• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 8 Jenis Penyakit yang Dipelajari dalam Ilmu Serologi

8 Jenis Penyakit yang Dipelajari dalam Ilmu Serologi

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Berbagai cara bisa kamu lakukan untuk mendeteksi adanya gangguan kesehatan dalam tubuh. Mulai dari melakukan pemeriksaan darah, tes urine, hingga tes serologi. Pernahkah kamu mendengar mengenai ilmu serologi dalam dunia medis? Serologi merupakan salah satu cabang imunologi yang mempelajari reaksi antigen dan antibodi secara in vitro. Tes serologi dianggap cukup efektif untuk mendeteksi adanya suatu penyakit dalam tubuh.

Baca juga: Alasan Pengidap Gangguan Autoimun Butuh Tes Serologi

Ada beberapa jenis pemeriksaan yang perlu dilakukan saat menjalankan tes serologi. Lalu, kapan pemeriksaan serologi dapat dilakukan? Biasanya, saat seseorang dicurigai memiliki penyakit yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh atau imunitas, inilah waktunya melakukan pemeriksaan serologi. Kenali lebih banyak mengenai ilmu serologi agar kamu dapat melakukan pemeriksaan dengan tepat sesuai kebutuhan kesehatan.

Inilah Alasan Serologi Diperlukan

Antigen merupakan salah satu zat yang dapat menyebabkan tubuh mengeluarkan respon atau reaksi dari sistem kekebalan tubuh. Biasanya, antigen dapat masuk dalam tubuh melalui mulut, luka yang terbuka, atau melalui hidung dari udara yang dihirup. Ada beberapa jenis antigen yang dapat dideteksi melalui pemeriksaan serologi, yaitu bakteri, jamur, virus, dan juga parasit. 

Sistem kekebalan tubuh yang melawan antigen dapat menciptakan antibodi yang dapat menempel pada antigen dan membuat antigen menjadi tidak aktif. Ketika pemeriksaan berlangsung, tim medis akan mengambil sampel darah serta melakukan pengecekan pada laboratorium untuk mengidentifikasi jenis antibodi dan antigen yang ada pada darah. Dengan begitu, penyakit yang kamu alami dapat terdeteksi secara efektif.

Baca juga: Ketahui Komplikasi dari Tes Serologi

Proses Pemeriksaan Serologi

Hal yang diperlukan untuk proses pemeriksaan serologi adalah sampel darah. Pengambil darah akan dilakukan untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan pada laboratorium. Pemeriksaan perlu dilakukan pada rumah sakit terdekat

Setelah sampel darah diambil, akan ada beberapa pemeriksaan yang dilakukan dalam laboratorium, seperti:

  1. Uji aglutinasi yang mendeteksi apakah antibodi yang terpapar pada antigen menyebabkan penggumpalan partikel.
  2. Tes presipitasi digunakan untuk mengukur jumlah antigen melalui keberadaan antibodi dalam cairan tubuh.
  3. Tes Western Blot digunakan untuk mengidentifikasi reaksi antibodi dalam darah melalui antigen yang muncul.

Itulah beberapa tes yang akan dilakukan dalam pemeriksaan serologi. Biasanya, untuk mengetahui penyakit yang dialami akan terlihat dalam hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.

Penyakit yang Dapat Dideteksi dengan Serologi

Hasil pemeriksaan akan menunjukkan kondisi normal atau adanya penyakit dalam tubuh. Saat hasil menunjukkan normal, artinya tubuh tidak memproduksi antibodi. Kondisi ini mengartikan tidak adanya antigen yang menyebabkan infeksi dalam tubuh. 

Sedangkan untuk mendeteksi adanya suatu penyakit, biasanya akan terdeteksi antibodi dalam tubuh. Hasil ini akan menunjukkan adanya antibodi untuk merespon sistem kekebalan tubuh dari antigen. Dengan begitu, beberapa penyakit dapat terdeteksi dengan pemeriksaan serologi, seperti:

  1. Gangguan autoimun;
  2. Hepatitis B;
  3. Tifus;
  4. Sifilis;
  5. Campak;
  6. Rubella;
  7. HIV;
  8. Infeksi jamur;

Itulah beberapa penyakit yang dapat dideteksi dengan melakukan pemeriksaan serologi. Biasanya, setelah penyakit dideteksi, selanjutnya dokter akan melakukan penanganan dan pengobatan sesuai dengan jenis penyakit yang dialami.

Baca juga: Ini Waktu yang Tepat untuk Lakukan Tes Serologi

Segera gunakan aplikasi Halodoc dan bertanya langsung pada dokter mengenai pemeriksaan serologi lebih banyak agar kondisi kesehatan kamu tetap optimal. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak bahkan wanita hamil pun bisa melakukan pemeriksaan serologi karena pemeriksaan ini terbilang cukup aman untuk dilakukan. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. What is Serology?
UCLA Health. Diakses pada 2020. What Is Antibody Testing?