7 Tahun Pernikahan adalah Momen Terberat, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
7 Tahun Pernikahan adalah Momen Terberat, Benarkah?

Halodoc, Jakarta - Dave Meurer, penulis buku Good Spousekeeping yang berkisah tenang pernikahan pernah bilang: “A great marriage is not when the ‘perfect couple’ comes together. It is when an imperfect couple learns to enjoy their differences.”  Klasik memang, tetapi setidaknya itulah arti pernikahan menurut Dave. 

Pertanyaannya, seberapa kuat atau lama seseorang bisa bertahan dalam perbedaan yang mungkin berujung pada perselisihan? Macam-macam, ada yang hanyut puluhan tahun pernikahan membahagiakan, ada pula yang mesti kandas di saat usia pernikahannya baru “seumur jagung”. 

Menyoal pernikahan ini, ada yang bilang kalau 7 tahun pernikahan merupakan momen-momen terberat dan tersulit. Pertanyaannya simpel, benarkah dan mengapa? 

Baca juga: Benarkah Menikah Pengaruhi Psikologi Seseorang?

Fenomena “7-Year Itch”, Apa Masalahnya? 

Mungkin ada ratusan pasangan yang usia pernikahannya yang mesti berakhir di tahun ke-7. Salah satu contohnya, lihat kehidupan rumah tangga penyanyi tersohor asal Inggris, Adele Laurie Blue Adkins. Setelah 7 tahun bersama suaminya, mereka memutuskan untuk berpisah. 

Di belahan Bumi Barat sana, fenomena 7 tahun pernikahan ini sering disebut dengan “7-Year Itch”. Kata “itch” di sini berarti gatal. Bisa jadi gatal yang dimaksud “gatal” dan ingin “menggaruk” permasalahan atau konflik yang muncul selama bertahun-tahun lamanya. Faktanya menurut data dari pemerintah Amerika Serikat, kasus perceraian di sana rata-rata terjadi ketika memasuki usia ke-7 pernikahan.

Namun, menurut Gin Love Thompson, PhD, seorang psikoterapis, penulis, sekaligus relationship expert, gagasan bahwa hubungan asmara akan pudar setelah tujuh tahun, terdengar klise. Mereka yang setuju dengan fenomena “7-Year Itch” punya pandangan tersendiri. Mereka beranggapan bahwa orang-orang dalam hubungan jangka panjang dan pernikahan bukanlah orang yang sama seperti dulu lagi. Tak seperti pertama kali mereka bersama. 

Thompson lebih percaya kalau realitas yang ditimbulkan dari pernikahan akan menonjol setelah fase “bulan madu” kehilangan kilauannya. Di samping itu, realitas kehidupan nyata mulai menghantam pasutri (pasangan suami istri) ketika sebagian besar mereka secara individual mulai berubah. Menurut Thompson, perubahan ini umumnya terjadi di awal hingga pertengahan tiga puluhan (usia suami atau istri).

Menurut Thomson, tumbuh dan berkembang dengan pasangan merupakan aspek penting dari pernikahan abadi. Ingat, satu-satunya yang konstan adalah perubahan. Oleh sebab itu, menjadi pribadi yang terbuka dan mampu beradaptasi dengan pasangan adalah suatu keharusan. 

Baca juga: 7 Efek Buruk Perceraian Bagi Anak

Masa Rawan di Setiap Saat

Menyoal masa kerawanan dalam pernikahan, ada riset menarik yang bisa kita simak. Menurut sebuah penelitian Deakin University di Melbourne, Australia, mengenai pernikahan, untuk mencapai masa paling bahagia, sebuah pasangan harus terlebih dahulu melewati masa 40 tahun usia pernikahan. Selain itu, menurut ahli di sana usia rawan pernikahan adalah di tahun-tahun pertama. 

Namun, ada juga ahli yang kontra dengan penelitian tersebut. Mereka bilang “tiap menit adalah rawan”. Pendek kata, setiap waktu, setiap menit, adalah usia rawan dalam pernikahan. Bisa sekarang, bisa besok, bisa lusa, semua bisa memicu terjadinya masalah keluarga. Ujung-ujungnya, bisa perceraian atau sekadar pisah ranjang. Banyak kok pasangan sudah menikah 10 tahun atau lebih, tetapi berakhir dengan perceraian. Enggak percaya? Cobalah tengok di kanan-kirimu. 

Baca juga: Agar 5 Tahun Pertama Pernikahan Berjalan Mulus

Mungkin ada rekan kerja, teman, atau orang-orang terdekatmu yang mengalaminya. Bila tidak ada, googling-lah. Sebab, ada banyak orang-orang ternama yang mesti berpisah dengan pasangannya meski usia pernikahanya telah melewati 7 tahun. Sebenarnya masa rawan dalam keluarga atau pernikahan tak bisa diprediksi. Masalah rumah tangga bisa muncul kapan pun dan di mana pun.

Kesimpulannya, badai memang pasti berlalu. Namun, tak ada yang tahu, apakah pelangi atau langit mendung yang akan muncul ketika angin kencang tersebut berakhir. 

Ada yang memutuskan untuk tetap berpihak pada kenyataan pernikahan, tetapi ada pula yang ingin menutup book of love yang pernah ditulis bersama pasangannya. 

Hmm, kimia cinta memang menyimpan beribu pertanyaan, dan tentu saja, misteri.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan  kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter atau psikolog melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa kapan dan di mana saja mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Deakin University, Australia. Diakses pada 2019. First year of marriage unhappiest.
Huffington Post. Diakses pada 2019. How To Beat The '7-Year Itch' In Your Relationship.
Prevention. Diakses pada 2019. Adele Separates From Husband After 7+ Years: Is the '7-Year Itch' a Real Thing?