Adakah Hubungan Antara Kista dan Kesuburan Wanita?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Adakah Hubungan Antara Kista dan Kesuburan Wanita?

Halodoc, Jakarta - Menjelang pernikahan, kebanyakan orang baru peduli pada kesuburan mereka. Kesuburan adalah hal yang penting untuk para pasangan baru menikah yang ingin segera mendapatkan momongan. Penasaran apakah dirimu masuk ke dalam kategori subur? Coba mulai kenali kondisi kesehatan organ kewanitaan, salah satunya dengan melakukan medical check up untuk mengetahui apakah kamu memiliki kista atau tidak.

Selama ini banyak orang yang menganggap bahwa memiliki kista rahim berarti seorang wanita dipastikan sulit memiliki keturunan. Namun, apakah dari sisi medis ini benar adanya? Melalui ulasan berikut, kamu mengetahui apakah kista benar-benar menghalangi kamu untuk memiliki keturunan atau tidak. 

Baca Juga: Waspada Kista Bisa Berubah Jadi Tumor Ganas

Memiliki Kista Berarti Kesuburan Terganggu?

Seorang wanita yang memiliki kista di area reproduksinya berarti tidak subur, tidak selamanya benar. Pasalnya, jenis dari kista pun banyak, dan di antaranya ada yang dapat memengaruhi kesuburan dan ada yang tidak. Contoh kista yang mengganggu kesuburan seorang wanita adalah kista endometrioma yang disebabkan oleh endometriosis.

Selain  itu, ada juga kista ovarium yang disebabkan oleh sindrom ovarium polikistik (PCOS). Akibat kondisi ini, maka muncul banyak kista kecil pada ovarium yang mengganggu siklus menstruasi dan tingkat hormon seorang wanita. 

Terdapat beberapa jenis kista yang tidak memengaruhi kesuburan wanita, yaitu: 

  • Kista Fungsional. Kista ini umum terjadi selama siklus menstruasi. Berbanding terbalik dengan anggapan orang awam, adanya kista ini malah menunjukkan bahwa kamu sedang subur.

  • Kista Dermoid. Kista jenis ini mengandung jaringan manusia lainnya, seperti rambut, kulit, atau gigi, dan bukan cairan seperti kista lainnya dan tidak akan mengganggu kesuburan.

  • Kista Cystadenomas. Kista ini tumbuh di dalam indung telur yang muncul dari permukaan indung telur. Meski ia membutuhkan perawatan khusus, namun tidak memengaruhi kesuburan.

Penting diingat bahwa kesuburan seorang wanita hanya akan terganggu jika kista jenis ini bertumbuh sangat besar. Untuk memastikan mereka tidak mengalami pertumbuhan yang abnormal, kamu bisa memeriksakannya ke dokter kandungan melalui aplikasi Halodoc. Hal ini bertujuan meminimalisir risiko yang mungkin terjadi.

Baca Juga: Ini Beda Kista dan Tumor di Rahim

Lantas, Bisakah Pengidap Kista Ovarium dan PCOS Hamil?

Jika kamu didiagnosis mengidap kista ovarium dan PCOS, sebetulnya kamu masih bisa memiliki keturunan. Namun, kamu wajib mendiskusikannya kepada dokter untuk mengikuti sejumlah perawatan yang dapat membantu. 

  • Perawatan Kesuburan untuk Endometrioma. Untuk masalah ini, dokter meminta kamu menjalani terapi seperti pemeriksaan darah untuk menilai kemampuan indung telur dalam menghasilkan sel telur yang sehat. Selain itu, tindakan operasi melalui teknik laparoskopi bisa disarankan jika kista masih dalam kondisi ringan. Namun, jika kondisi ini sudah tergolong parah, maka kemungkinan untuk hamil hanya sekitar 35 hingga 65 persen setelah operasi.

  • Perawatan Kesuburan untuk PCOS. Hanya dengan menuruti apa yang dokter kandungan kamu minta, sebetulnya mereka yang mengidap PCOS juga sangat mungkin untuk hamil. Contohnya adalah Fitri Tropica yang akhirnya bisa hamil setelah divonis mengidap PCOS. Langkah awal yang ditawarkan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan minum obat kesuburan bernama klomifen yang bekerja dengan cara merangsang ovulasi sehingga menstruasi akan lancar. Perawatan tambahan dan gaya hidup sehat juga perlu dijalani untuk menghindari komplikasi dan membantu proses penyembuhan.

Baca Juga: 6 Makanan yang Baik untuk Mendukung Program Hamil 

Penting juga diperhatikan, meski kemungkinan hamil juga bisa terjadi, kamu juga tetap harus berhati-hati karena risiko mengalami keguguran pun lebih tinggi. Lakukanlah gaya hidup sehat supaya kehamilan bisa berjalan lancar.