• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 8 Cara untuk Memulihkan Suara setelah Sakit Tenggorokan

8 Cara untuk Memulihkan Suara setelah Sakit Tenggorokan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
8 Cara untuk Memulihkan Suara setelah Sakit Tenggorokan

Halodoc, Jakarta - Saat terjadi kehilangan suara, biasanya kondisi ini disebabkan oleh radang atau sakit tenggorokan. Kondisi ini disebut laringitis di kotak suara saat mengalami iritasi dan meradang. Kotak suara bisa teriritasi jika terlalu sering menggunakan suara atau ketika mengalami infeksi. Sakit tenggorokan biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau flu biasa. 



Di dalam kotak suara terdapat pita suara. Saat berbicara, pita suara terbuka dan tertutup dengan mulus. Saat udara melewatinya, pita suara bergetar untuk membuat suara. Namun, ketika pita suara membengkak, hal itu mengubah cara udara melewatinya dan mengubah suara jadi terdengar parau, serak, atau terlalu pelan untuk didengar. Lantas, bagaimana cara memulihkannya?

Baca juga: Ibu, Begini Cara Alami Mengurangi Sakit Tenggorokan pada Anak

Cara Memulihkan Suara Setelah Sakit Tenggorokan

Sakit tenggorokan akibat laringitis biasanya sembuh dengan sendirinya, tapi terkadang juga bisa menjadi kondisi yang kronis. Untuk memulihkan suara kembali secepat mungkin, maka perlu langkah pengobatan radang atau iritasi di kotak suara. Beberapa cara berikut bisa dilakukan:

1. Istirahatkan Suara Sejenak

Hal terbaik yang bisa dilakukan saat pita suara teriritasi adalah mengistirahatkannya. Cobalah untuk tidak berbicara sama sekali selama satu atau dua hari. Jika harus berbicara, lakukan dengan tenang. Terkadang peradangan hanya perlu waktu untuk beristirahat. Penggunaan suara yang berlebihan bisa menghambat proses penyembuhan.

2. Jangan Berbisik

Berbisik sebenarnya lebih sulit dilakukan pada pita suara dibandingkan dengan berbicara biasa. Saat berbisik, pita suara tertarik kencang. Hal ini bisa memperlambat pemulihan. 

3. Gunakan Obat Pereda Nyeri

Obat pereda nyeri yang dijual bebas akan membuat lebih nyaman. Obat antiinflamasi non-steroid, seperti ibuprofen dan naproxen, dapat membantu mengurangi pembengkakan pada pita suara. 

4. Hindari Konsumsi Dekongestan

Mengonsumsi dekongestan saat sedang flu merupakan hal yang wajar. Namun, jika pilek menyebabkan radang tenggorokan, sebaiknya hindari obat-obatan yang dijual bebas di pasaran. Sebab, dengkongestan bisa mengeringkan tenggorokan dan saluran hidung. 

Baca juga: Ini 4 Penyebab Umum Sakit Tenggorokan yang Perlu Diketahui

5. Bicarakan dengan Dokter untuk Pengobatan

Kortikosteroid merupakan obat resep yang membantu mengurangi peradangan. Jika kamu memiliki pekerjaan yang bergantung pada suara, sebaiknya bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk pengobatan. Dokter mungkin akan meresepkan steroid jangka pendek. 

6. Minum Banyak Cairan

Sakit tenggorokan sering disebabkan oleh infeksi virus. Istirahat dan minum banyak cairan akan membantu kesembuhan lebih cepat. Usahakan untuk minum setidaknya 8-10 gelas perhari. 

7. Minuman Cairan Hangat

Cairan hangat seperti teh, kaldu, atau sup membantu meredakan tenggorokan yang teriritasi. Teh hijau, mengandung banyak antioksidan yang bisa membantu proses penyembuhan.

Minumlah cairan hangat empat atau lima kali sehari, atau seperlunya untuk meredakan nyeri. Namun, hindari minuman berkafein seperti kopi dan teh hitam, karena dapat menyebabkan dehidrasi. 

Baca juga: Vitamin yang Baik untuk Menangani Sakit Tenggorokan

8. Mandi Air Hangat

Uap dari air hangat membantu melembabkan pita suara dan meredakan sakit tenggorokan. Dengan menambahkan minyak esensial yang menyegarkan, seperti kayu putih, juga membantu memulihkan suara setelah sakit tenggorokan. Oleskan sedikit minyak esensial ke telapak tangan dan gosok ke tubuh secara bersamaan saat mandi air hangat. 

Sakit tenggorokan biasanya tidak memerlukan pengobatan, karena hampir selalu disebabkan oleh infeksi virus. Namun, jika pekerjaan seseorang bergantung pada suara, sebaiknya bicarakan pada dokter untuk pengobatan. Terutama jika gejala sakit tenggorokan berlangsung lebih dari dua hingga tiga minggu. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Try These Remedies to Get Your Voice Back Fast
WebMD. Diakses pada 2021. Laryngitis