7 Manfaat Jatuh Cinta untuk Kesehatan Mental dan Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
7 Manfaat Jatuh Cinta untuk Kesehatan Mental dan Tubuh

Halodoc, Jakarta – Membicarakan masalah cinta memang tidak akan ada habisnya. Mulai dari indahnya merasakan jatuh cinta hingga sakitnya ditinggalkan oleh pasangan. Meskipun begitu, nyatanya semua orang tidak bosan atau kapok untuk merasakan jatuh cinta lagi. 

Baca juga: Ini yang Terjadi Pada Tubuh Saat Jatuh Cinta

Ya, terkadang banyak orang mengatakan bahwa jatuh cinta adalah obat segalanya. Namun, tahukah kamu bahwa jatuh cinta memang memberikan manfaat yang baik untuk kesehatan mental maupun tubuh kamu? Yuk, ketahui manfaat yang bisa dirasakan dari jatuh cinta.

1. Membuat Orang Merasa Gembira

Jatuh cinta membuat seseorang selalu merasa gembira. Saat seseorang mengalami jatuh cinta, kadar neurotransmitter dopamine pada otak seseorang juga ikut mengalami peningkatan. Tidak hanya saat kamu jatuh cinta, kadar dopamine pada otak meningkat ketika kamu mengalami sesuatu hal yang dianggap menyenangkan. Inilah yang membuat rasa jatuh cinta seperti di mabuk asmara dan candu.

2. Menurunkan Tingkat Stres dan Depresi

Tentu dengan merasakan perasaan bahagia, kamu bisa menurunkan tingkat stres dan depresi yang dialami. Nyatanya, seseorang yang mengalami jatuh cinta lebih banyak tertawa yang membantu untuk menurunkan tingkat stres. Sebaliknya, jika kamu kehilangan seseorang yang kamu cintai dan sayangi, tentu kamu dapat meningkatkan risiko stres dan depresi. Kondisi jatuh cinta dikaitkan dengan peningkatan hormon oksitosin yang membuat terhindar dari stres maupun depresi.

Baca juga: Ini Penjelasan Medis Tentang Jatuh Cinta

3. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Jatuh cinta dapat meningkatkan kekebalan tubuh kamu. Menurut dr. Gian Gonzaga, pimpinan utama pada penelitian dan pengembangan eHarmony Labs mengungkapkan pasangan yang menghadapi masalah dan berargumen dengan kasih sayang memiliki kekebalan tubuh yang lebih tinggi dibandingkan pasangan yang sering bertengkar dengan tekanan emosi yang tinggi.

4. Menjaga Kesehatan Jantung

Menurut penelitian dari Pittsburgh University, wanita yang menjalani pernikahan dengan bahagia memiliki gangguan kesehatan yang berhubungan dengan jantung lebih rendah dibandingkan wanita yang mengalami hubungan tidak sehat. Lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat ketika kamu mengalami gejala kesehatan yang berhubungan dengan penyakit jantung, seperti nyeri dada.

5. Jatuh Cinta Membuat Umur Lebih Panjang

Menurut Joseph Hullet, psikiater dan senior medical director dari OptumHealth mengatakan seseorang memiliki tingkat stres yang rendah ketika mereka memiliki hubungan yang harmonis dengan pasangan. Tingkat stres yang rendah meningkatkan kualitas kesehatan seseorang. Dengan begitu, seseorang terhindar dari berbagai gangguan penyakit dan memiliki umur yang lebih panjang dibandingkan orang-orang yang jarang merasakan jatuh cinta.

6. Membuat Kulit Lebih Cerah

Merasa lebih cantik ketika kamu merasakan jatuh cinta? Menurut Genaise Gerstner, dermatologis dari New York, mengungkapkan bahwa ini berkaitan karena seseorang yang mengalami jatuh cinta dapat menurunkan hormon kortisol dalam tubuh. Hormon kortisol berkaitan erat dengan tingkat stres yang dialami dan dapat menjadi penyebab munculnya jerawat pada tubuh.

Baca juga: Jatuh Cinta Bikin Berat Badan Meningkat, Masa Iya?

7. Membuat Kesehatan Mental Lebih Baik

Jatuh cinta dapat membuat kesehatan mental kamu lebih baik. Menurut Dr. Braverman dari Rutgers University, mengatakan beberapa partisipannya menunjukkan peningkatan dopamine ketika melihat foto atau gambar seseorang yang membuatnya jatuh cinta. Peningkatan hormon dopamine dalam tubuh berkaitan dengan perasaan optimis dan peningkatan energi. 

Jadi, tidak ada salahnya untuk rasakan jatuh cinta setiap harinya agar hari-hari kamu selalu menyenangkan dan terhindar dari berbagai gangguan kesehatan fisik maupun mental.

Referensi:
Woman’s Day. Diakses pada 2019. 8 Surprising Health Benefits of Love
Medicine Net. Diakses pada 2019. 10 Surprising Health Benefits of Love
Prevention. Diakses pada 2019. How Love Keep You Healthy