Adakah Pantangan saat Melakukan Pemeriksaan Treadmill?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Adakah Pantangan saat Melakukan Pemeriksaan Treadmill?

Halodoc, Jakarta – Pemeriksaan treadmill adalah adalah tes stres kardiovaskular yang menggunakan latihan sepeda treadmill dengan elektrokardiografi (EKG) dan pemantauan tekanan darah.

Tes ini merupakan prosedur diagnostik di mana stres kardiovaskular yang dilakukan untuk mengukur penurunan kapasitas fungsional, menilai probabilitas dan tingkat penyakit koroner, serta untuk menilai efek terapi. Dokter akan memberikan instruksi spesifik tentang cara mempersiapkan tes stres, berikut adalah hal yang perlu dipersiapkan.

Baca juga: 6 Hal yang akan Dilakukan Ketika Pemeriksaan Treadmill

  • Makanan dan Obat-Obatan

Kamu mungkin diminta untuk tidak makan, minum atau merokok untuk jangka waktu tertentu sebelum pemeriksaan treadmill. Paling baik adalah menghindari kafein sehari sebelum hari tes. Kemudian, tanyakan kepada dokter apakah aman untuk terus menggunakan semua resep dan obat bebas sebelum tes, karena mungkin akan mengganggu pemeriksaan.

Jika kamu menggunakan inhaler untuk asma atau masalah pernapasan lainnya, bawalah ke tes. Pastikan dokter dan anggota tim perawatan kesehatan yang memantau tes stres tahu bahwa kamu menggunakan inhaler.

  • Pakaian dan Barang Pribadi

Kenakan atau bawa pakaian yang nyaman dan sepatu berjalan. Jika kamu menjalani pemeriksaan treadmill, jangan oleskan minyak, lotion atau krim ke kulit pada hari itu. Pemeriksaan ini akan memakan waktu sekitar satu jam, termasuk waktu persiapan dan waktu yang diperlukan untuk melakukan tes yang sebenarnya.

Tes yang sebenarnya hanya memakan waktu sekitar 15 menit. Jika kamu tidak dapat berolahraga, akan menerima obat melalui infus yang meniru latihan dengan meningkatkan aliran darah ke jantung.

Baca juga: Begini Proses Pemeriksaan Treadmill yang Perlu Diketahui

Prosedur Tes yang Perlu Diketahui

Pertama, dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan tentang riwayat kesehatan dan seberapa sering dan beratnya kamu berolahraga. Ini membantu menentukan jumlah latihan yang sesuai selama tes. Dokter juga akan mendengarkan jantung dan paru-paru untuk setiap kelainan yang dapat memengaruhi hasil tes.

Selama melakukan pemeriksaan, perawat atau teknisi akan menempelkan tempel (elektroda) di dada, kaki, dan lengan. Beberapa area mungkin perlu dicukur agar lengket. Elektroda memiliki kabel yang terhubung ke mesin elektrokardiogram, yang merekam sinyal listrik yang memicu detak jantung.

Sebuah manset akan dipasangkan di lengan untuk memeriksa tekanan darah selama tes. Kamu mungkin diminta untuk bernapas ke dalam tabung selama tes untuk menunjukkan seberapa baik kamu bisa bernapas selama berolahraga.

Jika kamu tidak berolahraga, dokter akan menyuntikkan obat untuk meningkatkan aliran darah ke jantung. Kamu mungkin merasa memerah atau kehabisan napas, sama seperti yang dilakukan jika berolahraga. Kemungkinan kamu juga akan merasakan sakit kepala.

Baca juga: Proses Pemeriksaan Treadmill untuk Pengidap Gangguan Jantung

Membaca Hasil Pemeriksaan

Setelah berhenti berolahraga, kamu  mungkin diminta untuk berdiri diam selama beberapa detik dan kemudian berbaring selama beberapa waktu dengan monitor terpasang. Dokter dapat mengawasi segala kelainan karena detak jantung dan pernapasan kembali normal. Ketika pemeriksaan treadmill selesai dilakukan, kamu dapat kembali ke aktivitas normal kecuali jika dokter memberi tahu sebaliknya.

Jika informasi yang dikumpulkan selama pemeriksaan treadmill menunjukkan fungsi jantung normal, kamu mungkin tidak memerlukan tes lebih lanjut. Namun, jika hasilnya normal dan gejala terus memburuk, dokter mungkin merekomendasikan tes yang lain. Jika kamu menjalani pemeriksaan treadmill untuk membantu menentukan perawatan untuk penyakit jantung, dokter akan menggunakan hasilnya untuk merencanakan atau mengubah perawatanmu.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai prosedur pemeriksaan treadmill dan pantangannya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Talk to A Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.