6 Fakta Seputar Sindrom Asperger

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
6 Fakta Seputar Sindrom Asperger

Halodoc, Jakarta – Sindrom Asperger mungkin masih terdengar asing dan belum banyak diketahui. Penyakit ini terjadi karena adanya gangguan neurologis alias gangguan saraf. Sindrom Asperger masuk dalam kelompok gangguan spektrum autisme, yaitu gangguan pada sistem saraf yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam melakukan komunikasi atau berinteraksi dengan orang lain. 

Meski begitu, sindrom Asperger memiliki sedikit keunikan dengan kelompok gangguan autisme lainnya. Kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan dan harus mendapatkan perawatan yang baik dan sesuai kebutuhan. Sebab, sindrom Asperger yang diabaikan bisa menyebabkan berbagai komplikasi muncul. Biar lebih jelas, yuk, cari tahu sejumlah fakta seputar sindrom Asperger berikut ini. 

Baca juga: 4 Jenis Autis yang Perlu Diketahui

Mengenal Fakta Seputar Sindrom Asperger  

Kondisi ini terjadi akibat gangguan pada sistem saraf yang memengaruhi kemampuan pengidapnya dalam berkomunikasi. Orang yang mengidap kondisi ini umumnya juga akan merasa kesulitan untuk bisa berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan sosial. Sindrom Asperger masuk dalam kelompok gangguan autisme. Berikut ini beberapa fakta seputar penyait ini yang perlu diketahui:

1. Gangguan yang Berbeda

Meski masuk dalam spektrum autisme, tetapi sindrom Asperger umumnya memiliki gangguan yang berbeda dengan jenis sindrom autisme lainnya. Pengidap gangguan ini umumnya cerdas dan mahir dalam berbahasa. Sayangnya, orang dengan sindrom Asperger mengalami kesulitan dan canggung saat harus berkomunikasi atau berinteraksi dengan orang lain. 

2. Menyerang Anak-Anak 

Sindrom Asperger menyerang anak-anak, dan seringnya sudah berkembang sejak masih di dalam kandungan. Meski begitu, gejala atau tanda kelainan ini biasanya baru akan disadari seiring berjalannya waktu. Tak hanya itu, sindrom Asperger juga akan bertahan hingga pengidapnya beranjak dewasa. 

3. Belum Ada Obatnya 

Kabar buruknya, hingga kini masih belum ditemukan pengobatan untuk mengatasi gangguan ini. Meski begitu, pengobatan dan perawatan tetap harus dilakukan pada anak yang mengidap gangguan ini. Sindrom Asperger yang terdiagnosis sejak awal akan lebih mudah untuk “ditangani”, dan bisa membantu pengidap sindrom ini meningkatkan potensi dan kemampuan diri dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

4. Gejala yang Lebih Ringan 

Gejala yang muncul pada kondisi ini umumnya tidak seberat gejala pada gangguan autisme lainnya. Anak dengan gangguan ini biasanya dikenali dengan gejala, seperti sulit berinteraksi, tidak ekspresif, kurang peka, gangguan motorik, kurang menyukai perubahan, serta gangguan fisik atau koordinasi. 

5. Penyebab Belum Diketahui

Sindrom Asperger terjadi karena adanya gangguan spektrum autisme. Meski begitu, masih belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan gangguan ini bisa terjadi. Kondisi ini sering dikaitkan dengan faktor genetik. Penyakit ini juga diduga terjadi karena adanya infeksi saat hamil dan terpapar faktor pemicu perubahan bentuk pada janin. Sama seperti gangguan autisme lainnya, sindrom Asperger pada anak tidak bisa dicegah. 

Baca juga: Sindrom Asperger Beda dengan Autisme, Ini Penjelasannya

6. Membutuhkan Terapi

Perawatan dilakukan untuk meningkatkan potensi dan kemampuan pengidap sindrom Asperger dalam berinteraksi. Kondisi ini umumnya diatasi melalui terapi bahasa, bicara, dan sosialisasi. Pengidap sindrom Asperger juga disarankan untuk mendapat terapi fisik atau fisioterapi, terapi okupasi, dan terapi perilaku kognitif. Terapi dibutuhkan untuk membantu agar anak pengidap sindrom Asperger lebih tenang dan terhindar dari hal yang tidak diinginkan.

Baca juga: Vaksin Sebabkan Autisme? Ini Faktanya

Kondisi ini harus mendapat perawatan dan pengobatan yang tepat. Risiko komplikasi meningkat pada anak dengan sindrom Asperger yang tidak mendapat perawatan tepat. Bicarakan seputar gangguan ini kepada dokter di aplikasi Halodoc. Lebih mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2019. Asperger’s Syndrome.

MedicineNet. DIakses pada 2019. Asperger’s Syndrome.

WebMD. Diakses pada 2019. Asperger’s Syndrome.