• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 7 Jenis Vaksin yang Dibutuhkan Pria
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 7 Jenis Vaksin yang Dibutuhkan Pria

7 Jenis Vaksin yang Dibutuhkan Pria

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 08 Juni 2022

“Bukan hanya anak-anak, penggunaan vaksin juga dibutuhkan oleh pria dewasa yang berisiko terkena penyakit akibat usia, gaya hidup, pekerjaan, atau kondisi lainnya. Beberapa di antaranya, yaitu TdaP, HPV, hepatitis B, hepatitis A, meningitis, dan lain sebagainya.”

7 Jenis Vaksin yang Dibutuhkan Pria

Halodoc, Jakarta -Selama ini kita berpikir bahwa divaksinasi hanya berlaku untuk anak-anak. Faktanya, orang dewasa juga perlu diimunisasi, khususnya bagi pria.

Imunisasi pada pria ini juga punya tujuan yang sama saat mereka masih kanak-kanak. Satu yang pasti guna mencegah penularan penyakit karena virus.

7 Vaksin yang Dibutuhkan Pria 

Vaksin menjadi salah satu cara efektif untuk melindungi diri dan keluarga. Vaksin bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit tertentu. Jika di kemudian hari seseorang mengalami gangguan kesehatan tertentu, sistem kekebalan tubuh mereka dapat merespons lebih efektif. 

Vaksin efektif mencegah perkembangan penyakit atau mengurangi intensitas keparahan gejala yang muncul. Dengan kata lain, vaksin dapat membantu menekan penyebaran penyakit serius. Berikut ini beberapa jenis vaksin yang dibutuhkan pria dewasa:

1. Vaksin TdaP

Vaksin yang dibutuhkan pria pertama adalah TdaP. Jika belum menerimanya saat remaja, pria dewasa harus mendapatkannya untuk melindungi diri dari pertusis (batuk rejan). Suntikan booster Td (tetanus, difteri) atau Tdap dilakukan setiap 10 tahun. Setiap orang memerlukan tiga dosis dalam rentang waktu tertentu:

  • Dosis 1: sesegera mungkin.
  • Dosis 2: 4 minggu setelah dosis 1.
  • Dosis 3: 6-12 bulan setelah dosis 2.

2. Vaksin HPV

Jumlahnya pemberian vaksin HPV pada pria masih sangat rendah, yaitu 2,1 persen. Vaksin lebih efektif diberikan pada pria yang belum pernah melakukan aktivitas seksual. Pemberian vaksin disarankan diberikan sedini mungkin. Setiap orang memerlukan tiga dosis dalam rentang waktu tertentu:

  • Dosis 1: di bawah umur 26 tahun.
  • Dosis 2: 2 bulan setelah dosis 1.
  • Dosis 3: 4 bulan setelah dosis 2.

3. Vaksin Hepatitis B

Vaksin yang dibutuhkan pria selanjutnya adalah hepatitis B. vaksin ini sangat penting diberikan pada orang yang aktif secara seksual, karena penyakit menyebar melalui cairan tubuh pengidap. Ada beberapa golongan yang wajib melakukan vaksin hepatitis B. Berikut ini beberapa di antaranya:

  • Aktif secara seksual.
  • Tinggal dengan pengidap.
  • Berusia di atas 60 tahun.
  • Mengidap diabetes tipe 1 atau 2.

Dokter tidak merekomendasikan pemberian vaksin untuk pasien yang lebih tua karena risiko tertular hepatitis B menurun seiring bertambahnya usia. Setiap orang memerlukan tiga dosis dalam rentang waktu tertentu:

  • Dosis 1: sesegera mungkin.
  • Dosis 2: 1 bulan setelah dosis 1.
  • Dosis 3: 3 bulan setelah dosis 2.

4. Vaksin Hepatitis A

Hepatitis A dapat memicu peradangan hati yang berujung pada jaringan paru kanker atau sirosis. Berbeda dengan varian B, hepatitis A dapat menyebar melalui makanan atau air. Ada beberapa golongan yang wajib melakukan vaksin hepatitis A. Berikut ini beberapa di antaranya:

  • Pelancong yang ingin bepergian ke Amerika Selatan atau Tengah, Afrika, Timur Tengah, atau India. Lakukan setidaknya 1 bulan sebelum bepergian.
  • Seseorang yang rentan terkena infeksi HAV, seperti penyakit hati kronis.
  • Pria yang berhubungan intim dengan sesama jenis.
  • Pengguna obat terlarang.

Setiap orang memerlukan dua dosis dalam rentang waktu tertentu:

  • Dosis 1: sesegera mungkin.
  • Dosis 2: 6 bulan setelah dosis 1. 

5. Vaksin Meningitis

Siapa pun bisa terkena penyakit meningokokus dari sekresi tenggorokan akibat berciuman atau batuk dari pengidap. Penyakit ini paling sering terjadi pada bayi dan orang berusia 16-21 tahun. Ada beberapa golongan yang wajib melakukan vaksin meningitis. Berikut ini beberapa di antaranya:

  • Orang yang tinggal di asrama.
  • Pelancong yang ingin mengunjungi Afrika.
  • Orang yang ingin berangkat haji atau umroh.
  • Orang yang mengidap gangguan limpa.
  • Orang yang pernah menjalani operasi pengangkatan limpa.

Setiap orang memerlukan satu dosis yang dapat dilakukan kapan pun. Booster direkomendasikan jika kamu mendapatkan vaksin pertama sebelum usia 16 tahun.

6. Vaksin MMR (Campak, Gondongan, dan Rubella)

Penyakit ini pernah hampir musnah. Namun, karena tingkat vaksinasi yang masih rendah, penyebaran penyakit tidak berhasil ditekan. Ada beberapa golongan yang wajib melakukan vaksin MMR. Berikut ini beberapa di antaranya:

  • Berusia di bawah 65 tahun dan belum mendapatkan vaksin MMR saat remaja.
  • Berusia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun.
  • Berisiko tinggi terkena campak atau gondongan.

Setiap orang memerlukan dua dosis dalam rentang waktu tertentu:

  • Dosis 1: sesegera mungkin.
  • Dosis 2: 4 minggu setelah dosis 1.

7. Vaksin Pneumokokus

Vaksin yang dibutuhkan pria terakhir adalah pneumokokus. Vaksin ini dapat melindungi tubuh dari infeksi pneumokokus yang serius dan berpotensi fatal. Hal paling buruk yang dapat dialami pengidap adalah kerusakan otak permanen, bahkan kematian. 

Ada beberapa golongan yang wajib melakukan vaksin pneumokokus. Berikut ini beberapa di antaranya:

  • Bayi. 
  • Seseorang di atas 65 tahun.
  • Anak-anak dengan kondisi jantung atau ginjal yang serius.

Setiap orang memerlukan dua dosis dalam rentang waktu tertentu, yaitu dosis pertama yang dapat dilakukan kapan pun dan dosis kedua yang langsung ditentukan oleh dokter.

Itulah beberapa jenis vaksin yang dibutuhkan pria. Jika kamu ingin mendapatkan salah satunya, silakan buat janji medis sesegera mungkin, ya! Jika kamu membutuhkan informasi lain seputar kesehatan, gaya hidup, dan pola hidup sehat lainnya, silahkan download Halodoc sekarang juga!

Referensi:

Men’s Health. Diakses pada 2022. The 8 Vaccines Every Man Needs.
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2022. Vaccine Information for Adults.