• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Adakah Dampak Negatif Terlalu Sering Minum Kopi?

Adakah Dampak Negatif Terlalu Sering Minum Kopi?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Kopi sebenarnya adalah salah satu minuman yang sehat. Kopi mengandung kafein, zat yang dapat meningkatkan mood, metabolisme, serta kinerja mental dan fisik. Kopi aman dikonsumsi jika dalam jumlah rendah hingga sedang. Namun, kopi dengan kafein dosis tinggi mungkin memiliki dampak negatif dan bahkan berbahaya. 

Meski begitu, dampak ini dapat dialami berbeda pada setiap orang. Beberapa orang dapat mengonsumsi lebih banyak kafein dan tidak mengalami dampak negatif. Namun, bagi yang tidak terbiasa atau tidak cocok dengan kafein, ia dapat mengalami gejala yang tidak menyenangkan. Berikut beberapa dampak negatif terlalu banyak minum kopi:

1. Kecemasan

Kafein diketahui dapat meningkatkan kewaspadaan. Terdapat zat yang berkaitan dengan peningkatan energi pada kopi. Namun, pada dosis yang tinggi, efeknya dapat menyebabkan kecemasan dan rasa gugup. Faktanya. gangguan kecemasan yang diinduksi kafein adalah salah satu dari empat sindrom terkait kafein yang berkaitan dengan gangguan mental. 

Dosis sedang juga terbukti dapat menyebabkan pernapasan cepat dan meningkatkan tingkat stres saat dikonsumsi dalam sekali minum. Jika kamu merasa bahwa sering merasa gugup atau gelisah setelah minum kopi, sebaiknya kurangi atau batasi jumlah konsumsinya. 

Baca juga: Minum Kopi Bisa Masuk UGD, Ini Takaran Tepatnya

2. Insomnia

Kemampuan kafein untuk membantu tubuh tetap terjaga dari tidur adalah salah satu yang diandalkan. Di sisi lain, terlalu banyak kafein dapat membuat seseorang kesulitan mendapatkan tidur yang berkualitas. Terlalu sering minum kopi dapat mengurangi total waktu tidur, terutama pada orang tua. 

Kamu mungkin belum menyadari bahwa terlalu banyak kafein dapat mengganggu tidur atau insomnia. Terlebih lagi efeknya dapat memakan waktu beberapa jam untuk hilang. Karenanya, penting untuk memperhatikan jumlah dan waktu meminum kopi untuk mengoptimalkan tidur. 

3. Masalah Pencernaan

Banyak orang menyadari bahwa secangkir kopi di pagi hari dapat membantu perut mereka bergerak. Efek pencahar kopi dikaitkan dengan pelepasan gastrin, yaitu hormon yang diproduksi lambung yang mempercepat aktivitas di susu besar. 

Namun, kafein tampaknya juga merangsang gerakan usus dengan meningkatkan gerakan peristaltik, kontraksi yang memindahkan makanan melalui saluran pencernaan. Jadi, tidak heran jika terlalu banyak dan sering minum kopi dapat menyebabkan buang air besar atau bahkan diare pada beberapa orang. 

Baca juga: Sering Minum Kopi, Awas Ini Dampaknya

4. Kerusakan Otot

Rhabdomyolysis adalah kondisi yang sangat serius ketika serat otot yang rusak memasuki aliran darah, menyebabkan gagal ginjal, dan masalah lainnya. Beberapa kasus rhabdomyolysis dikaitkan dengan asupan kafein yang berlebihan, meskipun relatif jarang terjadi. 

Hal yang penting untuk diingat adalah dosis besar kafein dikonsumsi dalam waktu singkat bagi yang tidak terbiasa akan sangat merasakan dampaknya. Untuk mengurangi efeknya, sebaiknya batasi asupan hingga sekitar 250 miligram kafein per hari, kecuali jika kamu memang terbiasa mengonsumsi lebih banyak. 

5. Tekanan Darah Tinggi

Secara keseluruhan, kafein tidak meningkatkan risiko penyakit jantung atau stroke pada kebanyakan orang. Namun, kafein terbukti meningkatkan tekanan darah karena efek stimulannya pada sistem saraf. Tekanan darah yang meningkat adalah faktor risiko serangan jantung dan stroke, karena dapat merusak arteri seiring waktu. Akibatnya, aliran darah ke jantung dan otak jadi terbatas. 

Baca juga: Cegah Diare dengan Rutin Cuci Tangan, Ini Alasannya

Untungnya, efek kafein pada tekanan darah tampaknya bersifat sementara. Meskipun begitu tetap perhatikan jumlah dan waktu konsumsi kopi, terutama jika kamu memang sudah memiliki gangguan tekanan darah tinggi. Jika terjadi masalah kesehatan, segera bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Untuk interaksi lebih mudah dengan dokter, download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi: 
Healthline. Diakses pada 2020. 9 Side Effects of Too Much Caffeine.
WebMD. Diakses pada 2020. Coffee.