• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 7 Fakta Anemia Sel Sabit yang Perlu Diketahui
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 7 Fakta Anemia Sel Sabit yang Perlu Diketahui

7 Fakta Anemia Sel Sabit yang Perlu Diketahui

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 17 Juni 2022

“Faktanya, anemia sel sabit adalah penyakit yang tidak boleh disepelekan. Sebab pengidapnya memiliki risiko mengalami stroke. “

7 Fakta Anemia Sel Sabit yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta – Anemia sel sabit adaalh kondisi yang terjadi akibat kelainan genetik yang menyebabkan sel darah merah menjadi tidak normal. Kondisi ini menyebabkan sel darah merah berbentuk sabut dan kaku. Sel darah merah juga mudah menempel pada pembuluh darah kecil. Hal itu menyebabkan pembuluh darah kekurangan pasokan darah sehat dan oksigen. 

Normalnya, sel darah merah berbentuk bundar dan lentur. Hal itu akan memudahkan sel untuk bergerak dalam pembuluh darah. Anemia sel sabit merupakan penyakit turunan yang banyak diidap oleh anak-anak. Gejalanya bisa berbeda-beda antara satu orang dan lainnya. 

Selain itu, ada banyak fakta anemia sel sabit yang perlu diketahui, berikut ini! 

Beragam Fakta Anemia Sel Sabit 

Secara umum, ada sejumlah fakta anemia sel sabit yang perlu diketahui, antara lain: 

  1. Penyakit Turunan

Kondisi ini terjadi karena ada kelainan geneti dan termasuk penyakit turunan. Jika hanya salah satu orangtua yang mewarisi genetik anemia sel sabit, seorang anak hanya menjadi pembawa penyakit anemia sel sabit dan tidak menunjukkan gejala apa pun. 

Kemungkinan seorang anak mengidap anemia sel sabit dengan kedua orang tua yang menjadi pembawa penyakit ini adalah 25 persen. Sementara 50 persen lainnya menjadi pembawa sifat yang tidak menunjukkan gejala apa pun, dan 25 persen sisanya tidak mewarisi kelainan genetik ini sama sekali.

  1. Gejala yang Berbeda-beda

Gejalanya berbeda-beda pada setiap pengidap dan bisa berubah seiring waktu. Namun secara umum, gejala yang muncul akibat anemia sel sabit:

  • Merasa cepat lelah.
  • Jantung berdebar (takikardia).
  • Organ limpa membesar.
  • Lengan dan tungkai membengkak dan nyeri.
  • Penyakit kuning.
  • Tumbuh kembang bayi terhambat.
  • Gangguan penglihatan akibat kerusakan retina.
  • Nyeri pada dada, perut, serta sendi dan tulang.
  1. Mudah Mengalami Infeksi 

Fakta anemia sel sabit berikutnya adalah pengidap penyakit ini mudah mengalami infeksi. Hal ini terjadi karena ada kerusakan organ limpa yang bertugas melawan infeksi. 

  1. Cara Mendiagnosis Anemia Sel Sabit

Anemia sel sabit di diagnosis melalui pemeriksaan analisa Hb untuk melihat keberadaan Haemoglobin S. Jumlah hemoglobin yang normal akan diperiksa untuk menentukan seberapa berat anemia yang diidap sehingga memudahkan pemeriksaan selanjutnya.

Penyakit ini juga bisa didiagnosis sejak dalam kandungan, yakni dengan mengambil sampel air ketuban untuk mencari keberadaan gen sel sabit.

  1. Tidak Bisa Disembuhkan 

Sayangnya, hingga kini masih belum ada obat untuk menyembuhkan anemia sel sabit. Namun, perawatan perlu dilakukan untuk meredakan gejala serta mencegah munculnya komplikasi. 

  1. Cara Menangani Anemia Sel Sabit 

Ada beberapa cara menangani anemi sel sabit yang bisa dilakukan, yaitu transplantasi sumsum tulang, mengatasi krisis sel sabit, mengatasi nyeri yang muncul, mengatasi gejala anemia, mencegah terjadinya infeksi, serta mengatasi gangguan pertumbuhan.

  1. Risiko Stroke 

Faktanya, pengidap anemia sel sabit memiliki risiko mengalami stroke. Maka dari itu, penting untuk dilakukan cara pencegahan stroke, yaitu dengan menjalani pemeriksaan transcranial doppler scan (TCD scan) setiap tahun. Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat tingkat kelancaran aliran darah dalam otak.

Jika memiliki riwayat penyakit anemia sel sabit atau muncul gejala parah, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit. Biar lebih cepat, gunakan aplikasi Halodoc untuk membuat janji medis dan pemeriksaan ke dokter langganan. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play! 

Referensi: 
NHS UK. Diakses pada 2022. Sickle Cell Disease.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Sickle Cell Anemia.
Kids Health. Diakses pada 2022. Sickle Cell Disease.
Healthline. Diakses pada 2022. Sickle Cell Anemia.