• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 7 Trik bagi Orangtua Agar Bisa Dekat dengan Anak

7 Trik bagi Orangtua Agar Bisa Dekat dengan Anak

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
7 Trik bagi Orangtua Agar Bisa Dekat dengan Anak

Halodoc, Jakarta - Memperkuat hubungan orangtua dan anak membutuhkan upaya. Namun, jika hal ini berhasil dilakukan maka mendatangkan manfaat yang besar. Mengasuh anak adalah pekerjaan yang sulit, tetapi dengan menjaga hubungan dekat dan komunikasi terbuka dengan anak, orangtua dapat tetap terhubung dengan mereka di semua tahap kehidupan.

Lebih jauh, hubungan orangtua dan anak yang kuat sebenarnya membuat pengasuhan lebih mudah. Sebab, anak yang merasa lebih terhubung dengan orangtua lebih cenderung untuk mendengarkan, membantu, dan mengikuti arahan. Selain itu, mereka lebih bersedia untuk berbicara dengan orangtuanya tentang masalah dengan teman atau di sekolah. 

Baca juga: Seberapa Besar Pengaruh Pola Pikir Ibu Terhadap Anak?

Bagaimana Cara agar Orangtua Dekat dengan Anak?

Ada beberapa trik mudah yang dapat digunakan orangtua untuk mempererat ikatan dengan anak, yaitu:

1.Ucapkan Rasa Sayang dengan Tulus

Beritahu anak bahwa kamu menyayangi mereka dengan tulus setiap hari, berapa pun usianya. Bahkan pada hari-hari sulit atau setelah perselisihan, orangtua harus memastikan anak tahu bahwa meski kamu tidak menyukai perilaku mereka, kamu mencintai mereka tanpa syarat.

2.Bermain dengan Anak

Manfaatkan waktu luang untuk bermain bersama anak. Bermainlah dengan boneka, bola, permainan papan, atau nyanyikan lagu. Biarkan anak melihat sisi konyol kamu. Anak-anak yang lebih besar menikmati permainan kartu, catur, dan komputer, sedangkan yang lebih kecil bersenang-senang bermain permainan apa pun.

Baca juga: Usia yang Tepat untuk Mulai Pendidikan Seks pada Anak

3.Membaca Buku atau Mengobrol Bersama sebelum Tidur

Jadikan membaca buku atau sekadar mengobrol bersama anak sebelum tidur sebagai rutinitas. Sebelum tidur mungkin juga satu-satunya waktu yang bisa dimiliki orangtua yang bekerja dengan anak-anak mereka. Jadi, cobalah membuat waktu tersebut menjadi menyenangkan.

4.Biarkan Anak Membantu

Orangtua terkadang secara tidak sengaja kehilangan kesempatan untuk kedekatan dengan tidak membiarkan anak mereka membantu mereka dalam berbagai tugas. Misalnya, membongkar barang belanjaan setelah pergi ke toko, atau membantu mengupas dan mengiris bawang ketika masak bersama. 

Anak-anak merasa kuat saat bisa membantu orangtuanya. Selain itu, anak juga dapat membantu dengan memberikan pendapat. Jadi, coba libatkan ia dalam pengambilan keputusan dalam keluarga. Sesederhana menanyakan sepatu mana yang terlihat lebih cocok dengan pakaian kamu, dapat membuatnya tahu bahwa kamu menghargai pendapatnya.

5.Makan Bersama

Momen makan bersama dapat menciptakan “panggung” untuk percakapan dan berbagi. Matikan TV dan jangan terburu-buru saat makan. Kebiasaan makan bersama ini bisa menjadi waktu berkualitas yang diingat dan dirindukan ketika anak sudah dewasa dan tinggal terpisah nantinya.

Baca juga: Hubungan Ayah dan Anak Renggang, Ibu Lakukan Ini

6.Hormati Pilihan Anak

Kamu tidak harus menyukai kemeja dan celana pendek anak yang tidak serasi atau menyukai bagaimana anak menempatkan gambar di kamarnya. Namun, penting untuk menghormati pilihannya tersebut.

Anak-anak meraih kemandirian di usia muda, dan orangtua dapat membantu mengembangkan keterampilan pengambilan keputusan tersebut dengan bersikap suportif dan bahkan sesekali melihat ke arah lain. 

7.Jadikan Mereka Prioritas dalam Hidup

Anak perlu tahu bahwa mereka adalah prioritas dalam hidup orangtuanya. Mereka dapat mengalami stres yang berlebihan dan memperhatikan ketika mereka merasa orangtuanya tidak memperhatikannya. 

Terkadang, bagian dari menjadi orangtua adalah tidak mengkhawatirkan hal-hal kecil dan menikmati waktu bersama anak-anak. Mereka tumbuh sangat cepat, dan setiap harinya terasa spesial. 

Jadi, manfaatkan waktu berharga bersama mereka, selagi kamu memilikinya. Jika butuh saran pengasuhan dari ahlinya, kamu bisa download aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan psikolog anak, kapan dan di mana saja.

Referensi:
Parenting NI. Diakses pada 2020. Parent-Child Relationship – Why it’s Important.
Very Well Family. Diakses pada 2020. How to Strengthen Parent-Child Relationships.