Actinic Keratosis Rentan Menyerang Lansia, Ini Alasannya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Actinic Keratosis Rentan Menyerang Lansia, Ini Alasannya

Halodoc, Jakarta – Actinic keratosis adalah bercak kasar dan bersisik pada kulit yang berkembang dari paparan sinar matahari bertahun-tahun. Ini paling sering ditemukan di wajah, bibir, telinga, punggung tangan, lengan, kulit kepala, ataupun leher.

Actinic keratosis biasanya tidak menimbulkan tanda atau gejala selain bercak atau bercak kecil pada kulit. Perubahan kulit ini membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk berkembang, biasanya pertama kali muncul pada orang di atas 40 tahun.

Beberapa orang dengan kondisi tertentu rentan terhadap actinic keratosis. Misalnya, orang dengan kulit putih, bintik-bintik, rambut pirang atau merah dan mata biru, serta hijau atau abu-abu paling rentan terhadap kerusakan akibat sinar matahari.

Orang Afrika-Amerika, Hispanik, Asia, dan lain-lain dengan kulit yang lebih gelap tidak rentan seperti halnya orang Kaukasia. Pun begitu, siapa pun dapat mengembangkan kondisi ini, terutama mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Inilah yang menjadi alasan kenapa orang-orang lansia lebih rentan mengidap actinic keratosis.

Baca juga: 4 Penyakit Kulit Ini Dipicu oleh Virus

Seperti halnya para lansia, orang-orang yang pertahanan kekebalannya dilemahkan oleh kemoterapi kanker, AIDS, transplantasi organ, ataupun faktor-faktor lain kurang mampu melawan efek radiasi ultraviolet dan dengan demikian lebih mungkin mengembangkan keratosis aktinik.

Jika dirawat lebih awal, hampir semua keratosis aktinik dapat dibersihkan atau dihilangkan sebelum berkembang menjadi kanker kulit. Jika tidak diobati, beberapa bintik-bintik ini dapat berkembang menjadi karsinoma sel skuamosa yang merupakan sejenis kanker dan biasanya tidak mengancam jiwa jika terdeteksi dan diobati lebih awal.

Pencegahan Actinic Keratosis

Pencegahan memiliki peranan penting supaya kondisi actinic keratosis tidak berkembang menjadi kanker kulit. Ini bisa dimulai dari pembatasan paparan sinar matahari yang berlebihan, terutama di siang hari terik.

Berikut ini beberapa langkah pencegahan yang sejatinya bisa kamu lakukan:

  1. Hindari Matahari Pukul 10.00 -14.00 WIB

Ini adalah waktu rawan di mana sinar matahari bisa merusak kulit lewat paparannya. Terlalu  lama berada di jeda waktu ini bisa menghasilkan kerusakan kulit yang dapat meningkatkan risiko mengembangkan actinic keratosis dan kanker kulit.

  1. Gunakan Tabir Surya

Penggunaan tabir surya setiap hari mengurangi perkembangan keratosis aktinik. Sebelum menghabiskan waktu di luar rumah, oleskan tabir surya spektrum luas dengan faktor perlindungan matahari (SPF) minimal 30. American Academy of Dermatology merekomendasikan menggunakan tabir surya spektrum luas dan tahan air dengan SPF minimal 30.

Baca juga: Kenali 5 Penyakit Kulit yang Jarang Terjadi

  1. Mengaplikasikan Tabir Surya Secara Berulang

Gunakan tabir surya pada semua kulit yang terbuka, dan gunakan lip balm dengan tabir surya di bibir. Oleskan tabir surya 15 menit sebelum paparan sinar matahari dan aplikasikan kembali setiap dua jam atau lebih sering jika berenang atau berkeringat.

  1. Menutupi Bagian Tubuh

Untuk perlindungan ekstra dari sinar matahari, kenakan pakaian tenun yang menutupi lengan dan kaki. Ada baiknya juga kamu mempertimbangkan untuk mengenakan pakaian atau perlengkapan luar yang dirancang khusus untuk memberikan perlindungan terhadap sinar matahari.

Baca juga: Pengidap Albinisme Tak Boleh Kena Sinar Matahari, Benarkah?

  1. Tanggap Terhadap Perubahan Kulit

Periksa kulit secara teratur dan laporkan perubahan ke dokter. Cari perkembangan pertumbuhan kulit baru atau perubahan tahi lalat, bintik-bintik, benjolan, dan tanda lahir yang ada. Dengan bantuan cermin, periksa wajah, leher, telinga, dan kulit kepala. Bila perlu juga bagian atas dan bawah lengan dan tangan.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai actinic keratosis, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Talk to A Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.