• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 8 Gejala yang Dikenali saat Alami Penyakit Jantung Lemah

8 Gejala yang Dikenali saat Alami Penyakit Jantung Lemah

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
8 Gejala yang Dikenali saat Alami Penyakit Jantung Lemah

“Kardiomiopati atau jantung lemah terjadi akibat otot jantung yang melemah, sehingga jantung tak bisa memompa darah ke seluruh tubuh dengan baik. Kondisi ini bisa menyebabkan gagal jantung bahkan kematian bila tidak segera ditangani. Lalu, seperti apa gejala jantung lemah yang mungkin dialami pengidapnya?”

Halodoc, Jakarta – Dari banyaknya masalah yang bisa menghantui jantung, penyakit jantung lemah menjadi salah satu yang perlu diwaspadai. Jantung lemah atau kardiomiopati terjadi ketika otot jantung melemah, sehingga jantung tidak bisa memompa darah ke seluruh tubuh dengan efektif. 

Jantung lemah ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor pendorong. Mulai dari faktor usia (lansia), riwayat dalam keluarga, penyakit tertentu (hipertensi, diabetes, infeksi, dll.), kebiasaan merokok, hingga efek samping obat-obatan. Lantas, bagaimana dengan gejala penyakit jantung lemah? 

Baca juga: Denyut Jantung Lambat, Apa yang Menyebabkannya?

Kenali Gejala Penyakit Jantung Lemah

Seseorang yang mengalami jantung lemah biasanya akan mengalami beberapa gejala pada tubuhnya. Namun, tidak sedikit pula orang-orang dengan kardiomiopati atau jantung lemah yang tidak mengalami keluhan atau gejala di tahap awal. 

Namun, ketika penyakit jantung lemah sudah semakin memburuk dan jantung makin melemah, maka beragam keluhan muncul pada pengidapnya. Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute, gejala jantung lemah bisa berupa:

  1. Sesak napas atau kesulitan bernapas, terutama dengan aktivitas fisik.
  2. Kelelahan.
  3. Pembengkakan di pergelangan kaki, kaki, tungkai, perut, dan pembuluh darah di leher.
  4. Pusing.
  5. Pingsan selama aktivitas fisik.
  6. Aritmia atau detak jantung tidak teratur.
  7. Nyeri dada terutama setelah aktivitas fisik atau makan berat.
  8. Murmur jantung (suara ekstra atau tidak biasa yang terdengar selama detak jantung).

Nah, andaikan diri atau terdapat anggota keluarga yang mengalami gejala-gejala di atas, segera temui atau tanyakan pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Baca Juga: Hati-hati, Jantung Koroner Bisa Menurun Pada Anak!

Jenis dan Penyebab Jantung Lemah

Penyakit jantung lemah atau kardiomiopati terdiri dari beberapa jenis dan penyebab yang berbeda. Nah, berikut jenis dan penyebab jantung lemah menurut pakar di National Institutes of Health:

1. Kardiomiopati Dilatasi 

Jenis ini juga disebut juga kardiomiopati dilatasi idiopatik. Kardiomiopati dilatasi merupakan suatu kondisi di mana jantung menjadi lemah dan bilik jantung menjadi besar.

Akibatnya, jantung tidak dapat memompa cukup darah ke seluruh tubuh. Kondisi Ini dapat disebabkan oleh banyak masalah medis.

2. Kardiomiopati Hipertrofik

Kardiomiopati hipertrofik adalah suatu kondisi di mana otot jantung menjadi tebal. Hal ini membuat darah lebih sulit untuk meninggalkan jantung. Jenis kardiomiopati ini sering diturunkan melalui keluarga.

3. Kardiomiopati Iskemik 

Jantung lemah jenis ini disebabkan oleh penyempitan arteri yang memasok darah ke jantung. Hal tersebut membuat dinding jantung menipis sehingga tidak memompa darah dengan baik.

4. Kardiomiopati Restriktif 

Jenis jantung lemah yang satu ini merupakan sekelompok gangguan. Ruang jantung tidak dapat terisi darah karena otot jantung kaku. Penyebab paling umum dari jenis kardiomiopati ini adalah amiloidosis dan jaringan parut jantung dari penyebab yang tidak diketahui.

5. Kardiomiopati Peripartum

Penyakit jantung lemah jenis ini terjadi selama kehamilan atau dalam 5 bulan pertama sesudahnya.

Baca juga: Hati-Hati, 5 Hal Ini Bisa Menyebabkan Penyakit Jantung di Usia Muda

Nah, itulah beberapa gejala, jenis, dan penyebab jantung lemah yang perlu diketahui. Ingat, jantung lemah yang tidak segera ditangani bisa berakibat fatal bagi pengidapnya. Gangguan pada jantung ini bisa menyebabkan gagal jantung, bahkan kematian. Tuh, seram kan?

Oleh sebab itu, segera periksakan diri ke rumah sakit pilihan bila mengalami gejala jantung lemah. Sebelumnya, buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu mengantre sesampainya di rumah sakit. Praktis, kan?

Referensi:
National Institutes of Health – MedlinePlus. Diakses pada 2021. Cardiomyopathy
National Institutes of Health – National Heart, Lung, and Blood Institute. Diakses pada 2021. Cardiomyopathy.
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2021. Cardiomyopathy.