• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 9 Faktor Risiko Serangan Jantung yang Sering Diabaikan

9 Faktor Risiko Serangan Jantung yang Sering Diabaikan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
9 Faktor Risiko Serangan Jantung yang Sering Diabaikan

“Acap kali seseorang mengabaikan penyebab serangan jantung dan baru mencari tahu informasi setelah kondisi kesehatan sudah sangat memprihatinkan. Padahal faktanya, serangan jantung dapat mengancam nyawa, dan terjadi secara tiba-tiba. Mewaspadai penyakit sejak dini menjadi langkah tepat agar kasus dapat ditangani dengan langkah yang tepat. Salah satu caranya adalah dengan mengetahui penyebab serangan jantung.”

Halodoc, Jakarta – Serangan jantung dikenal sebagai sebutan pembunuh secara diam-diam. Sebutannya disematkan karena gejala kerap datang tiba-tiba dan terjadi dalam kasus yang parah. Sebagian besar pengidapnya harus berakhir kehilangan nyawa karena tidak awas dengan penyebab yang mendasari. Penyebab serangan jantung bahkan kerap diabaikan karena dianggap sebagai kebiasaan yang susah untuk dihilangkan. Berikut ini beberapa penyebab serangan jantung tersebut:

Baca juga: Perbedaan Nyeri Dada karena GERD dan Serangan Jantung

1. Merokok

Merokok menjadi penyebab serangan jantung yang kerap diabaikan. Padahal, kebiasaan buruk yang satu ini dapat merusak lapisan arteri, mempertebal dinding arteri, dan menambah tumpukan lemak serta plak memicu terhambatnya aliran darah di sepanjang arteri. Bukan itu saja, asap rokok yang masuk ke dalam tubuh meningkatkan jumlah radikal bebas yang memicu pertumbuhan sel abnormal pemicu kanker.

2. Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi memicu kerusakan pada arteri yang bertugas mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini rentan dialami oleh pengidap obesitas, kolesterol tinggi, dan diabetes. Oleh karena itu, kamu perlu mengatasi dengan langkah tepat  jika mengalami sejumlah kondisi tersebut.

3. Usia

Seiring berjalannya waktu, risiko serangan jantung semakin tinggi. Meski demikian, usia tidak bisa dijadikan patokan, karena seseorang yang terbiasa melakukan pola hidup sehat sejak dini dapat terhindar dari serangan jantung.

4. Obesitas

Penting untuk selalu memantau indeks massa tubuh tetap normal. Sebab berat badan yang normal dan sehat akan menghindari tubuh dari berbagai penyakit. Kegemukan meningkatkan peluang terjadinya berbagai macam penyakit, khususnya penyakit jantung, diabetes, kanker, dan asma.

Baca juga: Stres Berlebihan Bisa Meningkatkan Risiko Serangan Jantung

5. Diabetes

Gula darah tinggi pada pengidap diabetes meningkatkan risiko serangan jantung. Ketika mengalaminya, tubuh tidak mampu memproduksi cukup insulin atau tidak bisa merespon insulin dengan baik. Kondisi tersebut memicu penumpukan gula darah yang berujung pada serangan jantung.

6. Kolesterol

Kolesterol dapat menyumbat pembuluh darah. Kadarnya yang berlebihan dalam darah akan membentuk plak dan menyebabkan penyumbatan, sehingga aliran darah menuju organ jantung jadi terganggu. Asupan darah yang tidak cukup memicu  nyeri dada. Ketika aliran sepenuhnya tersumbat, di situlah serangan jantung terjadi.

7. Suka Bermalas-Malasan

Penyebab serangan jantung yang paling sering dilakukan adalah hobi bermalas-malasan. Padahal, tubuh perlu bergerak aktif untuk mencegah penumpukan kolesterol, obesitas, dan darah tinggi. Dengan bergerak aktif, kondisi kardiovaskular pun dapat terkontrol dengan baik.

8. Stres dan Cemas

Stres kronis dan kecemasan menjadi penyebab serangan jantung yang kerap diabaikan. Kesehatan mental yang buruk menyebabkan tubuh malas untuk bergerak, serta menciptakan pola makan yang buruk yang dapat berujung pada serangan jantung.

9. Kebiasaan Mengonsumsi Alkohol

Penyebab serangan jantung selanjutnya adalah, kebiasaan mengonsumsi alkohol secara berlebihan. Alkohol mampu menurunkan kesehatan jantung dengan meningkatkan kadar lemak jahat dalam darah, dan menyebabkan detak jantung tidak teratur. Agar terhindar dari risiko serangan jantung, konsumsilah dalam takaran yang aman dan tidak berlebihan.

Baca juga: Perbedaan Serangan Jantung dan Sakit Dada Biasa

Penyebab terakhir yang sering diabaikan adalah, memiliki riwayat penyakit serangan jantung pada keluarga. Jika memiliki faktor risiko ini, sebaiknya lakukan pemeriksaan rutin di rumah sakit terdekat untuk memantau kesehatan tubuh secara keseluruhan. Kamu bisa lebih dulu membuat janji temu dengan dokter lewat aplikasi Halodoc. Jika belum memilikinya, silahkan download di sini, ya.

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg

Referensi:

WebMD. Diakses pada 2021. Never Ignore These 11 Heart Symptoms.

ST James Parish Hospital. Diakses pada 2021. Ignoring Heart Attack Symptoms Can Be a Fatal Mistake.

Michigan Health. Diakses pada 2021. 12 Heart Attack Risk Factors You Can’t Ignore.

CDC. Diakses pada 2021. Heart Attack Symptoms, Risk, and Recovery.