• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Adakah Efek Jangka Panjang Mengidap Molluscum Contagiosum?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Adakah Efek Jangka Panjang Mengidap Molluscum Contagiosum?

Adakah Efek Jangka Panjang Mengidap Molluscum Contagiosum?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 14 Agustus 2020
Adakah Efek Jangka Panjang Mengidap Molluscum Contagiosum?

Halodoc, Jakarta - Kekebalan tubuh yang lemah memungkinkan untuk masuknya virus dan menginfeksi tubuh. Seperti molluscum contagiosum, infeksi kulit yang terjadi karena virus Molluscum contagiosum. Meski paling sering terjadi pada anak-anak, infeksi kulit ini juga bisa menyerang orang dewasa, terlebih pada orang dengan imunitas tubuh yang lemah.

Virus yang menjadi penyebab penyakit kulit ini dapat dengan mudah menyebar melalui kontak langsung, kontak dengan benda-benda yang terkontaminasi, seperti pakaian, hubungan intim dengan pasangan yang terinfeksi, dan menggaruk benjolan yang bisa membuat virus berpindah ke area tubuh lainnya dengan mudah.

Adakah Efek Jangka Panjang Molluscum Contagiosum?

Meski lebih sering terjadi pada anak, nyatanya molluscum contagiosum pun bisa dengan mudah menginfeksi orang dewasa. Terlebih pada anak berusia antara 1 hingga 10 tahun, orang-orang yang hidup di lingkungan beriklim tropis, pengidap dermatitis atopik, dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Baca juga: Pilihan Terapi untuk Mengobati Molluscum Contagiosum

Sayangnya, gejala dari infeksi kulit ini mungkin tidak terlihat hingga jangka waktu enam bulan. Masa inkubasi virus itu sendiri rata-rata antara dua hingga tujuh minggu. Gejala awal yang bisa kamu cermati adalah munculnya sekelompok kecil lesi tanpa diikuti rasa sakit. Benjolan bisa muncul sendiri atau berkelompok. 

Ciri khas dari benjolan tersebut biasanya kecil, halus, dan mengilap, berwarna daging, putih, atau merah muda, dan muncul di bagian mana saja dari tubuh, terutama wajah, perut, lengan, kaki, paha bagian dalam, hingga kelamin pada orang dewasa. Namun, jika kamu memiliki imunitas tubuh yang lemah, gejala mungkin akan lebih signifikan. Benjolan lebih sering muncul di wajah dan terkadang kebal terhadap pengobatan. 

Baca juga: Muncul di Kulit, Molluscum Contagiosum Bisa Jadi PMS

Lalu, adakah efek jangka panjang dari penyakit ini? Molluscum contagiosum sebenarnya jarang memicu terjadinya masalah kesehatan lainnya. Akan tetapi, komplikasi pun bisa terjadi. Ini termasuk benjolan yang bisa terinfeksi oleh bakteri, munculnya jaringan parut terlebih jika benjolan mengalami infeksi, hingga terjadinya gangguan penglihatan, seperti konjungtivitis atau keratitis yang bisa mengakibatkan mata menjadi sakit dan lebih sensitif terhadap cahaya.

Segera lakukan pengobatan apabila kamu mendapati adanya gejala infeksi bakteri atau mengalami masalah penglihatan, seperti sakit mata atau mata menjadi kemerahan. Tanda-tanda terjadinya infeksi, di antaranya berupa perubahan warna menjadi kemerahan, terjadi pembengkakan, dan nyeri pada kulit atau jaringan di bawahnya. 

Baca juga: Cegah Molluscum Contagiosum dengan Lakukan 8 Hal Ini

Sekarang kamu tidak perlu bingung lagi kalau menemui masalah kesehatan, karena kamu bisa bertanya langsung pada dokter spesialis di aplikasi Halodoc. Tidak hanya itu, aplikasi Halodoc juga memudahkan kamu dalam membeli obat, melakukan pemeriksaan laboratorium, hingga membuat janji untuk berobat di rumah sakit terdekat tanpa harus mengantre. 

Umumnya, infeksi molluscum contagiosum akan menghilang dengan sendirinya jika kamu memiliki imunitas tubuh yang kuat. Ini akan terjadi secara bertahap, biasanya antara 6 hingga 12 bulan dan tanpa adanya jaringan parut. Namun, bagi sebagian orang, proses penyembuhannya bisa memakan waktu lebih lama, hingga benjolan sepenuhnya menghilang.

Setelahnya, virus tidak akan ada pada tubuh, sehingga penularan pun bisa dicegah. Namun, berbeda dengan cacar air, kamu tetap bisa terinfeksi kembali meski pernah mengidap infeksi kulit ini sebelumnya. Jadi, meski tidak menimbulkan rasa sakit, kamu tetap perlu waspada dengan masalah kulit satu ini.

Sumber: 
Healthline. Diakses pada 2020. Molluscum Contagiosum.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Molluscum Contagiosum.
NHS. Diakses pada 2020. Molluscum Contagiosum.