• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 8 Cara Mengatasi Ruam Kulit pada Bayi

8 Cara Mengatasi Ruam Kulit pada Bayi

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Ruam kulit pada bayi disebabkan oleh beberapa hal mulai dari membiarkan popok yang basah atau kotor terlalu lama, alergi terhadap bahan popok, sampai kepada infeksi ragi ataupun bakteri.

Ruam kulit umumnya tidak berbahaya dan biasanya memicu bercak merah, yaitu bersisik yang akhirnya hilang tanpa perawatan. Bayi lebih sering terkena ruam kulit di usia 9–12 bulan. Diare, anak mulai mengonsumsi makanan padat, dan ibu menyusui yang sedang konsumsi antibiotik biasanya menjadi pemicu kemunculan ruam.  

Mengatasi Ruam Kulit pada Bayi

Ada banyak jenis ruam yang memengaruhi berbagai bagian tubuh bayi. Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, ruam ini biasanya bisa hilang sendirinya atau membutuhkan perawatan rumahan. 

Meskipun ini seringnya membuat anak tidak nyaman dan sedikit rewel, tetapi orangtua tidak perlu khawatir. Begini beberapa tips mengatasi ruam kulit pada bayi:

Baca juga: Jenis Ruam yang Umum pada Bayi dan Mengatasinya

1. Cuci tangan sebelum dan sesudah penggantian popok.

2. Periksa popok bayi sesering mungkin, dan gantilah segera setelah basah atau kotor.

3. Gunakan pembersih ringan untuk membersihkan area yang mengalami ruam.

4. Tepuk-tepuk area tersebut dengan lembut dan kering, alih-alih digosok.

5. Jika menggunakan tisu, pilih yang ringan. Cobalah untuk menghindari tisu yang memiliki wewangian atau alkohol. Atau gunakan waslap bersih dan lembut.

6. Pastikan area tersebut benar-benar bersih dan kering sebelum mengenakan popok segar.

7. Biarkan bayi bebas popok selama mungkin. Terbebas dari penggunaan popok untuk sementara waktu dapat meningkatkan sirkulasi udara di area yang teritasi. 

8. Krim, salep, dan bedak adalah produk-produk yang bertujuan untuk menenangkan kulit bayi yang sakit atau menciptakan penghalang pelindung untuk kulit yang teriritasi.

Butuh rekomendasi jenis produk mana yang sebaiknya digunakan, bisa ditanyakan ke aplikasi Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor orangtua bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Ketika Ruam adalah Kondisi yang Serius

Untuk penggunaan krim atau salep, usapkan rata di area yang mengalami iritasi sebelum mengenakan bayi dengan popok bersih. Ratakan krim atau salep pada bagian bawah bayi yang kering dan bersih sebelum mengenakan popok bersih. Biasanya bahan zink oksida atau petrolatum direkomendasikan untuk penggunaan krim ataupun salep pada bayi.

Jika menggunakan bedak bayi, jauhkan pada area wajah bayi. Bedak dapat menyebabkan masalah pernapasan. Tempatkan bedak di tangan, lalu oleskan ke area yang teritasi. Jangan pernah menggunakan krim steroid yang ditemukan di toko obat kecuali dokter merekomendasikan untuk digunakan. Soalnya bahan ini dapat mengiritasi pantat bayi dan menyebabkan komplikasi jika digunakan secara tidak benar.

Baca juga: Begini Cara Simpel Mencegah Ruam Popok pada Bayi

Walaupun ruam kulit pada bayi adalah kondisi yang normal, adakalanya ini merupakan tanda dari kondisi yang lebih serius. Segera hubungi dokter jika ruam bertambah parah atau tidak merespons pengobatan dalam 2 atau 3 hari.

Terutama bila bayi sampai mengalami demam atau mengalami pergerakan yang lambat. Jika ibu melihat ada benjolan kuning, berisi cairan (pustula) dan daerah kerak berwarna madu. Ini mungkin infeksi bakteri yang membutuhkan antibiotik.

Sedangkan gejala infeksi ragi, biasanya menunjukkan tanda-tanda ruam merah bengkak dengan sisik dan lesi putih, jerawat merah kecil di luar area popok, serta kemerahan di lipatan kulit bayi. Terkadang perubahan sederhana justru membawa kesembuhan pada ruam kulit bayi.

Beberapa orangtua menemukan perubahan ketika mereka mengganti jenis popok. Misalnya, menggunakan popok berbahan kain atau mencoba merek yang berbeda. Deterjen ternyata juga memberikan pengaruh pada ruam. Pilihlah deterjen berbahan hypoallergenic ringan atau tambahkan setengah cangkir cuka saat membilas kain.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. How to Spot and Take Care of Your Baby’s Rash.
WebMD. Diakses pada 2020. Your Baby's Diaper Rash.