• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 6 Gejala Umum yang Dialami saat Mengidap Hemiplegia

6 Gejala Umum yang Dialami saat Mengidap Hemiplegia

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Hemiplegia adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh kerusakan otak atau cedera sumsum tulang belakang yang menyebabkan kelumpuhan. Bentuk kelumpuhan pada hemiplegia diakibatkan oleh trauma yang memengaruhi kedua sisi tubuh. Sering kali kelumpuhan hanya terjadi pada satu lengan dan kaki, tetapi terkadang juga bisa meluas ke sebagian tubuh.

Hemiplegia dapat memicu kelemahan pada tubuh, masalah kontrol otot, dan kekakuan otot. Gejala hemiplegia bervariasi bergantung pada lokasi dan luasnya cedera. Informasi selengkapnya baca di sini!

Baca juga: Penting, Ketahui Perbedaan Nyeri Otot Biasa dan Cedera Otot

Ketahui Gejala Hemiplegia

Hemiplegia dapat memengaruhi sisi kiri atau kanan tubuh. Sisi otak mana pun yang terpengaruh menyebabkan gejala di sisi berlawanan dari tubuh. Orang yang mengalami hemiplegia dapat memiliki gejala yang berbeda tergantung pada tingkat keparahannya. Gejalanya bisa meliputi:

1. Kelemahan atau kekakuan otot di satu sisi.

2. Otot yang berkontraksi secara permanen.

3. Memburuknya keterampilan motorik halus. 

4. Kesulitan berjalan.

5. Keseimbangan yang buruk.

6. Kesulitan mengambil benda.

Anak-anak dengan kondisi hemiplegia membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai perkembangan tumbuh kembang ketimbang anak-anak lain seusianya. Anak dengan hemiplegia hanya dapat menggunakan satu tangan saat bermain atau mengepalkan satu tangan.

Jika hemiplegia disebabkan oleh cedera otak, kerusakan otak dapat menyebabkan gejala yang tidak spesifik untuk hemiplegia, seperti:

1. Masalah memori.

2. Kesulitan berkonsentrasi.

3. Masalah bicara.

4. Perubahan perilaku.

5. Kejang.

Butuh informasi selengkapnya mengenai gejala umum hemiplegia, cari tahu langsung di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya mudah, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Waspadai Kondisi Hemiplegia

Otak dan sumsum tulang belakang mengontrol gerakan otot. Jika otak atau sumsum tulang belakang rusak, mereka tidak dapat mengarahkan otot. Hasilnya adalah kelumpuhan. Sebagian besar kasus hemiplegia disebabkan oleh stroke. Penyebab lainnya termasuk:

Baca juga: Apa Saja Penyebab Stroke? Ini Jawabannya

1. Cedera tulang belakang (SCI).

2. Cerebral palsy.

3. Cedera otak traumatis (TBI).

4. Kanker otak.

5. Sklerosis ganda.

6. Polio.

7. Spina bifida.

8. Distrofi otot.

9. Infeksi otak (ensefalitis, meningitis).

Infeksi otak dapat menyebabkan kerusakan permanen pada korteks otak. Sebagian besar infeksi disebabkan oleh bakteri, tetapi beberapa infeksi juga dapat disebabkan oleh virus atau jamur. Benturan tiba-tiba di kepala juga dapat menyebabkan kerusakan otak permanen. 

Baca juga: Ternyata, Ini Penyebab Utama Terjadinya Hemiplegia

Jika trauma hanya memengaruhi satu sisi otak, kondisi hemiplegia bisa berkembang. Penyebab umum trauma termasuk juga tabrakan mobil, cedera olahraga, dan penyerangan. Mutasi yang sangat langka dari gen ATP1A3 dapat menyebabkan kondisi hemiplegia pada anak-anak. Pun, tumor otak dapat menyebabkan berbagai masalah fisik termasuk hemiplegia. Gejala hemiplegia bisa bertambah parah saat tumor tumbuh dan berkembang secara signifikan.

Hemiplegia adalah kondisi permanen dan belum ada obatnya untuk saat ini. Seseorang dengan hemiplegia yang menjalani program pengobatan efektif kemungkinan besar dapat memperbaiki gejala hemiplegia dari waktu ke waktu. Orang dengan hemiplegia seringkali dapat hidup mandiri dan aktif dengan menggunakan alat bantu mobilitas.

Menurut rekomendasi dari Spinal Cord. Inc, disebutkan kalau beberapa latihan spesifik dapat membantu mengatasi kondisi hemiplegia, yaitu:

1. Latihan Kekuatan

Beberapa latihan kekuatan terbukti bermanfaat bagi pengidap hemiplegia. Pelatihan yang direkomendasikan dapat bervariasi tergantung pada jenis hemiplegia, tetapi latihan yang umum antara lain menekuk lutut serta gerakan-gerakan lain yang dapat membantu meningkatkan jangkauan gerak dan fungsi anggota tubuh yang terkena.

2. Peregangan Otot

Meregangkan kelompok otot tertentu membantu mencegah efek samping hemiplegia, seperti nyeri sendi/otot akibat tidak menggerakkan anggota tubuh terlalu lama dan atrofi otot. 

3. Aerobik Duduk

Aerobik duduk memberikan cara yang relatif aman untuk membakar kalori dan meningkatkan kesehatan. Bentuk latihan ini direkomendasikan untuk pengidap hemiplegia yang baru pulih dari cedera tulang belakang.

4. Aerobik Air

Latihan ini memungkinkan pengidap hemiplegia mengendurkan otot dan menopang seluruh berat tubuh dengan relatif mudah dan melatih berbagai gerakan yang selama ini terabaikan karena kondisi hemiplegia.

Orang tersayang mengalami hemiplegia dan butuh rekomendasi perawatan? Tanyakan saja langsung ke Halodoc ya!

Referensi:
SpinalCord. Diakses pada 2020. Hemiplegia.
Healthline. Diakses pada 2020. Hemiplegia: Causes and Treatments for Partial Paralysis.
Healthline. Diakses pada 2020. Hemiparesis vs. Hemiplegia: What’s the Difference?