7 Gejala Dismenore yang Harus Diwaspadai

Ditinjau oleh  dr. Fadhli Rizal Makarim   04 Mei 2021
7 Gejala Dismenore yang Harus Diwaspadai7 Gejala Dismenore yang Harus Diwaspadai

Halodoc, Jakarta - Ketika berhadapan dengan ‘tamu bulanan’, tidak sedikit kaum hawa yang kewalahan dibuatnya. Selain mood menurun, badan terasa lemas, dan perasaan menjadi lebih sensitif, mereka juga harus merasakan nyeri atau kram perut.

Nah, nyeri haid atau dismenore ini bisa berlangsung ringan, tapi bisa pula amat menyakitkan. Pertanyaannya, apa saja gejala dismenore yang perlu diwaspadai? 

Baca juga: 6 Kondisi yang Berisiko Alami Dismenore

Gejala Dismenore yang Perlu Diwaspadai

Dismenore atau nyeri haid terjadi ketika hormon prostaglandin membuat rahim berkontraksi (menegang). Rahim, organ otot tempat bayi tumbuh, berkontraksi sepanjang siklus menstruasi. Saat menstruasi, rahim akan berkontraksi lebih kuat. 

Menurut pakar di Cleveland Clinic AS, jika rahim berkontraksi terlalu kuat, ia dapat menekan pembuluh darah di sekitarnya, memutus suplai oksigen ke jaringan otot. Alhasil, tubuh merasakan sakit saat bagian otot kehilangan pasokan oksigennya. 

Lantas, seperti apa sih gejala dismenore? Menurut National Institutes of Health (NIH) dan sumber lainnya, periode menstruasi yang menyakitkan bisa ditandai dengan kram perut bagian bawah, yang bisa terasa tajam atau sakit.

Rasa sakit ini bisa datang dan pergi selama periode menstruasi. Pada beberapa kasus, dismenore ini juga bisa menyebabkan nyeri di pinggul, punggung bawah, dan paha bagian dalam.

Hal yang perlu digaris bawahi, ada beberapa gejala dismenore yang harus diwaspadai dan tak boleh diabaikan. Segera temui dokter bila dismenore menyebabkan nyeri yang berlebihan, mengganggu aktivitas, dan disertai beberapa gejala, seperti:

  1. Keputihan yang bertambah atau berbau busuk.
  2. Demam dan nyeri panggul.
  3. Nyeri disertai mual, muntah, atau diare.
  4. Nyeri tiba-tiba atau parah, terutama jika menstruasi terlambat lebih dari 1 minggu dan kamu telah aktif secara seksual.
  5. Keluar gumpalan darah dari vagina.
  6. Nyeri di panggul meski tidak sedang menstruasi.
  7. Mengalami nyeri setelah pemasangan IUD lebih dari 3 bulan yang lalu.

Baca juga: 6 Kondisi yang Dapat Sebabkan Nyeri Haid

Nah, bagi kamu yang mengalami gejala-gejala di atas, segera temui atau tanyakan pada dokter untuk mendapatkan saran atau penanganan yang tepat.

Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Cara Mengatasi Dismenore

Cara mengatasi dismenore atau nyeri haid sebenarnya tidak harus melulu melalui obat-obatan. Terdapat beberapa cara alami yang bisa dicoba untuk mengatasi keluhan ini. 

Selain melalui akar valerian, masih terdapat cara untuk meredakan nyeri haid. Menurut NIH, berikut ini cara meredakan dismenore bisa dengan:

  • Letakkan bantal pemanas (heating pad) ke area perut bagian bawah, di bawah pusar. Jangan pernah tertidur dengan bantal pemanas dalam kondisi menyala.
  • Lakukan pijatan melingkar ringan dengan ujung jari di sekitar perut bagian bawah.
  • Minum minuman hangat.
  • Makan makanan ringan atau porsi kecil, tapi sering.
  • Jaga agar kaki tetap terangkat saat berbaring, atau berbaring miring dengan lutut ditekuk.
  • Praktikkan teknik relaksasi, seperti meditasi atau yoga.
  • Cobalah suplemen vitamin B6, kalsium, dan magnesium, terutama jika nyeri berasal dari PMS.
  • Mandi atau berendam air hangat.
  • Jalan kaki atau olahraga secara teratur, termasuk latihan goyang panggul.
  • Turunkan berat badan jika berat badan berlebih.
  •  Lakukan olahraga aerobik secara teratur.
  • Cobalah obat antiinflamasi yang dijual bebas, seperti ibuprofen atau naproxen. Mulailah meminumnya sehari sebelum menstruasi, dan terus konsumsi secara teratur selama beberapa hari pertama menstruasi. 

Baca juga: Benarkah Olahraga Bisa Meringankan Nyeri Haid?

Andaikan cara-cara di atas tidak mampu untuk meredakan dismenore, cobalah periksakan diri ke rumah sakit pilihan. Sebelumnya, buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu mengantre sesampainya di rumah sakit. Praktis, kan?



Referensi:
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2021. Painful menstrual periods
National Health Service - UK. Diakses pada 2021. Health A-Z. Period Pain.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Dysmenorrhea.

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan