7 Efek Samping Suntik KB dan Penanganannya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
7 Efek Samping Suntik KB dan Penanganannya

Halodoc, Jakarta - Perubahan siklus menstruasi, kenaikan berat badan, menurunnya gairah seks, perubahan mood yang tiba-tiba, serta timbulnya jerawat adalah beberapa efek samping suntik KB. Sebenarnya ini adalah situasi yang normal. Kondisi yang perlu dikhawatirkan adalah ketika kamu mengalami perubahan yang tidak normal, seperti depresi yang memburuk, kemampuan seksual yang menurun, sakit tulang, perdarahan pada vagina, mual, dan muntah. Lantas apa yang menyebabkan suntik KB bisa memberikan efek samping? 

Kenapa Suntik KB Bisa Memberikan Efek Samping?

Sejatinya setiap metode kontrasepsi memiliki efek samping, khususnya alat kontrasepsi berjenis hormonal. Suntik KB setiap tiga bulan merupakan salah satu alat kontrasepsi hormonal yang mengandung progestin, yaitu hormon yang menyerupai hormon progesteron yang diproduksi oleh ovarium. 

Setelah disuntikkan, progestin memiliki efek mengentalkan leher rahim, sehingga sel sperma sulit bergerak ke arah rahim. Hormon ini juga mencegah ovulasi dan membuat dinding rahim tidak kondusif bagi sel telur yang telah dibuahi.

Baca juga: Tips Memilih Kontrasepsi untuk Wanita

Kinerja hormon bisa memberikan efek samping pada tubuh dan mood, makanya perubahan pasti ada. Asal tidak begitu mengganggu, sebenarnya perubahan ini bisa ditangani secara normal. Berikut efek samping suntik KB dan tips penanganan yang bisa kamu lakukan. 

1. Perubahan Siklus Menstruasi

Suntik KB dapat menyebabkan terjadinya perubahan siklus menstruasi, baik menjadi lebih panjang maupun lebih pendek. Pada penggunaan pertama, terjadi haid berkepanjangan, flek (spotting), lalu haid akan menjadi jarang atau berhenti sama sekali. Sekitar 40 persen pengguna berhenti haid setelah satu tahun pemakaian. 

Ini adalah efek samping yang tidak berbahaya, sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Berhentinya menstruasi tidak berarti “darah kotor” menstruasi menumpuk. Kontrasepsi hormonal menekan penebalan dinding rahim yang biasanya luruh dalam bentuk darah menstruasi, sehingga tidak ada “darah” yang harus diluruhkan.

2. Berat Badan Naik

Kenaikan berat badan pada akseptor KB suntik berkisar antara 1-2 kilogram per tahun. Penyebabnya, hormon progesteron pada KB suntik dapat menambah nafsu makan dengan cara memengaruhi pusat pengendali nafsu makan di hipotalamus. 

Kamu bisa melakukan adaptasi dengan cara mengatur pola makan dengan memperbanyak sayur dan buah-buahan supaya cepat kenyang. Tidak lupa, jadwalkan olahraga rutin supaya berat badan tetap di angka ideal.

Baca juga: 6 Hal yang Terjadi pada Tubuh Jika Tidak Berhubungan Intim

3. Tidak Bisa Seketika Kembali “Subur”

Beda halnya dengan IUD, implan, maupun pil KB, pengguna KB suntik harus sedikit bersabar ketika merencanakan kehamilan kembali. Setelah penggunaan KB suntik dihentikan, kesuburan akan kembali hingga 10 bulan setelahnya atau lebih cepat. 

Seseorang tidak dapat memprediksi berapa lama kesuburannya akan kembali karena efeknya pada setiap orang berbeda-beda. Sementara itu, pengguna IUD, implan, dan pil KB dapat langsung subur kembali setelah alat dilepas atau berhenti minum pil KB. 

Hal ini tergolong wajar karena efek konsumsi obat belum habis. Jika ingin merencanakan kehamilan, hendaknya hentikan pemakaian KB suntik beberapa bulan sebelumnya. Masih bingung dan butuh saran medis yang lebih akurat dan terpercaya? 

Kamu bisa mendiskusikan rencana kehamilan dan masalah kesuburan lewat aplikasi Halodoc! Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

4. Gairah Seks Menurun

Salah satu cara kerja hormon progesteron adalah mengentalkan lendir pada vagina. Selain itu, suntikan progestin dapat mengubah makanan yang mengandung karbohidrat menjadi lemak yang sulit bereaksi terhadap air. 

Artinya, semakin banyak kadar lemak di badan semakin sedikit pula kadar air di tubuhnya. Hal ini membawa pengaruh pada vagina yang menjadi lebih kering.  Kondisi ini mampu menimbulkan rasa sakit pada saat berhubungan seksual. 

Baca juga: Cara Menjaga Stamina Seks Meskipun Sudah Lama Menikah

Jika dibiarkan terlalu lama, bisa menyebabkan menurunnya gairah seksual. Kamu bisa menyiasati kondisi ini dengan melakukan foreplay yang lebih lama ataupun penggunaan pelumas. Jika kamu dan pasangan masih tetap tidak nyaman, coba dikomunikasikan salah satunya dengan mencoba beberapa posisi seks yang cocok. Menciptakan mood yang baik sebelum berhubungan seks juga bisa jadi pemantik gairah.

5. Sakit Kepala, Nyeri Payudara, dan Perubahan Mood

Ketiga efek di atas merupakan efek samping dari perubahan hormonal setelah disuntikkannya progestin ke dalam tubuh. Pada beberapa wanita, suasana hati cepat berubah dan timbul amarah yang lebih sering dari biasanya. 

Semua efek samping di atas, termasuk pusing, nyeri payudara, berkunang-kunang, bukanlah gejala penyakit tertentu namun murni karena perubahan hormon. Meskipun cukup umum, tidak semua pengguna KB suntik mengalaminya. Untuk mengurangi rasa nyeri, kamu bisa minum parasetamol. Namun, jika dirasa sangat mengganggu, konsultasikan pada bidan atau dokter kandungan.

6. Kepadatan Tulang Berkurang

Menurut jurnal penelitian yang dipublikasikan oleh The American College of Obstetricians and Gynecologists,  penggunaan KB suntik dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan terjadinya penipisan tulang.

Sejatinya ini bisa memicu penurunan kepadatan tulang (osteoporosis). Meski begitu, tidak akan sampai pada risiko patah tulang. Seharusnya, dengan menjaga konsumsi makanan yang mengandung Vitamin D dan kalsium, efek negatif dari suntik KB ini bisa diminimalisir.   

7. Timbul Jerawat

Perubahan hormon yang terjadi akibat KB suntik dapat menyebabkan gangguan pada kulit, seperti munculnya jerawat. Hormon progesteron dapat menyebabkan sekresi pada kelenjar minyak dan lemak di wajah secara berlebihan. 

Efeknya, timbullah jerawat sebagai akibat dari penyumbatan pori-pori. Untuk mengurangi kemungkinan timbulnya jerawat, jagalah kebersihan wajah dengan rajin mencuci muka sebelum tidur untuk membersihkan sisa make up atau kotoran yang menempel setelah beraktivitas. Kamu juga bisa menggunakan masker alami seperti jeruk nipis, lemon, atau menggosokkan irisan jahe untuk meredakan  peradangan.

*artikel ini pernah tayang di SKATA