• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 7 Kondisi Anak yang Membutuhkan Terapi Wicara

7 Kondisi Anak yang Membutuhkan Terapi Wicara

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
7 Kondisi Anak yang Membutuhkan Terapi Wicara

Halodoc, Jakarta - Terapi wicara merupakan metode pengobatan yang dilakukan untuk anak yang memiliki kemampuan bicara di bawah rata-rata anak seusianya. terapi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bicara, serta mampu memahami dan mengekspresikan bahasa. Anak yang membutuhkan terapi wicara bukan hanya dilihat dari kemampuan bicaranya saja, berikut sejumlah kriteria anak yang membutuhkan terapi wicara!

Baca juga: Kenapa Terapi Wicara Penting untuk Dilakukan?

Ini Kondisi Anak yang Membutuhkan Terapi Wicara

Terapi wicara bukan hanya mencakup bahasa nonverbal saja, tetapi juga melatih anak untuk mengoptimalkan koordinasi gerak mulut agar dapat menghasilkan suara untuk membentuk kata dan kalimat. Mengoptimalkan koordinasi gerak mulut dikenal dengan istilah olah mulut. Bukan itu saja, terapi wicara kini juga dapat dilakukan guna membantu kondisi kesehatan lain, seperti gangguan menelan. Berikut sejumlah kriteria anak yang membutuhkan terapi wicara:

1.Artikulasi yang Terganggu

Kondisi ini ditandai dengan kesulitan dalam menghasilkan suara atau mengucapkan suku kata tertentu. Kondisi tersebut akan membuat pendengar kurang memahami apa yang diucapkan.

2.Tidak Lancar Berbicara

Kondisi yang satu ini dikenal dengan istilah gagap. Gagap akan membuat seseorang mengulang suku kata pada huruf-huruf tertentu.

3.Resonansi Suara

Kondisi ini akan memicu munculnya rasa sakit dan tidak nyaman saat anak berbicara. Hal tersebut biasanya ditandai dengan gangguan volume suara yang keluar saat berbicara.

Baca juga: Kenali 3 Tanda Autisme pada Anak

4.Gangguan Kosa Kata

Gangguan kosa kata akan membuat anak kesulitan dalam menempatkan kata dan menjadikannya sebuah kalimat. Kondisi ini terjadi akibat rendahnya jumlah kosa kata yang dimiliki.

5.Gangguan Kognitif

Gangguan ini ditandai dengan ketidakmampuan anak dalam membedakan, mengatur, dan memecahkan masalah yang dihadapi. Anak juga akan mengalami kesulitan berkomunikasi karena adanya gangguan memori, perhatian, dan persepsi.

6.Mengidap Autisme

Anak dengan autisme juga menjadi salah satu kriteria anak yang membutuhkan terapi wicara. Pengidap kondisi ini akan mengalami gangguan bicara dan berkomunikasi nonverbal.

7.Mutisme

Anak dengan mutisme akan ditandai dengan sama sekali tidak mau berbicara dengan orang lain selain orang-orang terdekatnya. Kondisi tersebut biasanya dipicu oleh rasa cemas, malu, atau tidak suka bersosialisasi.

Baca juga: Ini 7 Kondisi Si Kecil yang Perlu Diberikan Terapi Wicara

Anak dengan dengan pengucapan, maupun mengekspresikan bahasa menjadi kriteria anak yang membutuhkan terapi wicara. Selain itu, anak dengan gangguan mengunyah, menelan, batuk saat makan, tersedak, dan susah menerima makan juga disarankan untuk melakukan terapi wicara. Sebelum terlambat, sebaiknya segera temui dokter di rumah sakit terdekat jika anak mengalami sejumlah gejala, seperti:

  • Sulit menyatukan kata menjadi sebuah kalimat.
  • Tidak bergumam atau mengoceh saat usianya menginjak 15 bulan.
  • Tidak bisa berbicara saat usianya menginjak 2 tahun.
  • Tidak dapat membuat kalimat pendek saat usianya menginjak 3 tahun.
  • Memiliki artikulasi yang buruk.

Sebaiknya waspadai sejumlah gejala yang muncul. Melakukan penanganan sedini mungkin akan membuat kondisi anak pulih dengan lebih cepat. Jika ibu bingung saat menemukan gejalanya pada Si Kecil, ibu bisa mendiskusikannya langsung dengan dokter di aplikasi Halodoc untuk mengetahui langkah selanjutnya yang harus ibu lakukan.

Referensi:
Parents. Diakses pada 2020. Understanding Speech Delays.
Parents. Diakses pada 2020. What Is Speech Therapy?
Verywell Family. Diakses pada 2020. How Speech Therapy Can Help Your Child.
WebMD. Diakses pada 2020. Recognizing Developmental Delays in Children.
WebMD. Diakses pada 2020. Benefits of Speech Therapy for Autism.