6 Gejala Kepribadian Ambang yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
borderline personality disorder, gangguan mental

Halodoc, Jakarta -  Borderline personality disorder (BPD), atau yang lebih dikenal dengan gangguan kepribadian ambang merupakan salah satu jenis gangguan mental yang ditandai dengan pandangan yang selalu berubah-ubah tentang diri sendiri, perubahan suasana hari dan perilaku impulsif. 

Pengidap borderline personality disorder (BPD) akan mempunyai cara pandang, cara pikir dan perasaan yang berbeda dibanding dengan kebanyakan orang. Karena hal tersebut, banyak masalah yang timbul dalam menjalankan kehidupan sehari hari. Selain itu, pengidap borderline personality disorder (BPD) akan kesulitan dalam menjalin komunikasi sosial dengan lingkungannya.

Baca juga: Hati-Hati, BPD Borderline Personality Disorder Memicu Komplikasi Ini 

Kasus gangguan mental yang satu ini biasanya akan timbul ketika seseorang beranjak dewasa. Namun, dengan penanganan tepat berupa psikoterapi dan obat-obatan, pengidap akan membaik seiring dengan berjalannya waktu. Ketahui gejala lain dari pengidap borderline personality disorder (BPD) berikut ini.

Gejala Kepribadian Ambang yang Perlu Diketahui

Borderline personality disorder (BPD) tidak mudah untuk diketahui, sama dengan gangguan mental lainnya. Namun, gangguan mental yang satu ini dapat didiagnosis dengan gejala-gejala berikut ini:

  1. Pengidap borderline personality disorder (BPD) biasanya memiliki ketakutan ketika diabaikan. Bahkan, pengidap akan memiliki reaksi yang berlebihan, seperti depresi, panik, atau marah.

  2. Pengidap borderline personality disorder (BPD) biasanya tidak dapat menjaga hubungan sosial mereka dengan orang-orang disekitar. Pasalnya, pengidap sering menyebabkan masalah dengan marah secara tiba-tiba.

  3. Pengidap borderline personality disorder (BPD) memiliki emosi, perasaan, atau nilai-nilai yang cepat berubah. Bahkan, pengidap bisa saja menganggap dirinya sendiri tidak ada.

  4. Pengidap borderline personality disorder (BPD) memiliki perilaku yang impulsif dan kadang berbahaya, seperti berjudi, menghamburkan uang, melakukan hubungan seksual yang tidak aman, atau penyalahgunaan obat-obatan.

  5. Pengidap borderline personality disorder (BPD) selalu merasa ingin bunuh diri atau merusak diri sendiri sebagai reaksi dari ketakutan akan diabaikan atau ditolak.

  6. Pengidap borderline personality disorder (BPD) memiliki mood yang selalu berubah-ubah, bahkan dapat berlangsung selama beberapa hari.

Baca juga: Inilah 4 Gejala BPD Borderline Personality Disorder yang Mesti Diwaspadai

Gejala yang bisa saja terjadi dan paling berbahaya adalah ingin selalu bunuh diri dan menyakiti diri sendiri. Dalam kasus yang parah, beberapa di antaranya bahkan sudah sering kali melakukan percobaan bunuh diri. Hal tersebut menjadi akibat paling tragis yang bisa saja dilakukan oleh pengidap masalah mental, seperti borderline personality disorder (BPD).

Pengidap borderline personality disorder (BPD) akan melukai diri sendiri yang akan memengaruhi kesehatan fisik dan tubuh pengidap. Pada kasus tertentu, pengidap borderline personality disorder (BPD) bahkan melukai diri sendiri yang dapat berujung pada kehilangan nyawa, seperti menyilet, memukul, menjedotkan kepala, menjambak rambut, membakar tubuh, serta tindakan berbahaya lain. 

Meski nampak berbahaya bagi kebanyakan orang, hal-hal yang membahayakan tersebut tidak terlihat sebagai sesuatu yang berbahaya di mata pengidap borderline personality disorder (BPD). Cara tersebut merupakan cara mereka mengekspresikan rasa sakit yang dirasakan dengan menghukum diri sendiri. Perhatikan jika kamu atau orang-orang terdekatmu memiliki gejala-gejalanya, ya!

Baca juga: Ini Bedanya Gangguan Bipolar dan Borderline Personality Disorder

Segera temui psikolog ketika kamu menyadari adanya tanda dan gejala yang sudah mengganggu kehidupan dan hubungan sosialmu. Dalam hal ini, kamu dapat membuat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan sejumlah bantuan medis. Apalagi, jika gejala sudah menyebabkan kamu mengidap stres yang berlebihan.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Borderline Personality Disorder.
NIMH. Diakses pada 2019. Borderline Personality Disorder.