• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Abses Perintosil dan Radang Tenggorokan, Apa Perbedaannya?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Abses Perintosil dan Radang Tenggorokan, Apa Perbedaannya?

Abses Perintosil dan Radang Tenggorokan, Apa Perbedaannya?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 01 Agustus 2021
Abses Perintosil dan Radang Tenggorokan, Apa Perbedaannya?

“Apakah kamu pernah mengalami gejala seperti sulit menelan, tenggorokan terasa seperti terbakar, hingga amandel membengkak? Jika iya, berarti kamu sedang terserang radang tenggorokan. Namun, jika telah berkembang lebih buruk, kondisi tersebut dikenal dengan abses peritonsil.”

Halodoc, Jakarta - Abses peritonsil ditandai dengan gejala, seperti nyeri telinga, pembengkakan pada area wajah dan leher, serta pembesaran pada kelenjar getah bening. Sebagian besar kondisi ini terjadi karena bakteri yang sama yang menjadi penyebab radang tenggorokan. 

Umumnya, bakteri streptokokus menjadi penyebab utama munculnya infeksi pada jaringan lunak yang berada di sekitar amandel. Jaringan ini dapat terinfeksi oleh bakteri yang menyebar dari kelenjar amandel. Perbedaan paling mendasar antara radang tenggorokan dan abses peritonsil adalah letak infeksinya. 

Saat mengalami radang tenggorokan, infeksi terjadi pada tonsil, faring, dan laring. Sementara itu, abses perintosil hanya terjadi di area tonsil (amandel).

Baca juga: Abses Peritonsil dan Tonsilitis, Apa Bedanya?

Mengetahui Lebih Jauh Seputar Radang Tenggorokan

Radang tenggorokan bisa menyebabkan rasa nyeri, iritasi, atau tenggorokan kering akibat infeksi virus maupun bakteri. Jika virus adalah penyebabnya, maka masalah kesehatan ini dapat pulih dengan sendirinya dalam kurun waktu satu minggu. Sebaliknya, sakit tenggorokan karena infeksi bakteri perlu dilakukan pengobatan.

Sebenarnya, mengobati sakit tenggorokan bukan hal yang sulit. Kamu hanya perlu banyak minum air putih dan cukup istirahat. Jika gejala belum membaik, kamu bisa mencoba mengonsumsi obat paracetamol untuk membantu meredakan rasa nyeri di tenggorokan.

Baca juga: 6 Penyakit Ini Sebabkan Tenggorokan Sakit saat Menelan

Lalu, Apa Bedanya dengan Abses Perintosil?

Sementara itu, abses peritonsil terjadi karena infeksi bakteri. Gangguan kesehatan ini akan mengakibatkan munculnya nanah di sekitar tonsil atau amandel. Kondisi ini biasanya terjadi karena komplikasi dari tonsilitis atau radang amandel yang tidak diobati secara tuntas. 

Sama halnya dengan radang tenggorokan, abses peritonsil juga bisa terjadi pada siapa saja. Gejala yang muncul biasanya, seperti rasa sakit, pembengkakan, dan penyumbatan pada tenggorokan. Saat gejala terjadi, kamu biasanya akan kesulitan menelan, berbicara, bahkan bernapas.

Selain itu, ada beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko terjadinya abses peritonsil, antara lain: 

  • Infeksi pada gusi, seperti periodontitis dan radang gusi.
  • Tonsilitis (radang amandel) kronis.
  • Infeksi mononukleosis.
  • Kebiasaan merokok.
  • Leukemia limfositik kronis.
  • Adanya batu atau endapan kalsium dalam amandel (tonsillolitis).

Guna mencegah abses peritonsil, tentu kamu harus mengobati radang tenggorokan hingga tuntas. Tidak hanya itu, menjaga kebersihan gigi dan mulut serta tidak merokok juga menjadi cara pencegahan terbaik yang bisa dilakukan. 

Jika kamu mengalami gejala radang tenggorokan yang tidak sembuh setelah menjalani perawatan rumahan, bahkan cenderung memburuk, segera lakukan pengobatan. Kamu bisa membuat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc, caranya cukup dengan download aplikasi Halodoc di ponselmu. Penanganan yang intensif dan tepat tentu sangat diperlukan untuk mencegah munculnya komplikasi yang berbahaya.

Pengobatan Abses Peritonsil

Abses peritonsil memerlukan tindakan medis dan serangkaian pemeriksaan agar dokter bisa mendapatkan diagnosis yang lebih akurat. Pemeriksaan tersebut meliputi pemeriksaan fisik pada mulut, tenggorokan dan leher, serta tes darah bila memang dibutuhkan. 

Sementara itu, penanganan masalah kesehatan ini dilakukan dengan mengeluarkan nanah melalui penyedotan dengan menggunakan jarum (aspirasi). Metode lainnya, yaitu membuat sayatan kecil pada abses dengan pisau bedah sehingga nanah bisa keluar. 

Baca juga: Pencegahan Abses Peritonsil yang Bisa Dilakukan

Jika cara ini belum cukup mengatasi abses peritonsil, maka amandel perlu diangkat dengan prosedur tonsilektomi. Prosedur ini berlaku untuk seseorang yang kerap mengidap tonsilitis atau pernah mengalami abses peritonsil sebelumnya.

Oleh karena sulit menelan, untuk sementara waktu kamu perlu diberikan cairan dan nutrisi melalui infus. Dokter biasanya juga memberikan obat penghilang rasa sakit serta antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri yang terjadi. Kamu wajib menghabiskan antibiotik sesuai dosis yang dianjurkan dokter. Jika tidak dihabiskan, infeksi bisa saja muncul kembali.

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2021. Peritonsillar Abscess.
WebMD. Diakses pada 2021. Oral Care: Peritonsillar Abscess.
Healthline. Diakses pada 2021. Sore Throat 101: Symptoms, Causes, and Treatment.