6 Ciri Bipolar yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ciri bipolar

Halodoc, Jakarta - Bergejolaknya emosi seseorang secara berlebihan bisa menjadi ciri bipolar. Gangguan yang satu ini sering dianggap sebagai sebuah bentuk kelainan. Padahal, bipolar adalah sebuah gangguan kesehatan yang dialami oleh seseorang yang ditandai dengan perubahan suasana hati secara drastis.

Naik turunnya emosi seseorang ini merupakan dua episode gangguan bipolar di mana fase naik (episode mania) adalah ketika pengidap menjadi tampak sangat bersemangat dan berbicara dengan cepat. Sementara fase turun (episode depresi) adalah saat seseorang terlihat sedih serta kehilangan semangat dalam beraktivitas sehari-hari. Tidak hanya itu, ada juga pengidap gangguan bipolar yang mengalami kondisi normal meskipun berada di antara dua episode tersebut. Keadaan ini dapat berputar dengan cepat di mana tiba-tiba si pengidap bisa mengalami depresi atau malah sebaliknya.

Perubahan gejala bipolar pun bisa terjadi di saat yang bersamaan dan situasi ini disebut sebagai periode campuran (mixed state). Walaupun sulit dideteksi, ada beberapa ciri bipolar yang mudah diketahui. Apa saja? Yuk, simak penjelasan berikut ini:

Ciri-ciri  Bipolar Episode Mania

Keadaan ini biasanya terjadi selama kurung waktu sejam, sehari, bahkan seminggu. Mereka yang berada pada episode ini akan memperlihatkan perilaku ekstrem dan tak terkendali. Beberapa cirinya antara lain:

  1. Menunjukkan kegembiraan yang berlebihan.
  2. Berbicara dengan sangat cepat dan sulit untuk dipahami.
  3. Mengalami insomnia bahkan tidak tidur semalaman.
  4. Tidak mampu membedakan mana yang nyata dan mana yang khayalan.
  5. Susah diam, bergerak secara terus menerus atau berjalan mondar mandir.
  6. Berubah menjadi lebih waspada terhadap lingkungan di sekitarnya, seperti memerhatikan barang jatuh, sentuhan dari orang lain, hingga bunyi-bunyian di sekelilingnya.

Ciri-ciri Bipolar Episode Depresi

Berbanding terbalik dengan episode mania, pengidap bipolar yang berada di situasi episode depresi cenderung menampakkan kesedihan serta keputusasaan yang tidak wajar. Ada berbagai tanda ciri bipolar episode depresi, yakni:

  1. Hilangnya ketertarikan terhadap aktivitas yang sedang dilakukan.
  2. Tampak tak bertenaga dan berenergi secara tiba-tiba.
  3. Berubahnya pola makan secara drastis, baik meningkat hingga hilangnya nafsu makan.
  4. Menarik diri dari lingkungan serta orang-orang terdekat.
  5. Mengalami gangguan terhadap daya ingat dan kesulitan focus.
  6. Berbicara dengan sangat lambat sehingga tampak seperti pembicaraan jadi berputar-putar.

Penyebab Bipolar

Hingga saat ini, penyebab terjadinya gangguan ini masih sulit  untuk dirumuskan, namun secara umum bipolar disebabkan oleh ketidakseimbangan neurotransmitter atau zat yang berfungsi untuk mengontrol otak. Pengidap bipolar pun dihubungkan dengan faktor keturunan. Adapula berbagai faktor yang dapat menyebabkan risiko terjadi bipolar meningkat, antara lain stres tinggi, pengalaman traumatik, serta kecanduan minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang.

Pengobatan Bipolar

Sementara untuk mengobati bipolar hanya dapat dilakukan dengan tujuan menurunkan frekuensi naik turunnya emosi seseorang agar pengidap bisa hidup dengan normal, serta membaur dengan orang-orang yang ada di sekelilingnya. Tidak hanya dengan memperbaiki pola hidup, pengobatan bipolar juga dapat dilakukan dengan memberikan obat-obatan yang dipadukan dengan terapi psikologis. Untuk melakukan terapi ini, segera diskusikan dengan dokter di Halodoc.

Gunakan aplikasi Halodoc untuk berinteraksi dengan dokter. Kamu bisa menggunakan pilihan komunikasi chat, voice, atau video call untuk berdiskusi dengan dokter ahli yang ada di Halodoc lewat layanan Contact Doctor. Segera download aplikasi   Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga.

Baca juga: