• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Adakah Hubungan Sindrom Kaki Gelisah dengan Kesehatan Mental?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Adakah Hubungan Sindrom Kaki Gelisah dengan Kesehatan Mental?

Adakah Hubungan Sindrom Kaki Gelisah dengan Kesehatan Mental?

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 25 November 2022

"Gejala sindrom kaki gelisah yang mengganggu bisa memengaruhi kesehatan mental pengidapnya. Sindrom tersebut bisa menyebabkan masalah kesehatan mental, seperti kecemasan, depresi, dan lain-lain.”

Adakah Hubungan Sindrom Kaki Gelisah dengan Kesehatan Mental?Adakah Hubungan Sindrom Kaki Gelisah dengan Kesehatan Mental?

Halodoc, Jakarta – Sindrom kaki gelisah atau restless leg syndrome (RLS) adalah suatu kondisi yang menyebabkan dorongan yang tidak bisa dikendalikan untuk menggerakkan kaki. Hal itu terjadi biasanya karena sensasi yang tidak nyaman.

Dorongan untuk menggerakkan kaki ini bisa terjadi kapan saja, bahkan saat kamu sedang duduk maupun berbaring. Hal itu tentu bisa mengganggu tidur dan juga aktivitas sehari-hari. Tidak heran bila sindrom kaki gelisah akhirnya bisa mengganggu kesehatan mental.

Dampak Sindrom Kaki Gelisah pada Kesehatan Mental

Sindrom kaki gelisah atau disebut juga penyakit Willis-Ekbom tidak hanya membuat seseorang memiliki dorongan untuk menggerakkan kakinya, tapi dorongan tersebut juga disertai dengan atau sebagai respons terhadap sensasi yang tidak nyaman di kaki. 

Sensasi tidak nyaman tersebut sering digambarkan sebagai kesemutan, terbakar, berdenyut, tarikan, atau gatal. Sensasi tersebut juga bisa berkisar dari ketidaknyamanan hingga menyakitkan. Rasa sakitnya bahkan bisa menyebar hingga ke seluruh tubuh. 

Nah, menggerakkan kaki bisa membuat orang tersebut merasa lega. Sindrom kaki gelisah bisa memengaruhi hanya salah satu kaki, tapi lebih sering terjadi pada kedua kaki sekaligus.

Namun, gejala sindrom kaki gelisah biasanya memburuk di sore atau malam hari. Dorongan untuk menggerakkan kaki menjadi lebih buruk ketika orang tersebut beristirahat atau tidak aktif. Beberapa orang bahkan ada yang hanya mengalami gejala pada malam hari. Hal itu tentu membuat pengidap sulit tidur di malam hari. Akibatnya, pengidap akan bangun di pagi hari dengan perasaan kantuk dan lelah yang tentu saja bisa menurunkan produktivitas.

Bukan hanya berdampak pada kinerja sehari-hari, gejala sindrom kaki gelisah yang sangat mengganggu dan tidak bisa dikendalikan juga bisa memengaruhi kesehatan mental pengidap. Sindrom tersebut bisa menyebabkan beberapa dampak berikut pada kesehatan mental pengidap:

1. Menyebabkan stress yang signifikan

Karena gejala sindrom kaki gelisah seringkali mengganggu waktu tidur, pengidap bisa mengalami insomnia dan bangun dengan perasaan kantuk di pagi harinya. Hal itu bisa membuat pengidap mengalami stress yang signifikan.

2. Menyebabkan gangguan suasana hati

Bukan hanya bisa menyebabkan sulit berkonsentrasi, kurang tidur di malam hari akibat sindrom kaki gelisah juga bisa menyebabkan pengidap mengalami gangguan suasana hati. Pengidap bisa menjadi sensitif dan mudah tersinggung.

3. Meningkatkan kecemasan dan depresi

Gejala sindrom kaki gelisah tidak bisa diprediksi dan cenderung bervariasi dalam tingkat keparahan dan frekuensi, tergantung pada masing-masing pengidap. Gejala bisa muncul sekali atau dua kali seminggu dalam kasus RLS sedang, tapi juga bisa muncul lebih sering pada kasus yang lebih parah. Hal itu bisa membuat pengidap lelah, baik secara fisik maupun mental, sehingga tidak heran bila pengidap bisa mengalami kecemasan dan depresi.

4. Mengurangi rasa percaya diri

Akibat tidak bisa mengendalikan dorongan untuk menggerakan kaki, hal itu bisa menurunkan rasa percaya diri pengidap dalam hubungan dengan orang lain.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Pengobatan untuk sindrom kaki gelisah tergantung pada tingkat keparahan kondisinya. Bila gejalanya ringan dan tidak terlalu mengganggu, maka perubahan gaya hidup seperti meningkatkan olahraga, memijat kaki, atau merendam kaki dalam air hangat mungkin bermanfaat untuk membantu mengatasi sindrom tersebut.

Namun, bila gejalanya lebih parah, obat-obatan perlu dikonsumsi. Beberapa obat-obatan yang bisa digunakan mengatasi sindrom kaki gelisah, antara lain pramipexole, ropinirole, patch rotigotine, dan gabapentin enacarbil. Namun, bisa ada efek samping dari obat ini, termasuk pusing dan kelelahan.

Gejala sindrom kaki gelisah juga bisa dikaitkan dengan kondisi medis lain seperti kekurangan zat besi, sehingga mengobati kondisi tersebut merupakan cara terbaik mengatasi RLS.

Bila kamu masih ingin bertanya lebih lanjut seputar sindrom kaki gelisah, hubungi saja dokter melalui aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa tanya dokter spesialis saraf dan minta saran kesehatan kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga.

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi:
Psychology Today. Diakses pada 2022. Restless Legs Syndrome.
Psychiatrist. Diakses pada 2022. Mood Disorders in Restless Legs Syndrome (Willis-Ekbom Disease).
The Journal of Neuropsychiatry and Clinical Neurosciences. Diakses pada 2022. Psychiatric Comorbidities in Restless Legs Syndrome