banyak hal. Itulah sebabnya wajar jika Si Kecil yang periang bisa tiba-tiba jadi pemalu dan butuh banyak ruang privasi. Hal yang bisa dilakukan orangtua adalah menumbuhkan rasa percaya diri pada remaja. 

Ya, rasa percaya diri sangat penting untuk dimiliki remaja. Hal ini akan memengaruhi caranya bertindak di depan umum, cara berperilaku, serta berpikir positif akan segala sesuatu. Selain itu, rasa percaya diri juga membuat remaja lebih mampu menghadapi kehidupan, tantangan, ketidakpastian, dan kekecewaan yang pasti akan terjadi dalam hidupnya.

Baca juga: Trik Menemukan Bakat dalam Diri Si Kecil

Peran Orangtua dalam Menumbuhkan Rasa Percaya Diri pada Remaja

Tidak sedikit anak yang tampak percaya diri saat anak-anak tetap bisa mempertahankan sifat tersebut saat memasuki masa remaja. Dari semua orang, peran orangtua adalah yang paling penting dalam hal membangun kepercayaan diri pada remaja. Dukungan orangtua dalam membangun kepercayaan diri pada remaja dapat sangat membantu dalam membentuk kepribadiannya.

Remaja adalah tempat seorang anak dibentuk menjadi orang dewasa. Ini adalah proses yang sangat sensitif, sehingga orangtua perlu sabar dan mengayomi anak. Maka dari itu, langkah yang tepat perlu dilakukan agar sifat percaya diri pada anak terus terbawa hingga dewasa kelak. Berikut ini beberapa cara untuk menumbuhkan rasa percaya diri remaja:

1. Hormati dan Hargai

Jangan lupa bahwa remaja bukan lagi anak-anak dan bisa dibilang “hampir” dewasa. Oleh karena itu, hormati dan hargai ia layaknya orang dewasa pada umumnya. Mulailah dengan mengganti kebiasaan menyapa yang kekanak-kanakan menjadi yang lebih terkesan menghormati. 

Jika ada masalah atau ketakutan yang mereka rasakan, anggap juga itu sebagai hal yang penting. Bukan malah meledek atau menyepelekan itu sebagai hal yang tidak perlu dibesar-besarkan. Ingatlah bahwa ketakutan yang dialami di masa anak-anak dan remaja bisa jadi memengaruhi psikologisnya di usia dewasa nanti. Dengan begitu, rasa percaya diri anak terus terjaga jika ibu selalu menghormati dan menghargai perasaannya.

Baca juga: Usia yang Tepat untuk Mulai Pendidikan Seks pada Anak

2. Sering Beri Pujian dan Hindari Mengkritik

Bersikaplah murah hati dengan memberinya pujian ketika melakukan sesuatu yang baik. Hal ini dapat meningkatkan rasa percaya dirinya dalam banyak hal dan mendorong mereka untuk melakukan hal yang lebih baik. Ekspresikan dan beritahu ia bahwa kamu bangga memiliki anak sepertinya.

Di sisi lain, cobalah untuk sebisa mungkin menghindari kritik, karena hal ini dapat merusak kepercayaan diri anak. Jika ada sesuatu yang kamu tidak suka, cobalah ajak ia duduk bersama dan membicarakannya baik-baik, tanpa ada nada mengomel. 

3. Bangun Harga Diri Anak

Remaja terbilang mudah untuk goyah saat memasuki situasi yang tidak sesuai dengan keinginannya. Hal ini juga dapat didasari oleh orang lain yang membuatnya kurang percaya diri dalam jangka panjang. Sebagai orangtua, pastikan untuk membantu remaja membangun fondasi yang sehat dan stabil untuk menjaga harga dirinya. Ajarkan anak jika menjadi orang yang lebih baik itu sangat penting.

4. Jelaskan Bahwa Penampilan Tidak Penting

Kebanyakan remaja berada di bawah tekanan teman sebayanya. Bagi mereka di usia ini, penampilan sangat berarti. Mereka mungkin mendambakan penampilan seperti model dan selebritis. Ketidakmampuan untuk melakukannya akan sangat memengaruhi kepercayaan diri mereka.

Jadi, berilah penjelasan pada mereka bahwa penampilan tidak penting dan bukan hal yang utama. Hal yang penting adalah bersih, rapi, sehat, serta sopan dan santun. Beri pemahaman bahwa orang akan dihargai dari caranya bersikap dan menghargai orang lain. 

5. Fokus Pada Kekuatan yang Dimiliki

Ajari remaja bahwa dia harus lebih fokus pada kekuatan. Jangan pernah membandingkan ia dengan teman, teman, saudara, dan sepupunya. Beri pemahaman bahwa setiap orang punya kekuatannya masing-masing dan tidak selalu dalam hal yang sama.

Ajari juga ia untuk menjadi lebih kuat dan membangun tingkat toleransi terhadap ejekan atau cemoohan. Ajak ia untuk fokus pada apa yang jadi kekuatannya saja. Jika ada yang berkata buruk tentangnya, anggaplah itu sebagai cara mereka untuk membuatnya gagal, sehingga ia harus tetap kuat dan buktikan kemampuannya.

Baca juga: Hubungan Ayah dan Anak Renggang, Ibu Lakukan Ini

6. Selalu Beri Dukungan

Orangtua mungkin bahkan tidak menyadari betapa gerakan kecil dan hal-hal kecil yang dikatakan dan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, dapat meningkatkan kepercayaan diri remaja. Jadi, pastikan ia harus tahu bahwa orangtuanya selalu ada untuknya, apa pun yang terjadi.

Ketika ia tahu ia memiliki seseorang untuk diandalkan, ia akan bisa menghadapi hidupnya dengan lebih percaya diri dan kuat. Hadapi setiap kesulitan dengan positif dan ingatlah bahwa masalah dan kecemasan remaja adalah bagian dari proses pertumbuhannya. Jadi bersabarlah dan bantu ia semaksimal mungkin.

Itulah beberapa cara yang dapat ibu atau ayah terapkan sebagai orangtua untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak saat menuju remaja. Tentunya, setiap orangtua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Lakukan semua hal yang telah disebutkan tersebut, diharapkan kepercayaan diri anak terhadap diri sendiri terus terjaga hingga dewasa.

Namun, jika menemui kesulitan dan butuh saran pengasuhan dari ahlinya, kamu bisa bertanya langsung pada psikolog anak dari Halodoc, kapan dan di mana saja. Cukup dengan download aplikasi Halodoc, segala kemudahan dalam akses kesehatan bisa didapatkan hanya dengan penggunaan smartphone. Unduh sekarang juga!

Referensi:
Mom Junction. Diakses pada 2021. 10 Tips To Increase Self Confidence In Teenagers.
Very Well Family. Diakses pada 2021. 8 Essential Strategies for Raising a Confident Teen.
Big Life Journal. Diakses pada 2021. 15 Tips to Build Self Esteem and Confidence in Teens.