• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Adakah Cara Ampuh untuk Mengatasi Keriput?

Adakah Cara Ampuh untuk Mengatasi Keriput?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Keriput ditandai dengan munculnya kerutan atau lipatan pada wajah. Masalah yang satu ini biasanya muncul secara alami seiring bertambahnya usia. Seiring bertambahnya usia, kulit menjadi lebih tipis dan kurang elastis. Kerutan pertama cenderung muncul di wajah di area yang terlipat otomatis saat seseorang berekspresi. Kerutan juga cenderung muncul di bagian tubuh yang paling sering terpapar sinar matahari, seperti wajah dan leher, punggung tangan, dan lengan.

Keriput yang muncul lebih awal tentu akan mengganggu penampilan dan kamu pasti ingin menghilangkannya. Lantas, adakah cara ampuh untuk mengatasi keriput ? Simak ulasan berikut. 

Baca juga: Kebiasaan Buruk yang Bisa Sebabkan Keriput

Tips Ampuh Mengatasi Keriput

Ada banyak perawatan yang tersedia untuk membantu mengurangi garis-garis halus pada kulit. Untuk lipatan yang lebih dalam, seseorang mungkin memerlukan teknik yang lebih agresif, seperti operasi plastik atau botoks. Berikut perawatan-perawatan yang bisa kamu coba:

1. Retinoid Topikal

Retinoid topikal yang berasal dari vitamin A mampu mengurangi kerutan halus, hiperpigmentasi, dan kekasaran kulit dengan cara meningkatkan produksi kolagen di kulit. Namun, penggunaan retinoid dapat menyebabkan kulit terbakar di bawah sinar matahari. Jadi, sebaiknya gunakan sebelum tidur saja.

2. Dermabrasi

Dermabrasi adalah prosedur pembedahan dengan cara mengikis atau abrasi, lapisan atas kulit dengan alat yang berputar cepat. Dermabrasi bertujuan untuk menghilangkan kerutan halus, tahi lalat, tato, bekas jerawat, dan jenis bekas luka lainnya. Prosedur ini dapat menyebabkan keropeng, bengkak, dan perubahan warna kulit. Gejala ini umumnya memudar setelah 2 minggu, tetapi beberapa bekasnya mungkin tetap ada selama beberapa bulan.

Hasilnya mungkin tidak akan terlihat selama beberapa bulan, sehingga kamu harus bersabar lebih lama, Selain dermabrasi, ada pun prosedur mikrodermabrasi yang tidak terlalu invasif. Ini melibatkan penyemprotan mikrokristal aluminium oksida ke seluruh permukaan kulit. Jenis perawatan ini bertujuan untuk memberikan tampilan kulit yang lebih segar dan halus serta mengurangi munculnya garis-garis dan kerutan, pori-pori membesar, kulit kasar, dan kerusakan akibat sinar matahari.

Baca juga: Inilah 9 Cara Alami Mencegah Terjadinya Keriput

3. Botoks

Toksin botulinum tipe A, atau Botoks bekerja dengan memblokir sinyal kimiawi yang menyebabkan otot berkontraksi. Dokter biasanya hanya menggunakannya untuk mengobati beberapa kondisi medis. Seorang ahli kosmetik akan menggunakannya untuk mengurangi kerutan dengan menyuntikkan Botoks dosis kecil ke otot yang ditargetkan. Jika otot tidak kencang lagi, kulit menjadi rata, sehingga memberikan tampilan yang tidak terlalu keriput dan halus.

Botoks dapat mengurangi garis di dahi, garis kerutan di antara mata dan di sekitar sudut mata. Menurut American Society of Plastic Surgeons, seseorang akan melihat hasilnya setelah beberapa hari hingga seminggu. Perubahan biasanya berlangsung selama 3–4 bulan, sehingga banyak orang yang perlu mendapatkan suntikan berulang.

4. Pengelupasan Kimiawi

Pengelupasan kimiawi dilakukan dengan mengoleskan larutan kimia ke area yang diinginkan, contohnya keriput. Setelah dioleskan, kulit mati akan terkelupas dan beregenerasi, sehingga lebih halus daripada kulit yang lama. Pastikan kamu berdiskusi dengan profesional perawatan kesehatan medis sebelum melakukan perawatan ini. 

Kalau kamu perlu diskusi tentang perawatan wajah tertentu, hubungi dokter kulit di Halodoc saja. Lewat aplikasi ini, kamu bisa menghubungi dokter kapan dan di mana saja via Chat atau Voice/Video Call.

5. Pengencangan Wajah

Pengencangan wajah, atau rhytidectomy adalah jenis bedah kecantikan yang bertujuan membuat seseorang terlihat lebih muda. Prosedur ini dilakukan dengan mengangkat beberapa kulit wajah dan lemak,dengan atau tanpa mengencangkan jaringan di bawahnya. Waktu penyembuhan mungkin memakan waktu lama dan menimbulkan memar dan bengkak selama beberapa minggu setelah operasi.

6. Filler

Filler dilakukan dengan menyuntikan kolagen, asam hialuronat, atau lemak ke kerutan wajah yang lebih dalam, menepuk dan menghaluskannya untuk membuat kulit lebih bervolume. Prosedur ini juga tidak boleh dilakukan sembarangan dan harus dalam pengawasan dokter. 

Baca juga: Perhatikan 4 Hal Ini Sebelum Melakukan Suntik Filler Wajah

Orang yang melakukan filler biasanya juga mengalami pembengkakan dan memar di area yang terkena dalam waktu singkat. Seperti perawatan Botoks, perawatan ini bersifat sementara dan kamu mungkin perlu mendapatkan suntikan ulang. 


Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. What to know about wrinkles.
Healthline. Diakses pada 2020. 8 Proven Ways to Prevent Wrinkles.