• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Adakah Komplikasi yang Disebabkan Rubella?

Adakah Komplikasi yang Disebabkan Rubella?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Penyakit rubella, atau yang lebih umum dikenal dengan campak Jerman merupakan infeksi virus yang ditandai dengan warna kemerahan pada kulit. Meskipun terlihat hampir mirip dengan campak, tapi campak memiliki efek yang lebih parah ketimbang campak Jerman. Meskipun tampak tidak membahayakan, penyakit rubella perlu diwaspadai jika menyerang ibu hamil.

Pasalnya, ketika virus menginfeksi ibu hamil, terutama di trimester pertama kehamilan, ibu hamil bisa saja mengalami keguguran. Jika tidak, bayi yang terlahir bisa memiliki masalah pendengaran, penglihatan, bahkan kelainan jantung bawaan. Berikut komplikasi rubella yang perlu ibu waspadai!

Baca juga: Campak atau Rubella? Begini Cara Mengenali Bedanya

Waspadai Komplikasi Rubella

Meskipun tergolong infeksi ringan dan menyerang sekali seumur hidup, tapi jika dialami oleh ibu hamil, penyakit rubella dapat memberikan dampak serius. Pasalnya, hal tersebut dapat menyebabkan ibu hamil mengalami keguguran, atau memicu timbulnya sindrom rubella kongenital pada janin. Hingga saat ini, sindrom rubella kongenital menyerang lebih dari 80 persen bayi dari ibu yang terinfeksi di trimester awal kehamilan.

Sindrom rubella kongenital sendiri merupakan sekumpulan gejala penyakit, seperti katarak, penyakit jantung bawaan, gangguan pendengaran, gangguan pertumbuhan, gangguan bicara, serta disabilitas intelektual. Sindrom ini akan menyerang ibu yang tidak memiliki kekebalan terhadap virus rubella. Oleh karena itu, penting untuk memeriksakan kekebalan tubuh terhadap rubella pada saat ibu tengah merencanakan kehamilan.

Baca juga: Hati-Hati, Bukan Cuma dari Percikan Liur Saja Virus Campak Bisa Menyebar

Gejala Penyakit Rubella yang Harus Diwaspadai

Saat penyakit rubella menyerang anak-anak, gejala biasanya berlangsung selama tiga hari, yang ditandai dengan ruam merah pada wajah dan menyebar ke seluruh tubuh. Saat gejala tidak kunjung membaik dalam tiga hari, berikut gejala susulan yang dialami Si Kecil: 

  • Batuk dan pilek.

  • Pembengkakan kelenjar getah bening.

  • Demam ringan.

  • Nyeri otot dan sendi.

  • Sakit kepala.

  • Tubuh terasa nyeri.

  • Peradangan pada konjungtiva mata.

Pada orang dewasa dan ibu hamil, gejala ditandai dengan sakit tenggorokan, demam ringan, serta ruam yang akan menyebar ke seluruh tubuh. Sebelum ruam merah muncul, pengidap biasanya mengalami sakit kepala, tubuh terasa sakit, serta mata merah.

Penyakit ini tergolong ringan jika tidak dialami oleh ibu hamil. Untuk itu, penting untuk selalu memeriksakan diri di rumah sakit terdekat, sebelum dan selama masa kehamilan untuk mencegah terjadinya campak Jerman. Ketika penyakit ini terdeteksi sebelum kehamilan, dokter akan memastikan pengidap sembuh total sebelum merencanakan program hamil.

Baca juga: Bedanya Campak Biasa dan Campak Jerman

Penyebab Penyakit Rubella 

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, rubella disebabkan oleh infeksi virus yang dapat menular dari satu orang ke orang lain melalui paparan percikan air liur pengidap saat batuk atau bersin. Bukan hanya itu, kontak langsung dengan benda yang terkontaminasi air liur pengidap juga dapat menyebabkan penyebaran penyakit.

Berbeda dengan ibu hamil, virus rubella akan menulari janin melalui aliran darah ibu. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan guna mengurangi risiko penyebaran virus:

  • Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

  • Membuang tisu bekas pakai ke tempat sampah.

  • Tutupi mulut saat batuk atau bersin.

  • Hindari berbagi alat makan, handuk, gelas, atau pakaian.

  • Jaga tempat tinggalmu agar selalu bersih.

Segera temui dokter jika ibu atau Si Kecil menduga adanya infeksi rubella saat mencocokkan gejala yang telah disebutkan. Bagi ibu yang tengah merencanakan kehamilan, pastikan ibu sudah melakukan imunisasi MMR.

Referensi: 

WHO. Diakses pada 2020. Rubella.

CDC. Diakses pada 2020. Rubella.

NHS Inform. Diakses pada 2020. Rubella.