• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ada Benjolan di Ketiak, Apakah Perlu Diwaspadai?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ada Benjolan di Ketiak, Apakah Perlu Diwaspadai?

Ada Benjolan di Ketiak, Apakah Perlu Diwaspadai?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 21 Juli 2021
Ada Benjolan di Ketiak, Apakah Perlu Diwaspadai?Ada Benjolan di Ketiak, Apakah Perlu Diwaspadai?

“Apakah kamu baru merasakan ada benjolan di ketiak? Kondisi ini memang bisa sangat mengkhawatirkan, namun jika ia tidak menyebabkan rasa sakit, tidak membesar, dan hilang dengan sendirinya, kamu tak perlu khawatir. Kecuali jika ia menyebabkan gejala yang bikin tidak nyaman, maka pemeriksaan oleh dokter harus segera dilakukan.”

Halodoc, Jakarta – Benjolan di ketiak mungkin mengacu pada pembesaran setidaknya satu kelenjar getah bening di bawah lengan. Kelenjar getah bening ini adalah struktur kecil berbentuk oval yang terletak di seluruh sistem limfatik tubuh. Mereka memainkan peran penting dalam sistem kekebalan tubuh.

Benjolan di ketiak mungkin terasa kecil, akan tetapi dalam kasus lain, mungkin sangat terlihat. Benjolan di ketiak bisa dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti kista, infeksi, atau iritasi akibat pencukuran atau penggunaan antiperspiran. Namun, benjolan ini juga dapat mengindikasikan kondisi kesehatan serius yang mendasarinya sehingga kamu harus tahu kapan waktu tempat memeriksakannya ke dokter.

Baca juga: Kelenjar Getah Bening di Ketiak Bengkak, Apa Bahayanya?

Penyebab Benjolan di Ketiak

Sebagian besar benjolan tidak berbahaya dan biasanya merupakan hasil dari pertumbuhan jaringan yang tidak normal. Namun, benjolan di ketiak dapat dikaitkan dengan masalah kesehatan mendasar yang lebih serius. Kamu harus meminta dokter untuk mengevaluasi setiap benjolan yang tidak biasa yang kamu miliki.

Ada beberapa penyebab paling umum dari benjolan di ketiak, antara lain: 

  • Infeksi bakteri atau virus.
  • Lipoma, ia adalah pertumbuhan jaringan lemak jinak dan biasanya tidak berbahaya.
  • Fibroadenoma yang merupakan pertumbuhan jaringan fibrosa non-kanker.
  • Hidradenitis suppurativa.
  • Reaksi alergi.
  • Reaksi sehabis vaksin.
  • Infeksi jamur
  • Kanker payudara.
  • Limfoma (kanker sistem limfatik).
  • Leukemia (kanker sel darah).
  • Lupus eritematosus sistemik (penyakit autoimun yang menargetkan sendi dan organ).

Baca juga: Benjolan Berisi Nanah pada Ketiak, Apa Penyebabnya?

Kapan Harus ke Dokter?

Setiap benjolan di ketiak yang baru kamu temukan dapat menimbulkan kekhawatiran. Namun, tidak semua benjolan berbahaya atau bahkan menyakitkan. Keseriusan benjolan dapat ditentukan dengan baik melalui pemeriksaan medis dan terkadang pemeriksaan tambahan lainnya.

Tanda-tanda peringatan yang mungkin mengindikasikan benjolan ketiak disebabkan oleh kondisi serius adalah: 

  • Pembesaran secara bertahap.
  • Tidak ada rasa sakit.
  • Tidak kunjung hilang.

Jika seseorang mengalami atau memperhatikan gejala-gejala ini, atau memiliki keraguan tentang benjolan, mereka harus menemui dokter mereka sesegera mungkin yang dapat mengesampingkan penyebab yang lebih serius. Tentu saja, setiap benjolan yang tidak biasa harus dievaluasi dengan cermat.

Biasanya, dokter akan memulai dengan menanyakan pertanyaan tentang benjolan tersebut. Dokter mungkin bertanya tentang rasa sakit atau ketidaknyamanan yang dialami. Selain itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan ini harus mencakup palpasi tangan atau pijatan untuk mengetahui konsistensi dan tekstur benjolan ketiak. Prosedur ini memungkinkan dokter untuk memeriksa kelenjar getah bening secara menyeluruh.

Sebelum melakukan pemeriksaan di rumah sakit, kamu juga bisa berdiskusi dahulu dengan dokter di Halodoc mengenai kemungkinan penyebab benjolan di ketiak. Dokter di Halodoc akan selalu siaga untuk memberikan informasi dan saran kesehatan yang tepat. Mereka dapat dengan mudah dihubungi melalui smartphone, kapan dan di mana saja.

Baca juga: Ini Cara Memeriksa Kelenjar Getah Bening 

Jika Benjolan di Ketiak Terjadi pada Wanita

Benjolan di ketiak dapat terjadi pada pria dan wanita dari segala usia. Namun, benjolan di bawah lengan bisa mengindikasikan perkembangan kanker payudara. Wanita harus melakukan pemeriksaan payudara sendiri setiap bulan dan melaporkan benjolan payudara ke dokter segera.

Perhatikan bahwa payudara mengalami perubahan hormonal selama siklus menstruasi dan mungkin cenderung terasa lebih lembut atau kental selama waktu ini. Ini dianggap benar-benar normal. Untuk hasil yang paling akurat, lakukan pemeriksaan payudara sendiri sekitar satu hingga tiga hari setelah menstruasi berakhir.

Penyebab potensial lain dari benjolan ketiak pada wanita, yang cenderung juga terjadi di dekat daerah payudara dan selangkangan, adalah hidradenitis suppurativa. Kondisi kronis ini melibatkan penyumbatan dan peradangan di dekat kelenjar apokrin dari folikel rambut di kulit, umumnya menyebabkan benjolan seperti bisul yang menyakitkan yang berisi nanah, bocor, dan bahkan mungkin terinfeksi.

Risiko memiliki kondisi ini termasuk merokok, riwayat keluarga, dan obesitas. Meskipun penyebab pastinya tidak diketahui, diperkirakan bahwa kemungkinan perubahan hormonal pada masa pubertas dan/atau sistem kekebalan yang merespon terlalu kuat terhadap folikel rambut menjadi tersumbat dan teriritasi. Pria juga dapat mengalami hidradenitis suppurativa, tetapi lebih sering terjadi pada wanita.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Armpit Lump.
Icahn School of Medicine at Mount Sinai. Diakses pada 2021. Armpit Lump.
Medical News Today. Diakses pada 2021. Armpit Lumps.