• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 6 Hal yang Sebabkan Program Bayi Tabung Gagal
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 6 Hal yang Sebabkan Program Bayi Tabung Gagal

6 Hal yang Sebabkan Program Bayi Tabung Gagal

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 16 November 2022

“Bayi tabung adalah program kehamilan yang punya peluang keberhasilan cukup tinggi. Namun, ada sejumlah faktor yang bisa menggagalkannya, mulai dari kelainan embrio sampai masalah implantasi.”

6 Hal yang Sebabkan Program Bayi Tabung Gagal6 Hal yang Sebabkan Program Bayi Tabung Gagal

Halodoc, Jakarta – Bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) adalah program kehamilan yang memungkinkan sperma untuk membuahi sel telur dalam sebuah tabung. Prosedur ini umumnya dilakukan ketika program kehamilan alami, misalnya, tak kunjung membuahkan hasil.  IVF bisa dibilang metode yang paling efektif ketimbang lainnya. Adapun, tingkat keberhasilannya bisa mencapai 30 hingga 40 persen. 

Meski begitu, tetap ada sejumlah faktor yang membuat program ini gagal. Kualitas embrio, misalnya. Melansir Journal of Assisted Reproduction and Genetics, ada beberapa parameter untuk menilai kualitas embrio, mulai dari morfologi, perkembangan, genetik, dan metabolisme. Embrio yang tidak dapat ditanam setelah dipindahkan ke rahim adalah penyebab kegagalan yang paling umum. Biasanya, embrio tersebut cacat sehingga tidak mampu berkembang di dalam rahim. 

Penyebab Program Bayi Tabung Gagal

Selain kualitas embrio, berikut penyebab gagalnya program bayi tabung:

1. Usia sel telur

Selain sperma, kualitas sel telur juga perlu diperhatikan untuk menambah peluang keberhasilan. Namun, kualitas dan kuantitas sel telur ini umumnya menurun seiring bertambahnya usia wanita. Sel telur wanita di bawah 35 tahun memiliki tingkat implantasi hingga 45 persen. Setelah memasuki 40 tahun, peluangnya menjadi 15 persen saja. 

2. Respon dari ovarium

Dalam beberapa kasus, indung telur wanita tidak bereaksi atau memberikan respon obat IVF. Akibatnya, wanita yang menjalani program ini tidak mampu menghasilkan banyak sel telur. Kasus tersebut umumnya menimpa wanita berusia di atas 37 tahun. Wanita yang memiliki hormon perangsang folikel yang cukup tinggi seringkali juga sulit merespon obat IVF. 

3. Kelainan Kromosom

Kelainan kromosom pada embrio juga bisa menggagalkan proses IVF. Kondisi ini terjadi ketika embrio memiliki bagian DNA kromosom yang hilang, ekstra, atau tidak teratur. Kondisi tersebut bisa menghambat sampai menggagalkan proses implantasi. Bahkan, meski pembuahan sudah berhasil, kelainan embrio berisiko tinggi menyebabkan keguguran. 

Kelainan kromosom umumnya diturunkan salah satu orang tua alias bersifat genetik. Artinya, hal seperti ini amat sulit dicegah. Seiring bertambahnya usia wanita juga meningkatkan potensi kelainan kromosom. Bukan berasal dari wanitanya saja, pria juga bisa mengembangkan kelainan kromosom seiring bertambahnya usia. 

4. Gaya hidup yang tidak sehat

Pilihan gaya hidup juga punya peranan besar dalam keberhasilan bayi tabung. Contoh gaya hidup yang tidak sehat yaitu merokok dan minum alkohol. Dokter akan meminta menghentikan kebiasaan tersebut tiga bulan sebelum memulai program bayi tabung. Perokok biasanya membutuhkan siklus IVF dua kali lebih banyak untuk bisa hamil. Potensi keguguran juga lebih besar bagi pasutri yang merokok.

Selain itu, wanita yang kelebihan atau kekurangan berat badan juga dianjurkan untuk mencapai berat badan ideal terlebih dahulu. Bagi wanita yang mengalami berat badan berlebih, mungkin perlu menurunkannya sebanyak 10 persen untuk meningkatkan peluang kehamilan.

5. Masalah implantasi

Normalnya, embrio harus menempel dengan benar pada lapisan uterus. Jika tidak, program bayi tabung mengalami kegagalan. Ada sejumlah hal yang menyebabkan masalah implantasi. Mulai dari penyakit sampai masalah hormon. Beberapa kondisi tersebut contohnya endometrium, penyakit autoimun, polip rahim, peningkatan kadar progesteron, infeksi rahim, dan permukaan menonjol dalam rongga uterus.

6. Masalah teknis

Masalah teknis selama proses bayi tabung bisa menggagalkan program kehamilan ini. Itu sebabnya, IVF perlu dilakukan secara hati-hati oleh dokter yang sudah ahli. Pastikan kamu dan pasangan memilih dokter yang kompeten dan punya banyak riwayat keberhasilan dalam melakukan program bayi tabung.

Jika berencana melakukan program bayi tabung, jangan lupa konsumsi vitamin dan suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Segera cek kebutuhan vitamin dan suplemen di toko kesehatan Halodoc. Jangan tunggu sakit untuk minum vitamin, download Halodoc sekarang juga!

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi:
Win Fertility. Diakses pada 2022. TOP 6 REASONS FOR FAILED FERTILITY TREATMENTS.
Infertility Aide. Diakses pada 2022. Top 5 reasons for failure of IVF.
Texas Fertility Center. Diakses pada 2022.Why does IVF fail?
The Fertility & Gynecology Academy. Diakses pada 2022. WHY DOES IVF FAIL?
National Library of Medicine. Diakses pada 2022. The role of sperm DNA testing on male infertility.
National Library of Medicine. Diakses pada 2022. Paternal factors contributing to embryo quality.