• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 8 Ciri Perilaku yang Menjadi Tanda Gangguan Kontrol Impuls

8 Ciri Perilaku yang Menjadi Tanda Gangguan Kontrol Impuls

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Orang yang mengalami gangguan kontrol impuls (impulse control disorder) biasanya tidak mampu menahan dorongan yang datang secara tiba-tiba dan kuat untuk melakukan sesuatu. Tindakan yang dilakukan mungkin saja melanggar hak orang lain atau dapat menimbulkan konflik dengan norma-norma yang berlaku. 

Perilaku impulsif ini dapat terjadi berulang kali tanpa mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan tersebut. Biasanya, tindakan impulsif muncul dari ketegangan yang telah terbangun di dalam diri seseorang, dan dia tidak dapat menolaknya. Setelah bertindak atas perilaku impulsif tersebut, maka muncul perasaan lega walaupun hanya dalam waktu yang sebentar. 

Baca juga: Jenis Gangguan Mental yang Dapat Memengaruhi Perkembangan Anak

Ciri Perilaku Gangguan Kontrol Impuls

Perasaan seperti rasa bersalah atau malu mungkin dapat terjadi. Tindakan impulsif yang berulang dapat menyebabkan sejumlah konsekuensi negatif, seperti tekanan atau penyesalan emosional yang lebih besar dan bersifat jangka panjang. 

Ada beberapa tanda dan gejala yang mungkin mengarah pada perilaku gangguan kontrol impuls pada beberapa individu. Namun, sebenarnya tidak selalu mudah untuk mengidentifikasi suatu gangguan. Berikut ini tanda yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Makan sebanyak-banyaknya. Memanjakan diri dalam hal-hal seperti berbelanja, berjudi, dan makan. 
  2. Menghancurkan properti. Menghancurkan barang-barang milik sendiri atau orang lain pada saat marah. 
  3. Meningkatkan masalah: Mengambil situasi kecil dan menjadikannya lebih mendesak dan penting dari yang diperlukan. 
  4. Ledakan diri sering terjadi. Merasa terlalu sering kehilangan ketenangan sehingga muncul ledakan di dalam diri. 
  5. Suka memulai dari awal. Misalnya bergabung dan keluar dari grup secara tiba-tiba.
  6. Oversharing. Berbicara tanpa berpikir dan berbagi detail yang intim. 
  7. Melakukan kekerasan fisik. Bereaksi berlebihan dengan melakukan kekerasan fisik secara mendadak. 
  8. Melukai diri sendiri. Menyakiti diri sendiri di tengah memuncaknya kemarahan, kesedihan, atau kekecewaan. 

Baca juga: Gangguan Jiwa Dapat Terlihat Sejak Anak-Anak, Benarkah?

Anak kecil juga sering berperilaku impulsif. Itu karena mereka belum menyadari bagaimana perilaku mereka sendiri dapat mempengaruhi orang lain. Mereka mungkin tidak mengerti bahwa tindakan mereka memiliki konsekuensi di luar keinginan mereka. Beberapa contoh perilaku kontrol impuls pada anak-anak:

  • Mengabaikan bahaya. Berlari ke jalan tanpa memeriksa lalu lintas atau melompat kolam meskipun mereka tidak bisa berenang. 
  • Menyela. Sering mengganggu percakapan. 
  • Menyerang fisik. Mendorong anak lain atau melempar sesuatu saat kesal.
  • Suka meraih. Mengambil apa pun yang mereka inginkan tanpa meminta atau menunggu giliran. 
  • Menjadi vokal. Berteriak karena frustasi. 

Penyebab Terjadinya Gangguan Kontrol Impuls

Bagaimana seseorang membuat keputusan merupakan proses yang kompleks. Penyebab seseorang menjadi impulsif mungkin tidak selalu terbukti dan pasti. Orang mungkin juga mengikuti perilaku berisiko karena alasan lain selain impulsif. Tidak jarang juga impulsif terjadi pada anak kecil yang belum mengembangkan pengendalian diri. 

Impulsivitas mungkin berkaitan dengan lobus prefrontal. Hal ini menunjukkan hubungan antara impulsif dan konektivitas otak. Impulsif memiliki hubungan dengan kepribadian, konektivitas otak, fungsi otak, dan kondisi fisik (seperti lesi otak dan stroke, juga bisa menimbulkan gejala seperti perilaku impulsif). 

Baca juga: Kesehatan Mental Karakter Kdrama the World of Married

Selain perilaku di atas, masih banyak tanda dan gejala lain yang mungkin mencerminkan gangguan kontrol impuls. Kamu dapat berdiskusi pada profesional seperti psikolog melalui aplikasi Halodoc yang dapat memberikan evaluasi penuh, penjelasan, serta program pengobatan komprehensif yang membangun dan memperkuat keterampilan sosial. 

Misalnya, terapis atau psikolog dapat memberikan terapi pada pemecahan masalah dan strategi untuk mengekang impuls melalui teknik yang membantu mengembangkan pengendalian diri yang baik pada seseorang dengan gangguan kontrol impuls. 

Referensi:

Very Well Mind. Diakses pada 2020. Impulsive Behavior and Impulse Control Disorders

Healthline. Diakses pada 2020. Is Impulsive Behavior a Disorder?