• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Adakah Cara untuk Mencegah Bruxism pada Anak?

Adakah Cara untuk Mencegah Bruxism pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - JIka ibu sering melihat anak mengadu gigi saat sedang tidur, kondisi tersebut dikenal dengan istilah bruxisme. Kondisi ini umum terjadi pada anak-anak, sehingga kerap kali diabaikan. Di tahap awal kemunculannya, bruxisme bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. Namun jika terjadi dalam waktu yang lama dengan intensitas semakin parah, ibu disarankan untuk memeriksakan anak di fasilitas kesehatan terdekat. Berikut ini sejumlah langkah mencegah bruxism.

Baca juga: Awas, Ini Efeknya jika Balita Sering Menggertakkan Gigi

Langkah yang Dilakukan untuk Mencegah Bruxism

Bruxism bukanlah kondisi yang terjadi setiap tidur. Kondisi ini terjadi saat pengidap mengalami kondisi kesehatan tertentu, atau sedang berada di bawah tekanan. Hingga kini belum diketahui apa yang menjadi penyebab pasti dari kondisi ini. Sebelum mengetahui bagaimana langkah pencegahannya, sebaiknya ibu mengetahui terlebih dulu apa yang menjadi faktor pemicu bruxism. Berikut ini sejumlah faktor pemicu yang perlu dihindari:

  • Anak merasa stres, marah, atau frustrasi.
  • Anak memiliki kepribadian yang hiperaktif dan agresif.
  • Anak mengidap gangguan tidur, seperti sleep apnea dan insomnia.
  • Anak memiliki susunan gigi yang tidak rata.
  • Anak mengalami nyeri akibat tumbuh gigi atau sakit pada telinga.
  • Anak mengonsumsi obat-obatan tertentu.
  • Anak menjalani gaya hidup yang tidak sehat.

Baca juga: Ikuti 8 Tips Ini untuk Mencegah Bruxism

Bukan itu saja, faktor pemicu lainnya adalah tumbuhnya gigi pertama kali. Bruxism juga akan terulang saat anak mulai memiliki gigi permanen. Kebiasaan tersebut biasanya akan berhenti dengan sendirinya setelah ia memasuki masa remaja. Bukan orang dewasa saja yang dapat mengalami stres, bruxisme juga bisa terjadi saat anak mengalami stres, seperti akan menghadapi ujian sekolah.

Di samping itu, bruxism pada anak dapat dipengaruhi oleh sejumlah penyakit lain, seperti kekurangan gizi, cacingan, alergi, serta gangguan endokrin. Untuk mengatasinya, ibu perlu melakukan pengawasan dan perhatian penuh pada anak. Guna mencegah bruxisme pada anak, ibu dapat melakukan sejumlah langkah berikut ini:

  • Jangan terlalu banyak memberikan cokelat.
  • Jangan berikan minuman bersoda.
  • Jangan biasakan anak menggigit-gigit benda, seperti pensil dan pulpen.
  • Jangan biasakan anak mengunyah permen karet.
  • Untuk melemaskan rahang sebelum tidur, ibu dapat meletakkan handuk hangat di pipi dan telinga. Lakukan setiap hari untuk hasil yang maksimal.
  • Jepitkan ujung lidah di antara gigi atas dan gigi bawah.
  • Perbaiki pola tidur anak. Usahakan agar ia tidur secara teratur, dan cukup.
  • Jika anak mengalami masalah pada gigi, silahkan diskusikan dengan dokter di aplikasi Halodoc untuk mengetahui langkah selanjutnya yang harus ibu lakukan.

Baca juga: Stres Jadi Penyebab Utama Bruxism, Benarkah?

Itulah sejumlah tips mencegah bruxism yang bisa ibu lakukan. Seperti pada penjelasan sebelumnya, menggertakkan gigi bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. Namun, jika terjadi dalam waktu yang lama dengan intensitas semakin parah, ibu disarankan untuk memeriksakan anak di rumah sakit terdekat. Jadi, jangan sampai disepelekan jika bunyi gertakkan gigi sudah sangat mengganggu.

Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2020. Bruxism (Teeth Grinding or Clenching).
Raising Children. Diakses pada 2020. Teeth-grinding.
The Bruxism Association. Diakses pada 2020. Children and Bruxism.