24 May 2018

8 Tips Berpuasa Bagi Pengidap Anemia

8 Tips Berpuasa Bagi Pengidap Anemia

Halodoc, Jakarta – Pengidap anemia memiliki kondisi di mana tubuh kekurangan sel darah merah. Padahal sel-sel darah merah bertugas mengalirkan nutrisi dari makanan ke setiap sel tubuh. Akibatnya ketika menjalankan puasa, tidak jarang pengidap anemia jadi merasa lemas, pusing, jantung berdebar bahkan pingsan.

Jadi, pengidap anemia yang ingin berpuasa, sebaiknya membicarakan terlebih dahulu dengan dokter tentang pola makan saat puasa. Bila kondisi anemia yang dialami cukup berat dan sampai membutuhkan transfusi darah, maka dokter tidak akan menganjurkanmu untuk berpuasa. Namun, bila kondisi anemia yang kamu alami tergolong ringan dan dokter mengizinkanmu untuk berpuasa, maka kamu perlu memerhatikan tips-tips berikut.

1. Perhatikan Asupan Makanan

Banyak pengidap anemia yang berpuasa seringkali kurang memperhatikan jenis asupan makanan yang dikonsumsinya. Padahal hal ini sangat penting, karena pengidap anemia tidak boleh kekurangan gizi, terutama zat besi.

Bila pengidap anemia terus sembarangan mengonsumsi makanan tanpa memperhatikan kandungan gizinya, dikhawatirkan kondisi anemianya bisa bertambah parah. Jadi, usahakan untuk selalu mengonsumsi makanan yang bergizi saat sahur dan buka puasa. Pengidap anemia dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang tinggi kalsium, vitamin B serta mineral.

(Baca juga: 5 Jenis Asupan Makanan untuk Pengidap Anemia)

2. Makanan Saat Sahur

Saat sahur, konsumsilah makanan bernutrisi lengkap, termasuk sayur dan buah-buahan yang kaya akan serat. Serat dapat memperlambat penyerapan, sehingga kamu bisa merasa kenyang lebih lama dan mencegah timbulnya rasa lemas.

3. Makanan Saat Berbuka Puasa

Puasa dapat menurunkan kadar gula dalam darah, sehingga pengidap anemia akan merasa lebih lemas dan lesu. Oleh karena itu, saat berbuka puasa, awali dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang manis terlebih dahulu untuk mengembalikan kadar gula dalam darah. Misalnya seperti kurma, teh manis hangat, dan kolak pisang (Baca juga: Berbuka Puasa dengan Kolak Pisang, Ada Manfaatnya?). Usahakan juga untuk sahur dan buka puasa tepat waktu.

4. Banyak Mengonsumsi Zat Besi

Menu untuk berbuka puasa maupun sahur sebaiknya yang mengandung zat besi tinggi, karena zat besi merupakan salah satu komponen penting dalam pembentukan sel darah merah. Makanan yang kaya akan zat besi antara lain daging merah, kacang-kacangan, kuning telur, hati, dan sayuran hijau seperti bayam, kangkung, dan brokoli.

5. Konsumsi Kalsium dan Vitamin C

Selain zat besi, dua nutrisi lainnya yang tidak kalah penting untuk pengidap anemia adalah kalsium dan vitamin C. Kamu bisa mendapatkan asupan kalsium dengan mengonsumsi makanan seperti ikan teri dan susu. Sedangkan asupan vitamin C bisa didapat dari buah-buahan seperti jeruk, mangga, stroberi, serta sayuran seperti brokoli, kubis, dan wortel. Vitamin C berfungsi untuk membantu penyerapan zat besi.

6. Kurangi Minuman Berkafein dan Bersoda

Kedua jenis minuman tersebut dapat mengganggu penyerapan zat besi. Jadi selama berpuasa, kurangilah minum kopi, teh hitam, dan soft drinks.

7. Minum Suplemen

Bila diperlukan, minumlah suplemen penambah darah yang mengandung zat besi dan vitamin B seperti asam folat, tentunya sesuai dengan anjuran dokter. Kamu bisa membeli suplemen tersebut di aplikasi Halodoc. Caranya sangat mudah, tinggal order lewat fitur Apotik Antar dan pesananmu akan diantar dalam waktu satu jam.

8. Istirahat yang Cukup

Pengidap anemia perlu istirahat yang cukup agar tubuhnya tetap kuat saat berpuasa.

Itulah tips-tips berpuasa bagi kamu yang memiliki anemia. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga yang bermanfaat sebagai partner kesehatanmu di App Store dan Google Play.