• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 6 Gejala DBD yang Tak Boleh Diabaikan

6 Gejala DBD yang Tak Boleh Diabaikan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
6 Gejala DBD yang Tak Boleh Diabaikan

“Gejalanya yang mirip dengan flu biasa membuat demam berdarah sering dianggap sepele dan tidak segera ditangani. Padahal, dampak yang bisa ditimbulkan tanpa adanya penanganan sangat berbahaya. Oleh karena itu, gejala dbd sangat penting untuk diketahui sehingga pengobatan bisa segera dilakukan.”


Halodoc, Jakarta - Demam Berdarah Dengue atau DBD merupakan masalah kesehatan yang terjadi karena nyamuk. Infeksi virus ini bisa sangat membahayakan apabila tidak segera dilakukan pengobatan. Sayangnya, tak sedikit orang yang masih mengabaikan DBD karena gejalanya yang bisa dikatakan mirip dengan masalah kesehatan lain yang ringan, misalnya flu biasa. 

Dampaknya, banyak sekali kasus DBD yang berujung fatal karena terlambatnya pengobatan. Inilah mengapa sangat penting mengetahui gejala DBD. Secara umum, masalah kesehatan ini akan menimbulkan gejala antara empat sampai 10 hari setelah tubuh digigit nyamuk jenis Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Apabila ini terjadi pada anak pertama kali, gejalanya bisa lebih parah dibandingkan dengan orang dewasa. 

Baca juga: 3 Fase Demam Berdarah yang Wajib Kamu Ketahui

Gejala DBD Fase Awal yang Perlu Diwaspadai

Sebenarnya, meski tampak mirip, gejala DBD dan penyakit lainnya masih bisa dilihat perbedaannya. Berikut ini beberapa gejala umum dari DBD yang perlu diketahui:

  • Demam Tinggi yang Terjadi Secara Mendadak

Demam memang menjadi gejala pada hampir semua masalah kesehatan. Namun, pada DBD, demam akan terjadi secara tiba-tiba. Perbedaan lainnya adalah demam pada DBD bisa mencapai 40 derajat Celsius, dan tidak diikuti dengan gejala lainnya, seperti pilek, hidung tersumbat, atau batuk. Biasanya, demam akan terjadi antara dua hingga tujuh hari. 

  • Otot Terasa Nyeri

Tak hanya demam, pengidap DBD juga cenderung akan merasakan nyeri pada beberapa bagian tubuh, misalnya otot, tulang, sendi, dan belakang mata. Biasanya, gejala ini akan diikuti dengan tubuh yang berkeringat dan menggigil. Durasi terjadinya gejala tersebut antara 4 hingga 10 hari ketika virus memasuki tubuh. Nyeri otot juga terjadi bersama dengan sakit kepala dan demam tinggi. 

  • Sakit Kepala

Beberapa jam setelah mengalami demam, gejala berikutnya yang muncul adalah sakit kepala parah yang terjadi di sekitar dahi. Sakit kepala parah juga disertai dengan rasa nyeri pada bagian belakang mata. Kondisi ini merupakan gejala umum yang sering terjadi. Mungkin dengan mengonsumsi beberapa obat sakit kepala dapat membantu meredakannya. 

  • Mual dan Muntah 

Gejala DBD lainnya yang bisa terjadi pada anak-anak dan orang dewasa adalah mual dan muntah. Gangguan ini juga termasuk dalam masalah pencernaan yang turut dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut atau punggung. Masalah ini dapat terjadi selama dua hingga empat hari setelah paparan virus masuk dan menyerang di tubuh.

  • Tubuh Mengalami Kelelahan

Demam disertai nyeri otot dan masalah pencernaan yang terjadi pada pengidap DBD dapat membuat nafsu makan menurun. Akibatnya, tubuh menjadi kelelahan karena kurangnya asupan makanan dan sistem imun tubuh yang melemah. 

  • Munculnya Ruam Merah

Ruam merah merupakan gejala DBD yang paling khas. Ruam pada DBD biasanya berwarna kemerahan atau merah muda pucat yang muncul di wajah, dada, tangan dan kaki. Gejala DBD ini biasanya dimulai pada hari ketiga dan berlangsung selama 2–3 hari.

Baca juga: Begini Perbedaan Bintik Demam Berdarah dan Campak

Bila kamu mengalami gejala DBD seperti di atas, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan membantu kamu mendapatkan diagnosis dan penanganan terbaik. Hal ini mampu untuk menghindari segala komplikasi berbahaya yang dapat disebabkan oleh virus dengue akibat gigitan nyamuk ini.

Sekarang kamu bisa langsung menanyakan pada dokter apabila memiliki keluhan kesehatan tanpa harus keluar rumah. Caranya dengan download aplikasi Halodoc dan pilih langsung fitur Tanya Dokter. Dokter spesialis akan membantu kamu langsung mendapatkan penanganan yang tepat.

Cara Penanganan DBD pada Anak dan Orang Dewasa

Faktanya, tidak ada pengobatan khusus untuk demam berdarah. Bila gejalanya ringan, DBD bisa diatasi sendiri dengan perawatan rumahan. Kamu bisa mengonsumsi paracetamol untuk meredakan gejala demam dan nyeri yang muncul. Namun, ingat, hindari obat antiinflamasi non steroid (NSAID) karena bisa meningkatkan risiko perdarahan dan memperburuk kondisi. Pastikan juga kamu menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik dengan memperbanyak minum air putih.

Sedangkan untuk demam berdarah yang parah, perawatan medis oleh ahli medis berpengalaman dapat membuat gangguan yang terjadi menjadi lebih baik dan mencegah komplikasi berbahaya. Hal ini sudah terbukti menurunkan angka kematian lebih dari 20 persen menjadi kurang dari 1 persen. 

Baca juga: Lakukan Hal Ini untuk Mengobati Gejala Demam Berdarah

Itulah penjelasan mengenai gejala-gejala DBD yang perlu diwaspadai. Guna mencegah masalah kesehatan berbahaya ini, selalu pastikan kamu menjaga kesehatan diri dan lingkungan, ya!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

Referensi: 
MayoClinic. Diakses pada 2021. Dengue Fever.
WebMD. Diakses pada. Dengue Fever.
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2021. Dengue; Symptoms and Treatment.
World Health Organization. Diakses pada 2021. Dengue and severe dengue.
Medscape. Diakses pada 2021. How is rash characterized in dengue?