• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 7 Cara Mencegah Cedera saat Main Bulu Tangkis
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 7 Cara Mencegah Cedera saat Main Bulu Tangkis

7 Cara Mencegah Cedera saat Main Bulu Tangkis

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 29 Juni 2022

“Terdapat beberapa cara untuk mencegah cedera saat main bulu tangkis. Salah satunya adalah memilih sepatu yang tepat, yaitu sepatu khusus bulu tangkis.”

7 Cara Mencegah Cedera saat Main Bulu Tangkis

Halodoc, Jakarta – Bulu tangkis atau badminton merupakan olahraga yang populer dan memiliki banyak peminat di Indonesia. Saat ada perhelatan bulu tangkis yang membawa Indonesia, animonya tak kalah dengan sepakbola. Alhasil, tak sedikit anak-anak atau orang dewasa yang juga gemar bermain olahraga tersebut secara rutin.

Namun, perlu diketahui kalau bulu tangkis juga termasuk sebagai kategori olahraga high impact dengan gerakan yang dinamis. Jika dilakukan secara keliru atau berlebihan, olahraga ini juga berpotensi memicu cedera. Lantas, bagaimana cara mencegah cedera saat main bulu tangkis? Yuk, simak informasinya di sini!

Jenis-Jenis Cedera yang Rentan Terjadi saat Main Bulu Tangkis

Sebelum mengetahui cara mencegah cedera saat main bulu tangkis, ada baiknya kamu mengetahui jenis cedera apa saja yang rentan terjadi pada olahraga ini. Dikutip dari salah satu media daring nasional, dr. Antonius Andi Kurniawan, Sp. KO, mengatakan kalau bulu tangkis termasuk olahraga yang kompleks. Artinya, bermain secara asal-asalan justru dapat menyebabkan cedera bagi pemainnya.

“Olahraga ini dipenuhi gerakan kompleks sesuai dengan tempo permainannya. Itulah mengapa jika tidak berhati-hati, cedera otot, sendi, ligamen, hingga tendon rentan terjadi ketika bermain bulu tangkis,” ujarnya (28/6/2022). Ia juga menambahkan ada enam cedera yang rentan dialami oleh pemain bulu tangkis. Berikut daftarnya:

  • Cedera bahu. 
  • Cedera ankle. 
  • Cedera lutut. 
  • Cedera punggung. 
  • Cedera siku. 
  • Cedera kram otot. 

Sementara itu, ada dua penanganan yang dapat diterapkan untuk pemain bulu tangkis yang cedera, yaitu operatif dan non-operatif. Penanganan operatif merupakan penanganan cedera yang memerlukan tindakan operasi. Sementara itu, penanganan cedera non-operatif merupakan pemulihan cedera tanpa tindakan operasi. Berikut adalah beberapa jenis metode penanganan cedera non-operatif:

  • Cryotherapy (terapi dingin).
  • Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS).
  • Ultrasound therapy.
  • Exercise dan rehabilitasi pasca-cedera.

Cara Mencegah Cedera saat Main Bulu Tangkis

Melihat risiko cedera yang rentan terjadi saat bermain bulu tangkis, tindakan pencegahan tentunya diperlukan guna meminimalkan risiko cedera. Nah, dr. Antonius membagikan beberapa cara mencegah cedera yang dapat diikuti sebelum bermain bulu tangkis, yaitu: 

  1. Lakukan pemanasan sebelum bermain dan pendinginan sesaat setelah bermain dengan gerakan yang benar.
  2. Sesering mungkin melakukan latihan kekuatan otot dan fleksibilitas agar tubuh tidak kaget saat bermain bulu tangkis.
  3. Pilihlah sepatu yang tepat, disarankan mengenakan sepatu khusus bulu tangkis karena dirancang mampu mengurangi guncangan. Selain itu, pilihlah sepatu ringan dan sol anti selip untuk mencegah terpeleset di lapangan.
  4. Pilih raket yang tepat, karena raket yang baik memiliki berat yang disesuaikan dengan kemampuan tubuh dalam mengayunkan kok saat bermain bulu tangkis. Jika bisa, pilihlah raket yang ringan agar tak memberatkan bahu. Kamu juga perlu memperhatikan ukuran grip dan tension dari senar raket. Hal ini bertujuan untuk memudahkan gerakan mengayun saat bermain.
  5. Perhatikan intensitas permainan, sesuaikan dengan kondisi usia dan fisik para pemain.
  6. Apabila kamu mengalami cedera, lakukan rehabilitasi hingga tuntas.
  7. Jika belum sembuh dari kondisi cedera, jangan memaksakan diri untuk kembali bermain.

Itulah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah cedera saat bermain bulu tangkis. Salah satu cara yang direkomendasikan adalah dengan menggunakan sepatu bulu tangkis saat bermain. Selain itu, pastikan untuk selalu mempraktikkan tindak pencegahan sebelum bermain.

Jika kamu masih memiliki pertanyaan seputar cedera pada olahraga bulu tangkis, segeralah hubungi dokter. Nah, melalui aplikasi Halodoc, kamu dapat tanya dokter terpercaya untuk mendapatkan informasi medis yang kamu butuhkan. Kamu dapat menggunakan fitur chat/video call secara langsung pada aplikasinya. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:

Liputan 6. Diakses pada 2022. Dokter Ungkap 6 Cedera yang Sering Terjadi dalam Bulu Tangkis, 
Kumparan Sains. Diakses pada 2022. Begini Penanganan Cedera Main Bulu Tangkis dan Cara Cegahnya.