08 October 2018

6 Hal Ini Meningkatkan Risiko Terkena Crohn's Disease

6 hal ini meningkatkan risiko terkena crohn's disease

Halodoc, Jakarta – Crohn's disease (penyakit Crohn) termasuk kedalam penyakit radang usus kronis. Pada tahap awal, penyakit ini akan membentuk kantong kecil pada permukaan bagian usus. Seiring berjalannya waktu dan semakin parahnya penyakit crohn, kantong yang dikenal dengan istilah ulkus aphthous akan menjadi lebih dalam. Hal itu menyebabkan luka atau peradangan pada usus.

Luka ini yang dapat menyebabkan lubang di usus sehingga menyebabkan bakteri dari usus menyebar ke organ tubuh lainnya. Jika tidak segera ditangani maka luka di usus akan semakin parah dan membuat pengidap akan mengalami demam tinggi dan sakit perut yang menyakitkan. Parahnya, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi.

Gejala Crohn's Disease

Banyak gejala yang muncul jika kamu mengalami penyakit crohn, di antaranya:

1. Diare

Pengidap penyakit crohn biasanya akan mengalami diare dalam jangka waktu yang sangat panjang. Hal ini diakibatkan karena adanya peradangan kronis.

2. Sakit Perut

Pengidap penyakit crohn akan merasakan sakit perut di area kanan bawah. Ini adalah bagian usus kecil yang merupakan bagian dari saluran pencernaan. Usus kecil merupakan bagian pencernaan yang paling mungkin terserang penyakit crohn.

3. Berat Badan Turun

Pengidap penyakit crohn akan mengalami diare yang cukup parah sehingga kemungkinan mengalami penurunan berat badan.

Faktor Risiko Penyebab Crohn's Disease

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab penyakit crohn. Namun, ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan seseorang mengalami penyakit ini.

1. Keturunan atau Genetik

Beberapa penelitian mengatakan bahwa penyakit crohn adalah salah satu penyakit yang dapat diturunkan melalui faktor genetik. Jika dalam satu keluarga terdapat seseorang yang memiliki penyakit crohn, maka kemungkinan keluarga yang lain juga bisa memiliki penyakit ini. Penyakit crohn nyatanya hanya cenderung terjadi di beberapa etnis saja.

2. Gangguan Sistem Kekebalan Tubuh

Sistem kekebalan tubuh sangat penting untuk kesehatan seseorang. Saat sistem kekebalan tubuh seseorang mengalami gangguan, sel imun yang seharusnya melindungi usus dari bakteri justru akan menyerang bakteri baik yang membantu proses pencernaan. Kondisi ini bisa mengakibatkan penyakit crohn.

3. Mengonsumsi Obat Tertentu

Obat yang mengandung anti-inflamasi, antibiotik, dan bahkan pil KB dapat menyebabkan seseorang mengalami penyakit crohn. Apalagi jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang.

4. Lingkungan Hidup

Beberapa studi menyatakan bahwa kondisi lingkungan hidup bisa menyebabkan seseorang mengalami penyakit crohn. Salah satunya adalah lingkungan yang kebersihannya kurang terjaga. Sebaiknya, hindari lingkungan yang memiliki siklus air yang kurang sehat atau sumber air yang tercemar.

5. Kebiasaan Merokok

Jika kamu memiliki kebiasaan merokok, sebaiknya hentikan kebiasaan tersebut. Perokok aktif dapat mengidap penyakit crohn dua kali lebih besar dibanding dengan orang yang tidak merokok. Gejala yang ditimbulkan biasanya akan lebih parah. Bahkan, penanganannya memerlukan operasi.

6. Mengonsumsi Jenis Makanan Tertentu

Makanan yang memiliki lemak tinggi berpotensi menjadi penyebab dari penyakit crohn. Sebaiknya hindari mengonsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi secara berlebihan. Tidak hanya penyakit crohn, banyak penyakit lain yang diakibatkan mengonsumsi lemak secara berlebihan.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala dari penyakit crohn, di antaranya dengan menjalani gaya hidup sehat dan menjaga pola makan. Konsumsilah makanan yang bersih dan bernutrisi baik untuk kesehatan. Kamu bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung kepada dokter mengenai kesehatan kamu. Yuk download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Baca juga: