• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Adakah Efek Samping Konsumsi Susu Kefir?

Adakah Efek Samping Konsumsi Susu Kefir?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Susu kefir yang dibuat melalui proses fermentasi sekilas memang terasa mirip dengan yogurt. Minuman ini rutin dikonsumsi karena kabarnya mampu mendatangkan manfaat untuk kesehatan tubuh dibandingkan dengan mengonsumsi susu biasa. Bahkan, susu ini ramah dikonsumsi bagi kamu yang memiliki kelainan intoleransi laktosa. 

Kandungan nutrisi yang bisa didapatkan dalam satu cangkir susu kefir termasuk 12 gram protein, 2 gram lemak, 15 gram karbohidrat, dan kalori sebesar 130. Selain itu, kamu dapat mendapatkan asupan vitamin D, vitamin A, vitamin B, dan banyak mineral, termasuk fosfor, magnesium, kalium, dan kalsium. Sudah pasti menyehatkan bukan jika mengonsumsi susu ini secara rutin?

Adakah Risiko dan Efek Samping dari Konsumsi Rutin Susu Kefir?

Di balik klaim yang menyatakan susu kefir bermanfaat untuk kesehatan tubuh, ada risiko dan efek samping yang turut muncul yang perlu diketahui. Pada studi yang dilakukan oleh Leite dan rekannya yang telah dipublikasikan dalam Brazilian Journal of Microbiology, ada beberapa risiko yang mungkin terjadi terhadap konsumsi susu kefir. 

Pertama, adalah susu kefir tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil meski aman dikonsumsi anak. Pasalnya, informasi mengenai keamanan dan efek konsumsi susu dengan kandungan probiotik untuk ibu hamil belum banyak diketahui, sehingga konsumsinya sebaiknya dihindari atau tanyakan langsung pada dokter untuk mendapatkan jawaban yang akurat.

Baca juga: Kenalan dengan 4 Manfaat Susu Fermentasi

Kedua, ada risiko terjadi sembelit, kram perut, dan kembung setelah mengonsumsi susu kefir pada beberapa orang. Ini artinya, susu kefir tetap memiliki efek samping meski disebut sebagai pangan alami yang telah melalui proses fermentasi. Jadi, kamu perlu menghentikan konsumsi susu kefir apabila mengalami efek samping tersebut. Jika efek samping memburuk, segera periksakan diri ke dokter agar kamu bisa cepat mendapatkan penanganan. Pakai aplikasi Halodoc agar kamu lebih mudah ketika membuat janji dengan dokter di rumah sakit atau ingin bertanya jawab dengan dokter

Ketiga, susu kefir tampaknya tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh pengidap gangguan autoimun atau jika kondisi daya tahan tubuh sedang lemah. Begitu pula pada pengidap kanker yang menjalani pengobatan kemoterapi, mengonsumsi susu kefir bisa membuat dampak pengobatan menjadi lebih buruk, seperti gangguan pada usus, rambut rontok, dan sariawan. 

Baca juga: Alasan Ibu Hamil Dilarang Minum Susu Kefir

Perlu kamu ketahui pula, susu kefir tidak dianjurkan untuk dikonsumsi bersamaan dengan jenis obat yang memiliki efek samping membuat imunitas tubuh menjadi lebih lemah. Pasalnya, melemahnya sistem imunitas tubuh meningkatkan risiko terserang penyakit. Ternyata, meski terbilang alami dan menyehatkan, mengonsumsi susu kefir tidak boleh sembarangan. Jadi, sebaiknya kamu bertanya terlebih dahulu pada ahli gizi sebelum mengonsumsi susu ini. 

Mengenal Manfaat Susu Kefir

Sebenarnya, apa saja manfaat yang bisa didapatkan oleh tubuh jika rutin mengonsumsi susu kefir? Berikut ini di antaranya:

  • Membantu mencegah terjadinya infeksi, karena kandungan bakteri baik pada susu ini.

  • Membantu meningkatkan kesehatan tulang karena kandungan kalsium dan vitamin K pada susu kefir yang terbilang tinggi.

  • Membantu mengatasi masalah pencernaan, karena probiotik dalam susu ini disinyalir dapat membantu menjaga kesehatan usus. 

  • Membantu mengurangi risiko terjadinya kanker, dengan cara merangsang dan menguatkan sistem imunitas tubuh. 

  • Aman dikonsumsi untuk pengidap intoleransi laktosa, karena kandungan gula laktosa pada susu ini yang lebih rendah dibandingkan dengan susu biasa. 

Baca juga: Cegah Berbagai Penyakit dengan Konsumsi Rutin Susu Kefir

Itulah yang bisa diketahui tentang efek samping dari mengonsumsi susu kefir. Meskipun penuh manfaat, tetap ingat untuk mengonsumsi susu kefir dengan tepat untuk menghindari efek samping, ya.

Referensi: 
EMedicine Health. Diakses pada 2020. Kefir.
Healthline. Diakses pada 2020. What is Kefir? 
Everyday Health. Diakses pada 2020. A Comprehensive Guide to Kefir: Definition, How It’s Made, Benefits, and More. 
Leite, et al. (2013). Microbiological, Technological and Therapeutic Properties of Kefir: a Natural Probiotic Beverage. Brazilian Journal of Microbiology. 44(2), pp. 341–349.