• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 8 Orang Ini Tidak Disarankan Lakukan Donor Darah

8 Orang Ini Tidak Disarankan Lakukan Donor Darah

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Donor darah adalah perbuatan mulia yang dapat menyelamatkan nyawa orang lain. Selain itu, pendonornya pun juga dapat merasakan sejumlah manfaat kesehatan, seperti mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis, mengurangi risiko terkena penyakit jantung, stroke, bahkan kanker. 

Meskipun punya segudang manfaat baik, sayangnya, tidak semua orang bisa melakukan donor darah. Ada sejumlah persyaratan yang perlu kamu penuhi untuk menjadi peserta donor darah. Dilansir dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pendonor harus berusia 18-65 tahun, memiliki berat badan minimal 50 kilogram, serta memiliki kondisi kesehatan yang baik.

Baca juga: Ingin Jadi Pendonor Darah? Cek Syaratnya Di sini

Walaupun sudah memenuhi persyaratan dasar untuk menjadi pendonor darah tersebut pun, riwayat kesehatan dan beberapa kebiasaan lainnya juga dipertimbangkan untuk menentukan apakah kamu memenuhi syarat untuk menjadi pendonor atau tidak.

Berikut ini kelompok orang yang tidak dianjurkan untuk melakukan donor darah:

1.Sedang Sakit

Pada hari donor darah, kamu harus dalam keadaan sehat. Bila kamu sedang pilek, flu, sakit tenggorokan, sakit perut, herpes atau infeksi lainnya, sebaiknya tunda dulu untuk sementara rencana kamu untuk melakukan donor darah.  

2.Baru Melakukan Tindikan

Bila kamu baru saja mendapatkan tato atau melakukan tindik badan, kamu juga sangat tidak disarankan untuk melakukan donor darah selama 6 bulan sejak prosedur dilakukan. Namun, bila tindik badan dilakukan oleh ahli kesehatan berlisensi dan peradangan sudah sembuh sepenuhnya, kamu bisa mendonorkan darah setelah 12 jam.

Baca juga: Ingin Piercing Tubuh? Ini Tips Amannya!

3.Sedang Hamil

Kamu tidak disarankan untuk melakukan donor darah dalam kondisi hamil karena dikhawatirkan dapat membahayakan kesehatan kamu dan janin. Kamu baru diperbolehkan untuk mendonorkan darah kembali 6 bulan setelah melahirkan. Wanita menyusui juga tidak disarankan untuk mendonorkan darah.

4.Mengidap Penyakit Menular Seksual

Beberapa penyakit menular seksual yang berbahaya, seperti gonore dan sifilis, dapat menular lewat darah. Bila kamu terinfeksi penyakit tersebut dan sedang dalam masa pengobatan, kamu baru bisa mendonorkan darah setelah 12 bulan sejak pengobatan kamu dinyatakan selesai.

WHO juga melarang orang-orang yang melakukan aktivitas seksual ‘berisiko’ dalam 12 bulan terakhir untuk mendonorkan darah.

5.Memiliki Riwayat Penyakit Hepatitis dan HIV

Orang-orang yang pernah mendapatkan hasil tes positif HIV tidak diperbolehkan untuk mendonorkan darah secara permanen. Begitu juga dengan orang yang memiliki riwayat penyakit hepatitis. Sayangnya, tidak ada solusi yang bisa dilakukan bila kamu memiliki riwayat penyakit tersebut.

6.Pernah Menggunakan Narkoba

Orang-orang yang pernah menggunakan narkoba dalam bentuk suntik juga dilarang secara permanen untuk melakukan donor darah. Meskipun kamu sudah melakukan rehabilitasi dan tidak pernah kembali menggunakannya, kamu tidak akan pernah diperbolehkan untuk donor darah.

7.Minum Obat-obatan Tertentu

Bila kamu sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat pengencer darah, antibiotik, obat untuk kanker atau kondisi kesehatan lainnya, kamu tidak disarankan untuk melakukan donor darah mulai dari seminggu hingga beberapa bulan.

8.Bepergian Ke Luar Negeri

Bila kamu baru saja bepergian ke negara lain, kamu mungkin tidak disarankan untuk melakukan donor darah, karena adanya kemungkinan kamu dapat terpapar penyakit menular. Misalnya, bepergian ke daerah endemik infeksi nyamuk, seperti demam berdarah, atau chikungunya dapat membuat kamu ditangguhkan sebagai pendonor sampai gejala hilang. Sedangkan orang yang pernah melakukan perjalanan atau tinggal di negara dengan kasus penularan malaria yang tinggi juga akan ditangguhkan menjadi pendonor selama 1-3 tahun.

Baca juga: Orang dengan 7 Penyakit Ini Dilarang Donor Darah

Nah, itulah kelompok orang yang tidak disarankan untuk melakukan donor darah. Bila kamu tidak termasuk salah satu kelompok di atas dan sudah dinyatakan memenuhi syarat untuk menjadi pendonor, tidak ada salahnya untuk melakukan donor darah secara rutin. Selalu jaga kesehatan juga dengan download aplikasi Halodoc untuk membantu kamu mendapatkan solusi kesehatan terlengkap dengan mudah.

Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2020. Who can give blood.
Single Care. Diakses pada 2020. Who can donate blood—and who can’t.