Awasi 6 Kondisi Ini saat Melakukan Pemeriksaan Radiologi

Awasi 6 Kondisi Ini saat Melakukan Pemeriksaan Radiologi

Halodoc, Jakarta - Tak bisa dipungkiri kalau tenaga medis yang profesional dan alat medis yang canggih, cukup menentukan kepuasan seseorang ketika berobat ke rumah sakit. Dari banyaknya alat medis yang digunakan dokter, alat canggih di bagian radiologi merupakan salah satu alat yang cukup sering digunakan. 

Pemeriksaan radiologi ini menggunakan teknologi pencitraan untuk mendiagnosis dan mengobati suatu penyakit. Singkat kata, pemeriksaan ini bisa membantu dokter untuk menelisik kondisi bagian dalam tubuh. Dalam prosesnya teknologi medis ini menggunakan penyinaran, zat radioaktif, medan magnet, hingga gelombang suara untuk melihat bagian dalam tubuh. 

Radiologi sendiri bermacam-macam, mulai dari USG, fluoroskopi, foto Rontgen, pemeriksaan nuklir (positron emission tomography scan), computed tomography, hingga magnetic resonance imaging (MRI). 

Nah, bagi kamu yang akan melakukan pemeriksaan ini, ada baiknya untuk mengetahui hal atau kondisi apa saja yang tak boleh dilakukan saat menjalani pemeriksaan radiologi. 

Baca juga: Bolehkah Ibu Hamil Melakukan Rontgen Dada?

  1. Wanita Hamil. Sampai Kini belum diketahui dampak medan magnet di mesin MRI pada janin. Oleh sebab itu, wanita hamil amat disarankan untuk berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter sebelum melakukan pemeriksaan ini. Biasanya dokter akan menyarankan metode lain sebagai pengganti MRI. Selain MRI, bumil juga tak disarankan menjalani pemeriksaan CT scan, PET scan, dan foto Rontgen. Alasannya jelas, radiasi dari ketiga pemeriksaan itu diduga dapat memberikan dampak yang buruk bagi janin. Cobalah tanyakan pada dokter, mintalah saran untuk menjalani pemeriksaan yang aman bagi janin. 

  2. Alergi. Seseorang mungkin saja akan diberikan cairan kontras pada beberapa pemeriksaan radiologi. Cairan ini bermanfaat untuk menghasilkan gambar organ dalam tubuh yang lebih jelas. Namun, tak menutup kemungkinan cairan tersebut bisa memicu alergi. Oleh sebab itu, beri tahu dokter bila mengidap alergi tertentu.

  3. Mengonsumsi Obat Diabetes. Sebelum melakukan pemeriksaan ini, beri tahu dokter obat apa saja yang sedang dikonsumsi. Pasalnya, beberapa jenis obat bisa memengaruhi hasil pemeriksaan. Salah satunya obat diabetes yang tak boleh dikonsumsi sebelum pemeriksaan.

  4. Mengidap claustrophobia. Andaikan takut terhadap ruang sempit atau mengidap claustrCphobia, sebaiknya beri tahu dokter sebelum melakukan pemeriksaan ini. Biasanya dokter akan memberikan obat penenang sebelum pemeriksaan dilakukan. 

  5. Menggunakan Implan. Awas, keberadaan implan logam di dalam tubuh bisa membahayakan tubuh. Pasalnya, magnet dari pemeriksaan MRI sangat kuat. Oleh sebab itu, beri tahu dokter bila kita menggunakan implan atau alat bantu yang dipasang di dalam tubuh. Misalnya alat pacu jantung atau sendi buatan. Tak cuma itu saja, beri tahu dokter bila memiliki tato di tubuh. Alasannya jelas, sebab beberapa jenis tinta yang berwarna gelap mungkin mengandung logam.

  6. Masalah Hati atau Ginjal. Seseorang yang mengidap masalah pada hati atau ginjal, juga perlu memberi tahu dokter sebelum melakukan pemeriksaan radiologi. Nantinya dokter akan membatasi jumlah kontras yang disuntikan sebelum pemeriksaan. 

Baca juga: 4 Masalah Kesehatan yang Bisa Dideteksi X-Ray

Bila memiliki kondisi-kondisi di atas, cobalah diskusikan dengan dokter agar pemeriksaan radiologi berlangsung aman. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu di sini. Mudah, kan? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play! Mudah, kan?