• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 6 Penyakit Tidak Menular yang Sering Menyebabkan Kematian

6 Penyakit Tidak Menular yang Sering Menyebabkan Kematian

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
6 Penyakit Tidak Menular yang Sering Menyebabkan Kematian

“Seperti namanya, penyakit tidak menular merupakan masalah kesehatan yang tidak bisa ditularkan dari satu orang ke orang lainnya melalui kontak apa saja. Meski begitu, ternyata ada beberapa penyakit tidak menular yang memiliki risiko tinggi menyebabkan kematian.”

Halodoc, Jakarta – Sayangnya, angka kematian yang disebabkan karena penyakit tidak menular justru bisa dikatakan tinggi. Berdasarkan data yang berasal dari Badan Kesehatan Dunia pada tahun 2020, disebutkan bahwa sebanyak 66 persen angka kematian di Indonesia berasal dari penyakit tidak menular. Sebagian besar dari kondisi tersebut terjadi karena masalah kesehatan yang sifatnya kronis atau menahun. 

Penyakit Tidak Menular yang Sebabkan Kematian 

Penyakit tidak menular bisa menyerang bagian tubuh mana saja. Inilah mengapa, jenis masalah kesehatan ini pun bisa dibilang sangat beragam. Meski begitu, dari sekian banyak penyakit tidak menular tersebut, beberapa penyakit berikut ini ternyata menyumbang angka kematian yang tinggi, di antaranya:

  1. Masalah Kesehatan yang Berkaitan dengan Kardiovaskular

Masalah kesehatan yang berkaitan dengan sistem kardiovaskular menyerang pembuluh darah dan organ jantung. Keduanya termasuk dalam penyakit kronis yang menyumbang angka kematian paling tinggi di seluruh dunia. Kemunculan masalah kesehatan ini ada hubungannya dengan obesitas, hipertensi, dan aterosklerosis. 

Penyakit kardiovaskular sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, dan sebagian besar mengancam nyawa pengidapnya. Jenis yang paling sering ditemui sekaligus menyebabkan kematian paling tinggi adalah penyakit jantung koroner, serangan jantung, gagal jantung, dan stroke

Baca juga: Menjalani Hidup Sehat Bisa Mencegah Penyakit Menular

2. Kanker

Selanjutnya adalah kanker, jenis penyakit tidak menular lainnya yang memberikan angka kematian tertinggi nomor dua setelah masalah kesehatan yang berhubungan dengan pembuluh darah dan jantung. Jenis kanker yang paling banyak merenggut nyawa di Indonesia adalah kanker paru, prostat, dan kolorektal pada pria. Sementara itu, kanker kolorektal, serviks, dan payudara pada wanita menjadi tiga yang tertinggi.

3. Diabetes

Munculnya diabetes ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah. Masalah kesehatan ini bisa terjadi karena pola hidup dan pola makan yang tidak sehat, juga adanya faktor genetik atau keturunan.

Diabetes yang tidak terkendali akan berujung pada rusaknya organ-organ tubuh dan sederetan komplikasi lain yang membahayakan nyawa. Ini termasuk kebutaan, penyakit jantung, infeksi berat, gagal ginjal, hyperglycemic hyperosmolar syndrome (HHS), dan ketoasidosis diabetik. 

4. Masalah pada Ginjal

Penyakit ginjal terbagi menjadi banyak jenis. Namun, dari banyaknya jenis tersebut, ada dua yang menyumbang angka kematian tinggi, yaitu gagal ginjal akut dan penyakit ginjal kronis. Diperkirakan oleh WHO, setiap tahun ada sekitar 5 hingga 10 juta orang dari seluruh dunia meninggal karena kedua masalah kesehatan ini. 

Bukan tanpa alasan, tidak sedikit pengidap gangguan ginjal memerlukan perawatan seumur hidupnya. Ini termasuk menjalani prosedur hemodialisis atau cuci darah. Apabila tidak mendapatkan penanganan yang benar, penyakit yang menyerang ginjal ini tentu berdampak pada kerusakan ginjal secara permanen yang meningkatkan risiko kematian. 

Baca juga: Tekanan Darah Tinggi Membahayakan Kesehatan, Ini Buktinya

5. Masalah pada Kesehatan Mental

Masalah kesehatan mental mungkin menjadi jenis penyakit tidak menular yang kerap dianggap remeh oleh sebagian orang. Ini karena tak sedikit orang yang masih belum mengerti atau memberikan pandangan buruk terhadap kesehatan mental. Sayangnya, angka kematian karena gangguan mental juga tak kalah tingginya dengan penyakit tidak menular lainnya. 

Skizofrenia, depresi berat, dan masalah bipolar jadi tiga jenis masalah kesehatan mental yang kerap ditemui, dan tentunya menyumbang tingginya angka kematian karena penyakit mental. Sebagian besar penyebabnya yaitu mengakhiri hidup atau menyalahgunakan obat terlarang karena tidak bisa mendapatkan penanganan segera. 

6. Masalah Pernapasan Kronis

Terakhir adalah masalah pernapasan kronis, yang sering terjadi karena kebiasaan merokok, paparan polusi udara, asap rokok, atau zat kontaminan lainnya. Gangguan kesehatan yang menyerang pernapasan ini termasuk Penyakit Paru Obstruktif Kronis atau PPOK, hipertensi pulmonal, asma, dan penyakit paru yang terjadi karena bekerja. 

Baca juga: Asma Dapat Disembuhkan dengan Terapi, Ini Faktanya

Jadi, jangan ragu untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, ya! Jangan tunda sampai kamu merasakan gejalanya. Buat janji di rumah sakit sekarang lebih mudah, kamu bisa pakai aplikasi Halodoc. Pastikan kamu sudah download aplikasi Halodoc supaya akses kesehatan menjadi lebih gampang. 

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg

Referensi: 

World Health Organization. Diakses pada 2021. Noncommunicable Disease Progress Monitor 2020.

Healthline. Diakses pada 2021. Most Common Noncommunicable Disease.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2021. Buku Pedoman Manajemen Penyakit Tidak Menular.