• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 6 Kondisi yang Bisa Memicu Terjadinya Agoraphobia

6 Kondisi yang Bisa Memicu Terjadinya Agoraphobia

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
6 Kondisi yang Bisa Memicu Terjadinya Agoraphobia

Halodoc, Jakarta – Agoraphobia adalah jenis gangguan kecemasan di tempat umum terutama di lokasi berkumpulnya banyak orang. Pengidap agoraphobia merasakan terjebak, tak berdaya, panik, malu, dan takut saat berada di keramaian, sehingga dia akan menghindari kerumunan atau tempat berkumpulnya banyak orang.

Orang dengan agoraphobia sering kali memiliki gejala serangan panik, seperti detak jantung yang cepat dan mual, saat berada dalam situasi stres. Gejala-gejala ini pun bisa muncul sebelum pengidapnya berada di situasi yang ditakuti. Lantas, kondisi seperti apa yang bisa memicu terjadinya agoraphobia? Baca selengkapnya di sini!

Baca juga: Pengidap Agoraphobia Bisa Sebabkan Gangguan Kecemasan

Depresi dan Riwayat Pelecehan Bisa Picu Agoraphobia

Penyebab pasti agoraphobia tidak diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko ataupun memicu kondisi ini, termasuk: 

1. Depresi.

2. Mengidap phobia lain seperti klaustrofobia dan fobia sosial.

3. Mengalami jenis gangguan kecemasan lainnya, seperti gangguan kecemasan umum atau gangguan obsesif kompulsif.

4. Punya riwayat pelecehan fisik atau seksual.

5. Punya masalah penyalahgunaan obat-obatan.

6. Ada riwayat keluarga dengan kondisi yang sama.

Perlu diketahui kalau agoraphobia juga lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada pria. Biasanya dimulai pada usia dewasa muda, rata-rata di usia 20 tahun. Namun, gejala kondisi tersebut bisa muncul pada usia berapa pun.

Baca juga: Takut Tempat Ramai atau Sepi? Hati-Hati Kena Agoraphobia

Agoraphobia didiagnosis berdasarkan gejala dan tanda. Dokter akan bertanya tentang gejala, termasuk kapan gejala dimulai dan seberapa sering mengalaminya. Dokter akan menanyakan pertanyaan yang berkaitan dengan riwayat kesehatan dan riwayat keluarga serta melakukan tes darah untuk membantu menyingkirkan penyebab fisik dari gejala.

Jika kamu merasakan ketakutan atau kecemasan yang intens ketika menggunakan transportasi umum, berada di ruang terbuka, seperti toko atau tempat parker, berada di ruang tertutup, seperti lift atau mobil, berada di tengah keramaian, berada jauh dari rumah sendirian selama kurun waktu tertentu, besar kemungkinan kamu mengidap agoraphobia. Kemudian ada kriteria tambahan, setidaknya kamu harus mengalami serangan panik berulang. 

Baca juga: Yang Terjadi pada Tubuh Ketika Mengidap Agoraphobia

Informasi selengkapnya mengenai kondisi yang memicu terjadinya agoraphobia bisa ditanyakan langsung ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Ketidakseimbangan Neurotransmiter

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh National Health Service, kondisi yang memicu terjadinya agoraphobia bisa juga karena ketidakseimbangan kadar neurotransmitter di otak sehingga dapat memengaruhi mood dan perilaku. Situasi ini dapat memicu peningkatan respons stres dalam situasi tertentu dan memunculkan perasaan panik.

Ada teori juga yang mengatakan kalau otak orang dengan gangguan panik mungkin memiliki kabel yang berbeda dari kebanyakan orang. Ada kerusakan di bagian otak yang diketahui menghasilkan emosi ketakutan dan efek fisik yang terkait dengan rasa takut. Bisa jadi ini yang membangkitkan emosi ketakutan yang kuat dan memicu serangan panik.

Ada lagi temuan yang menunjukkan kalau ada hubungan antara gangguan panik dan kesadaran spasial. Kesadaran spasial adalah kemampuan untuk menilai keberadaan diri dalam kaitannya dengan objek dan orang lain.

Beberapa orang dengan gangguan panik memiliki sistem keseimbangan dan kesadaran ruang yang lemah. Hal ini dapat menyebabkan mereka merasa kewalahan dan kehilangan arah di tempat-tempat ramai, sehingga memicu serangan panik.

Referensi:
National Health Service. Diakses pada 2020. Agoraphobia
Healthline. Diakses pada 2020. Agoraphobia
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Agoraphobia