28 December 2017

6 Tips Aman Olahraga untuk Pengidap HIV

6 Tips Aman Olahraga untuk Pengidap HIV

Halodoc, Jakarta – Tetap penting bagi pengidap HIV untuk menerapkan pola hidup sehat dengan cara berolahraga. Namun, karena memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, maka pengidap HIV  tidak dapat berolahraga sebebas orang yang bertubuh sehat. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pengidap HIV dapat tetap melakukan latihan fisik tanpa membahayakan tubuhnya. Berikut adalah 5 tips aman berolahraga bagi pengidap HIV.

Mungkin akan lebih sulit bagi pengidap HIV untuk melakukan olahraga. Pasalnya virus HIV menyerang sistem kekebalan tubuh pengidapnya menurun dan dampaknya pengidap akan mudah merasa lelah.  Namun demikian, pengidap HIV tetap disarankan untuk rutin berolahraga agar daya tahan tubuhnya tetap terjaga dan untuk mencegah pengidap mengalami stres. 

1. Pilih Olahraga yang Aman

Sebaiknya pengidap HIV memilih jenis olahraga yang tidak terlalu menguras tenaga. Olahraga yang disarankan bagi pengidap adalah yoga. Olahraga yang satu ini tidak akan membuat pengidap kelelahan. Malah melakukan yoga secara rutin dapat membantu meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan menghindari pengidap dari tekanan darah tinggi, kegelisahan serta depresi. Olahraga ringan lainnya yang juga diperbolehkan untuk pengidap HIV adalah bersepeda dan berjalan kaki.

2. Tidak Memforsir Tubuh

Kunci yang harus diperhatikan pengidap HIV saat berolahraga adalah jangan memforsir tubuh atau melakukan olahraga sampai overtraining. Walaupun jenis olahraga yang dilakukan tergolong ringan, tapi jika dilakukan secara berlebihan, maka juga bisa berdampak buruk bagi kondisi kesehatan pengidap. Jadi, hentikan kegiatan olahraga dan beristirahatlah sebentar jika kamu sudah merasa kelelahan.

3. Gerakan Olahraga yang Harus Dihindari

Walaupun pengidap HIV boleh latihan mengangkat beban, asal tidak berlebihan, namun ada beberapa gerakan olahraga yang tidak boleh dilakukan, yaitu lunges, squat, dan deadlift.

4. Perbanyak Minum Air Putih dan Makan yang Cukup

Sama seperti orang sehat pada umumnya, pengidap HIV juga perlu minum cukup banyak air putih saat berolahraga untuk menggantikan cairan yang keluar dari tubuh dan mencegah dehidrasi. Selain memenuhi cairan dalam tubuh, pengidap HIV juga dianjurkan untuk makan yang cukup setelah melakukan aktivitas yang berat. Hindari mengonsumsi makanan dalam porsi besar sebelum berolahraga, tapi konsumsilah camilan ringan, seperti roti isi selai dan buah-buahan sebelumnya agar kamu memiliki tenaga yang kuat untuk berlatih. Usahakan juga untuk makan setiap satu jam sesi olahraga.

5. Jangan Berolahraga Saat Sedang Sakit

Pengidap sebaiknya tidak berolahraga jika sedang sakit, seperti flu atau batuk. Kondisi tubuh pengidap yang lemah karena penyakit akan bertambah buruk jika tetap memaksakan diri berolahraga. Selain itu, pengidap juga berpotensi menularkan virus penyakit ke orang-orang di sekitar ketika berolahraga. Jadi, beristirahatlah dulu ketika sedang sakit agar kondisi tubuh dapat cepat pulih.

6. Penuhi Kebutuhan Nutrisi

Kegiatan olahraga yang cukup menguras tenaga harus diimbangi dengan makanan bernutrisi tinggi. Nutrisi yang penting yang dapat menunjang kegiatan berolahraga pengidap adalah karbohidrat, lemak dan protein yang bermanfaat untuk memberikan energi dan membangun sistem kekebalan yang kuat.

Pengidap HIV dianjurkan untuk berolahraga sebanyak 3 kali dalam seminggu dan minimal selama 20 menit. Jika kamu ingin mengetahui tips berolahraga untuk pengidap HIV lebih lanjut, kamu bisa bertanya kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Hubungi dokter untuk meminta saran-saran kesehatan melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Kamu juga bisa membeli produk kesehatan dan vitamin yang dibutuhkan di Halodoc. Caranya sangat praktis, tinggal order lewat aplikasi, dan pesananmu akan diantarkan dalam satu jam. Jadi, tunggu apa lagi? Segera download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.